Tampilkan postingan dengan label Best Of The Best (2000). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Best Of The Best (2000). Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2013

Kemesraan

Lagu ini adalah karya Franky S yang diberikan kepada Iwan Fals untuk dinyanyikan ulang.
Seperti diketahui single Kemesraan menjadi booming setelah dinyanyikan Iwan Fals bersama artis-artis Musica, walaupun sebenarnya lagu ini sudah pernah dibawakan oleh Franky dan Jane juga oleh Iwan Fals duet dengan Titiek Hamzah tetapi kurang mendapatkan respon pasar.




Kemesraan
Iwan Fals & Franky S. (Album Single 1988)


Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi

Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita

Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta

Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu

Bersamamu

Orang Pinggiran


Lagu ini seperti menjadi sambungan dari proyek lagu Terminal sebelumnya. Masih dengan tiga maestro musik Indonesia, Iwan Fals, Franky S dan Ian Antono. Lagu ini juga cepat populer sebab mengangkat tema orang pinggiran sesuai dengan judul lagunya. Memang kenyataannya orang pinggiran jumlahnya sangat banyak dan kurang mendapat perhatian dari negara.




Orang Pinggiran
Iwan Fals, Ian Antono & Franky S. (Album Single 1995)


Orang pinggiran
Ada di trotoar
Ada di bis kota
Ada di pabrik pabrik

Orang pinggiran
Di terik mentari
Di jalan becek
Menyanyi dan menari

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran
Didalam lingkaran
Berputar putar
Kembali kepinggiran

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran
Bukan pemalas

Orang pinggiran
Pekerja keras

Orang pinggiran
Tidak mengeluh

Orang pinggiran
Terus melenguh

Selasa, 16 April 2013

Belum Ada Judul - Iwan Fals ft. Laduni - OST Mama Cake Movie 2012

Iwan Fals feat. Laduni Belum Ada Judul OST Mama Cake Movie
Lagu Belum Ada Judul adalah salah satu lagu Iwan Fals yang... hmmm..., ahh sulit mengutarakannya. Ini lagu keren bro, lagu antik, lagu dahsyat Iwan Fals. Meskipun cuma diiringi gitar akustik dan harmonika, hasilnya malah menjadi megah. Lagu Belum Ada Judul rilis pada tahun 1992 saat Iwan Fals masih gondrong dan berkumis tebal serta berpenampilan sangar. 
Dan sekarang di tahun 2012 ini, Iwan Fals menyanyikan ulang lagu Belum Ada Judul dengan aransemen musik yang berbeda bersama band Laduni. Lagu ini menjadi OST film Mama Cake.
Naah..., ini dia lagu beserta video Belum Ada Judul versi 2012 ...



Ternyata Belum Ada Judul versi baru ini tidak melunturkan kedahsyatan lagu fenomenal ini. Masih banyak yang merinding mendengarkannya... Aransemen barunya aduhai... Liriknya... waaah....

Dalam lagu versi baru ini vocal Iwan Fals terdengar mengalir dengan mantap tanpa distorsi yang mengganggu. Cara bernyanyi Iwan Fals terasa lembut ditelinga apalagi ditambah dengan aransemen musik dari Laduni yang bagi saya cukup klop dari segala sisi. Lagu Belum Ada Judul versi 2012 ini mampu mengembalikan memory saya pada masa-masa penuh kenangan bersama lagu-lagu Iwan Fals. Laduni dan gaya bernyanyi Iwan Fals dalam lagu ini mampu membuka tabir emosi saya akan hausnya 'kegarangan' Iwan seperti yang pernah saya jumpai di masa yang lalu.

Dibawah ini merupakan uraian dari akun youtube video diatas.
Published on Jul 25, 2012 by PicturesFalcon 
Terlibat dalam sebuah proses produksi film merupakan hal yang langka bagi Iwan Fals. Tapi bukan Iwan Fals namanya, kalau tidak istimewa. "Belum Ada Judul", judul lagu ciptaannya yang monumental digubah ulang demi sebuah film drama komedi, Mama Cake. 
Iwan Fals merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam film Mama Cake. Terlebih lagi, ia merasa film ini adalah refleksi dirinya saat ia masih berusia 24 tahun. "Belum Ada Judul" dipilih sebagai salah satu musik pengiring Mama Cake karena kesimetrisan tema antara lagu dan film, yaitu tentang kehidupan dan persahabatan. 
Lagu ini dicitra kembali oleh band Laduni. Band yang personilnya juga ambil bagian dalam proses produksi Mama Cake. Hasilnya sungguh di luar ekspektasi. Walau "Belum Ada Judul" yang baru dimainkan dengan tempo yang lebih lambat, roh lagu ini justru terasa makin dahsyat. Ditambah dengan lantunan vokal Iwan Fals yang luar biasa. 
Sutradara : Anggy & Bounty Umbara 
DOP : DR. M 
Produksi : Falcon Pictures
-------------------------------------------------------------------
Iwan Fals Mama Cake
Twitter account
@MamaCake_Movie

An Epic Journey of 3 Friends in Finding The Real : Friendship, Love, Truth, Fate and Destination in a Box of Brownies from MAMA CAKE.
Directed by @anggy_umbara


-------------------------------------------------------------------

Perlu diketahui, pada tahun 2012 ini Iwan Fals juga membuat lagu baru untuk OST film Mursala. Sekalian mengingatkan kita, pada 2011 Iwan Fals menyanyikan lagu untuk OST film Batas dan pada 2008 dia menyanyikan OST film Kekasih sekaligus menjadi cameo di film itu. Kemudian pada tahun 90-an, Iwan Fals juga bermain penuh pada film Kantata Takwa. Dan pada tahun 1986, Iwan Fals malah menjadi bintang utama pada film yang judulnya diambil dari lagu Iwan Fals yaitu film Damai Kami Sepanjang Hari. Film tersebut berkisah tentang perjalanan karir Iwan Fals dan dihiasi dengan lagu-lagu Iwan Fals yang populer pada masa itu.



Kembali ke Belum Ada Judul OST Mama Cake Movie, berikut ini video klip lagu Belum Ada Judul versi tahun 1992. Liriknya top markotop dah...



Iwan Fals Belum Ada Judul 1992Belum Ada Judul
(Iwan Fals 1992)

Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah... Lelah...

Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah... Kau...

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara... Dihati....

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku... Sobat...

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara... Dihati...



Materi diatas saya ambil dari : iwanfalsmania.com 100% Iwan Fals

Rabu, 03 April 2013

Mimpi Yang Terbeli

Keberadaan pusat perbelanjaan modern memang menjadi salah satu ukuran majunya sebuah bangsa. Namun bagi kebanyakan rakyat Indonesia, keberadaan pusat belanja modern itu tak ubahnya sebagai tempat pamer untukmenggaet pembeli berduit saja. Maka jika warga yang berpenghasilan pas-pasan cukup harus puas menjadi penonton barang-barang berharga mahal yang dipajang disana.
Bagaikan mimpi yang terbeli. Mereka menjadikan barang-barang mahal itu sebagai mimpi yang mustahil bisa dibeli sebab harganya tinggi. Karena itulah muncul pencuri-pencuri yang memfokuskan diri beroperasi disetiap pusat perbelanjaan. Kemajuan melahirkan kriminalitas akibat tidak meratanya kesejahteraan dan hukum yang tidak tegas serta mudah diperjual belikan.





Mimpi Yang Terbeli
Karya : Iwan Fals ( album ‘1910’ 1988 )

Berjalan di situ
Di pusat pertokoan
Melihat-lihat barang-barang
Yang jenisnya beraneka ragam

Cari apa di sana
Pasti tersedia
Asal uang di kantong cukup
Tentu tak ada soal

Aku ingin membeli
Kamu ingin membeli
Kita ingin membeli
Semua orang ingin membeli

Apa yang dibeli ?
Mimpi yang terbeli
Sebab harga barang tinggi
Tiada pilihan selain mencuri

Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli ?
Sampai nanti sampai habis terjual harga diri
Sampai kapan harga harga itu melambung tinggi ?
Sampai nanti sampai kita tak bisa bermimpi

Segala produksi ada disini
Menggoda kita untuk memiliki
Hari hari kita berisi hasutan
Hingga kita tak tahu diri sendiri

Melihat anak kecil
Mencuri mainan
Yang harganya tak terjangkau
Oleh bapaknya yang maling

Pesawat Tempurku

Mau tahu Iwan Fals sebagai seorang rocker sejati? Rasanya lagu ini pantas mewakili. Ini adalah lagu yang benar-benar berkarakter rock. Musiknya rock, vocal Iwan Fals juga super rock, tidak cempreng bahkan cenderung gahar.

Lirik lagunya juga bukan lirik picisan. Iwan Fals membawa pesawat tempur dalam lagu ini sebagai gambaran pada kekasihnya. Lagu ini juga pernah dipakai sebagai salah satu soundtrack sebuah film layar lebar berjudul Serigala Terakhir pada tahun 2009.




Pesawat Tempurku
Iwan Fals ( Album ‘1910’ 1988 )


Waktu kau lewat
Aku sedang mainkan gitar
Sebuah lagu yang kunyanyikan
Tentang dirimu

Seperti kemarin
Kamu hanya lemparkan senyum
Lalu pergi begitu saja
Bagai pesawat tempur

Hei kau yang manis
Singgahlah dan ikut bernyanyi
Sebentar saja nona
Sebentar saja hanya sebentar

Rayuan mautku
Tak membuat kau jadi galak
Bagai seorang diplomat ulung
Engkau mengelak

Kalau saja aku bukanlah penganggur
Sudah kupacari kau
Jangan bilang tidak bilang saja iya
Iya lebih baik daripada kau menangis

Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Oh ya andaikata
Dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang
Yang banyak makan biaya

Oh oh ya andaikata
Dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah
Bukan cuma tersenyum

Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum
Bersinggahlah sayang pesawat tempurku
Mendarat mulus didalam sanubariku

Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Penguasa penguasa
Berilah hambamu uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Beri hamba uang

Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang
Beri hamba uang

Senin, 01 April 2013

Surat Buat Wakil Rakyat

Inilah lagu fenomenal karya Ma'mun yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu ini begitu populer seakan tak lekang dimakan jaman. Sebab kenyataannya saat lagu ini dinyanyikan tahun 1987 hingga sekarang di tahun 2000-an, sikap wakil rakyat tidak banyak berubah. Mereka masih suka tidur saat sidang, wakil rakyat masih hobi membolos. Mereka sibuk melakukan kunjungan dinas yang ternyata berakhir dengan darmawisata keluar negeri menggunakan uang rakyat.

Dalam sidang-sidang di gedung parlemen, kita sering menyaksikan sandiwara para badut-badut yang sok bersikap tegas dan sok jagoan. Dalam kenyataannya mereka menjadi lemah ketika mendapat tekanan dari pihak yang berlawanan, apalagi kalau ditekan dengan duit. Belum lagi berapa banyak wakil rakyat yang tertangkap basah korupsi dan kini dipenjara. Inilah figur wakil rakyat di negara ini. Mereka mengatas namakan wakil dari rakyat, tetapi tidak banyak yang mau ikhlas membela rakyat. Membela partainya nomer satu, membela koleganya nomer satu.. membela rakyat.... nomer berapa ya......


Surat Buat Wakil Rakyat
Iwan Fals/Ma'mun ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Dikantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Mata Indah Bola Ping Pong

Bukan Iwan Fals kalau tidak menyelipkan perumpamaan yang aneh-aneh dalam lagunya. Dia mengagumi kecantikan seorang wanita, sehingga dia menggambarkan indahnya mata wanita seperti bola ping pong. Masuk akal juga membandingkan denganbola ping pong, karena mata manusia besarnya ya kira-kira segitu. Untung saja Iwan Fals tidak membandingkan dengan bola tenis atau bahkan bola basket, jadi mengerikan dong.... hehehe



Mata Indah Bola Ping Pong
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Pria mana yang tak suka
Senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka
Mungkin sedang goblok

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku puja

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Aku puja
Kau betina
Bukan gombal
Aku yang gila

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Bibirmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Pipimu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Jidatmu yang aduh

Minggu, 17 Maret 2013

Lancar

Ini lagu yang bercerita tentang rame-ramenya Indonesia mengorbitkan satelit miliknya sendiri. Satelit Palapa, itulah nama satelit dalam berita yang menghiasi media masa di era 80-an. Dengan mengorbitnya satelit Palapa milik Indonesia ke angkasa, maka banyak orang yang mengharapkan kemajuan teknologi informasi di Indonesia semakin pesat. 
Begitu juga Iwan Fals menaruh harapan besar ini dalam lagunya yang berjudul Lancar ini. Namun dia juga berpesan asal jangan dampak positif pembangunan hasilnya tidak merata dan cuma dinikmati segelintir orang saja.




Lancar
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Sejak palapaku mengorbit ke angkasa
Kemajuan teknologiku semakin menggila
Komunikasipun bertambah mudah
Walau itu jauh di luar kota

Disana sini dan dimana mana
Terlihat berita tentang pembangunan
Terciptalah kini pemerataan
Bangsaku kini telah dipintu kemajuan

Tinggal semua perlu kesadaran
Jangan kita berpangku tangan
Teruskan hasil perjuangan
Dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan

Asal jangan pembangunan
Dijadikan korban
Asal jangan pembangunan
Hanya untuk si tuan Polan

Disana sini dan dimana mana
Terlihat berita tentang pembangunan
Terciptalah kini pemerataan
Bangsaku kini sudah diambang kemajuan

Tinggal semua perlu kesadaran
Jangan kita berpangku tangan
Teruskan hasil perjuangan
Dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan

Asal jangan pembangunan
Dibuat kesempatan
Asal jangan pembangunan
Dijadikan korban
Asal jangan pembangunan
Bikin resah kaum susah
Asal jangan pembangunan
Bikin mandul hutan gundul
Asal jangan pembangunan
Bikin gendut kulit perut
Asal jangan pembangunan
Bikin subur kaum makmur
Asal jangan pembangunan
Bikin kotor meja kantor
Asal jangan pembangunan
Buat senang cacing cacing

Aku Sayang Kamu

Sebuah proses mencintai lawan jenis yang penuh lika liku dan problemnya. Lagu ini menterjemahkan itu semua dalam lirik lugasnya. Seorang lelaki untuk mencintai perempuan selalu dibenturkan berbagai masalah. Ketika didekati, sang perempuan menghindar. Ketika dijauhi, malah didekati. Tapi disitulah seninya sebuah proses mencari cinta. Indahnya masa-masa seperti itu akan terkenang sepanjang masa.

Iwan Fals menyanyikan lagu berirama riang ini dengan baik. Karakter vocalnya tidak terlalu cempreng dan tidak begitu berat. Inilah lagu/album dimana Iwan Fals mulai bermetamorfosa merubah gaya vocalnya.




Aku Sayang Kamu
Iwan Fals ( Album Aku Sayang Kamu 1986 )

Susah susah mudah kau kudekati
Kucari engkau lari kudiam kau hampiri
Jinak burung dara justru itu kusuka
Bila engkau tertawa hilang semua duka

Gampang naik darah omong tak mau kalah
Kalau datang senang nona cukup ramah
Bila engkau bicara persetan logika
Sedikit keras kepala ah dasar betina

Ku suka kamu
Sungguh suka kamu
Ku perlu kamu
Sungguh perlu kamu

Engkau aku sayang sampai dalam tulang
Banyak orang bilang aku mabuk kepayang
Aku cinta kamu bukan cinta uangmu
Aku puja selalu setiap ada waktu

Ku suka kamu
Sungguh suka kamu
Ku perlu kamu
Sungguh perlu kamu

Langsat kuning cina warna kulit nona
(Rambut kepang dua kadang ekor kuda)
Bibir merah muda lesung pipit pun ada
Wajah cukup lumayan dapat poin enam
Kalau nona berjalan rembulan pun padam

Jumat, 01 Maret 2013

Ethiopia

Sebuah lagu yang berkisah tentang bencana kelaparan di Ethiopia. Pada masa itu, berita ini memang cukup menghebohkan masyarakat. Wajar bila Iwan Fals membuat lagu yang menggambarkan keprihatinannya pada bencana di benua Afrika ini.
Ethiopia adalah sebuah negara di benua Afrika. Dua dekade silam, tepatnya tahun 1984-1985, Ethiopia merebut perhatian dunia. Betapa tidak, bencana kekeringan dan kelaparan melanda negara di Benua Afrika tersebut. Kala itu banyak warga Ethiopia yang meregang nyawa karena kelaparan.


Ethiopia
Iwan Fals (Album Ethiopia 1986)

Dengar rintihan berjuta kepala
Waktu lapar menggila
Hamparan manusia tunggu mati
Nyawa tak ada arti

Kering kerontang meradang
Entah sampai kapan
Datang tikam nurani

Selaksa doa penjuru dunia
Mengapa tak rubah bencana
Menjerit Afrika mengerang Ethiopia

Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

Derap langkah sang penggali kubur
Angkat yang mati dengan kelingking
Parade murka bocah petaka
Tak akan lenyap kian menggema

Nafas orang-orang disana
Merobek telinga
Telanjangi kita

Lalat-lalat berdansa cha cha cha
Berebut makan dengan mereka
Tangis bayi ditetek ibunya
Keringkan air mata dunia

Obrolan kita dimeja makan
Tentang mereka yang kelaparan
Lihat sekarat dilayar TV
Antar kita pergi ke alam mimpi

Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

” Disana terlihat ribuan burung nazar...
Terbang disisi iga iga yang keluar...
Jutaan orang memaki takdirnya...
Jutaan orang mengutuk nasibnya...
Jutaan orang marah...
Jutaan orang tak bisa berbuat apa apa... “

” Setiap detik selalu saja ada yang merintih...
Setiap menit selalu saja ada yang mengerang...”
Ethiopia Ethiopia
Ethiopia Ethiopia

“ Aku dengar jeritmu dari sini...
Aku dengar...
Aku dengar tangismu dari sini...
Aku dengar... “

” Namun aku hanya bisa mendengar...
Aku hanya bisa sedih...
Hitam kulitmu...
Sehitam nasibmu kawan... ”

” Waktu kita asik makan...
Waktu kita asik minum...
Mereka haus...
Mereka lapar...
Mereka lapar...
Mereka lapar... “

Entah


Sebuah pengakuan jujur dan masuk akal dikatakan Iwan Fals dalam lagu ini. Lirik yang tegas namun penuh keraguan akan sebuah perasaan cinta. Bagaimana ada ketegasan tetapi ada keraguan didalamnya. Coba resapi lirik ini, 'seperti biasa aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti... entah..."

Nah sudah diresapi?. Trus benar juga kan? Iwan Fals tidak muluk muluk. Dia bisa saja berkata aku cinta kau selama-lamanya sampai maut memisahkan kita. Iwan Fals tidak berani berkata itu, sebab manusia hatinya bisa dengan mudah dibolak-balik. Hari ini cinta, besok bisa tiba-tiba benci. Begitulah kehidupan, maka jangan suka mudah berjanji kalau tidak yakin mampu menepati.
Lagu ini kemudian direkam ulang dan dimasukkan dalam album Best Of The Best tahun 2000 dengan versi musik yang berbeda. Karakter vocal Iwan Fals juga jauh berbeda.


Entah
Iwan Fals ( Album Ethiopia 1986 / Best Of The Best 2000)


Entah mengapa
Aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan
Jangan aku kau tinggalkan

Tak tahu dimana
Ada getar terasa
Waktu kau katakan
Ku butuh dekat denganmu

Seperti biasa
Aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari

Seperti biasa
Aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan
Aku cinta kau saat ini

Entah esok hari
Entah lusa nanti
Entah

Sungguh mati betinaku
Aku tak mampu beri sayang yang cantik
Seperti kisah cinta di dalam komik

Sungguh mati betinaku
Buang saja angan angan itu
Lalu cepat peluk aku

Lanjutkan saja langkah kita
Rasalah
Rasalah
Apa yang terasa

Tikus Tikus Kantor

Membuat perumpamaan manusia sebagai binatang sudah kerap ditulis Iwan Fals dalam lirik-lirik lagunya. Dalam lagu ini Iwan bermain di Kucing dan Tikus. Tikus disini digambarkan adalah sosok pegawai kantor yang rakus, licik dan penjilat. Sedangkan kucing disini diterjemahkan sebagai sosok pimpinan yang tidak disiplin dan suka korupsi atau terima suap.
Perpaduan yang bagus, mengingat karakter kedua binatang tersebut mirip dengan karakter orang-orang yang bersifat seperti itu. Coba perhatikan orang-orang model penjilat seperti tikus dalam lagu ini. Hampir mudah kita jumpai di setiap kantor-kantor instansi pemerintahan/swasta. Bawahan yang menjilat atasannya, berlagak sopan dan baik didepan atasannya. Namun begitu atasannya pergi, mulailah mereka bertindak kotor dan berbuat kasar. Begitu juga orang-orang model kucing seperti dalam lagu ini. Seorang atasan atau pimpinan instansi yang kerap mempersulit urusan bawahannya. Lalu dengan terang terangan meminta uang suap untuk melancarkan urusan itu. Ini sudah bukan rahasia lagi, dimana-mana mudah kita jumpai. Pantas saja negara ini menjadi surganya para koruptor karena tindakan mereka yang tidak diancam dengan hukuman yang tegas.


Tikus Tikus Kantor
Iwan Fals ( Album Ethiopia 1986 )


Kisah usang tikus tikus kantor
Yang suka berenang di sungai yang kotor
Kisah usang tikus tikus berdasi
Yang suka ingkar janji lalu sembunyi

Dibalik meja teman sekerja
Didalam lemari dari baja

Kucing datang cepat ganti muka
Segera menjelma bagai tak tercela
Masa bodoh hilang harga diri
Asal tak terbukti ah tentu sikat lagi

Tikus tikus tak kenal kenyang
Rakus rakus bukan kepalang
Otak tikus memang bukan otak udang
Kucing datang tikus menghilang

Kucing kucing yang kerjanya molor
Tak ingat tikus kantor datang menteror
Cerdik licik tikus bertingkah tengik
Mungkin karena sang kucing pura pura mendelik

Tikus tau sang kucing lapar
Kasih roti jalanpun lancar
Memang sial sang tikus teramat pintar
Atau mungkin si kucing yang kurang ditatar

Rabu, 06 Februari 2013

Sore Tugu Pancoran

Cerita duka seorang anak kecil penjual koran yang harus bekerja untuk mendapatkan uang guna biaya sekolahnya. Kondisi seperti ini sampai sekarang masih bisa kita temui di negeri yang kaya raya ini. Sungguh ironis kenyataannya, anak usia sekolah yang seharusnya penuh dengan keceriaan haru bekerja menjual koran demi kelangsungan hidup dan sekolahnya. 
Kemana para pengelola negeri ini yang tidak becus mengurusi derita rakyatnya sendiri terutama generasi penerus bangsa seperti si Budi dalam lagu Iwan Fals ini...? Mereka sibuk memperkaya diri dan keluarganya..... 




Sore Tugu Pancoran
Karya : Iwan Fals ( Album Sore Tugu Pancoran 1985 )


Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepang

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Selasa, 05 Februari 2013

Kumenanti Seorang Kekasih

Berikut ini adalah lirik lagu bertema cinta yang sederhana, polos dan apa adanya. Lagu karya Yoes Yono ini pertama dinyanyikan dan direkam oleh Iwan Fals dengan suara 'bindeng' seperti sedang sakit flu. Mungkin pada saat rekaman dia memang sedang flu. 
Versi awal lagu ini muncul pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 2005, lagu ini direkam ulang dengan aransemen musik serta karakter vocal Iwan Fals yang berbeda. Lagu versi barunya digabung dalam album Best Of The Best Iwan Fals bersama lagu-lagu rekaman lamanya. Album tersebut menjadi awal kemunculan kembali Iwan Fals di blantika musik Indonesia setelah sekian tahun dia vakum setelah kematian anak pertamanya (Galang).



Kumenanti Seorang Kekasih
Iwan Fals / Yoesyono ( Album Barang Antik 1984 / Best Of The Best 2005 )


Bila mentari bersinar lagi
Hatiku pun ceria kembali (asyik)
Kutatap mega tiada yang hitam
Betapa indah hari ini

Kumenanti seorang kekasih
Yang tercantik yang datang dihari ini
Adakah dia akan selalu setia
Bersanding hidup penuh pesona harapanku

Jangan kau tak menepati janji
Datanglah dengan kasihmu
Andai kau tak datang kali ini
Punah harapanku

Sugali

Ini mengingatkan kita pada peristiwa yang menjadi buah bibir di tahun 80-an. Pada masa itu pemerintah melakukan tindakan tegas kepada preman-preman alias orang-orang yang berbuat kriminal di jalanan. Tindakan tegas itu berupa pemburuan dan kerap kali preman-preman itu ditembak mati tanpa sebab yang jelas. Alhasil angka kriminalitas pada masa itu menurun karena banyak pelaku kriminal yang takut melakukan aksinya. 

Sugali adalah nama rekaan yang dipilih Iwan Fals untuk menggambarkan sosok preman yang diburu polisi. Sugali berasal dari kata Gali, yaitu singkatan dari Gerombolan Anak Liar. Pada masa itu istilah ini begitu populer digunakan sebagai sebutan para preman. Sedangkan awalan 'su' ditambahkan Iwan Fals sebagai pelengkap agar menjadi satu kesatuan sebuah nama.




Sugali
Iwan Fals ( Album Sugali 1984 )


Sua sua sua suara berita
Tertulis dalam koran
Tentang seorang lelaki yang sering keluar masuk bui
Jadi buronan polisi

Dar der dor suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan punya ilmu kebal senapan
Semakin lupa daratan

Lihat sugali menari
Di lokasi WTS kelas teri
Asik lembur sampai pagi
Usai garong hambur uang peduli setan

Di di du Di du da di du
Di di du di du du
Di di du Di du da di du
Di du da di du di da di du di da du

Ramai gunjing tentang dirimu
Yang tak juga hinggap rasa jemu
Suram hari depanmu

Rasa was was mata beringas
Menunggu datang peluru yang panas
Di waktu hari naas

Oh bisik jangkrik ditengah malam
Tenggelam dalam suara letusan
Kata berita di mana mana
Tentang Sugali tak tenang lagi dan lari sembunyi

Tar ter tor suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan punya ilmu kebal senapan
Sugali makin keranjingan

Lihat sugali menari
Di lokasi WTS kelas teri
Asik joget sampai lecet
Genit gelitik cewek binal paling busyet

Di di du Di du da di du
Di di du di du du
Di di du Di du da di du
Di du da di du di da di du di da du

Minggu, 03 Februari 2013

Celoteh Camar Tolol Dan Cemar

Ini adalah lagu yang berkisah tentang bencana terbakarnya kapal Tampomas II di perairan Indonesia. Pada waktu itu berita ini begitu gencar sebab memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Iwan Fals menaruh perhatian pada kejadian ini dan membuatkan lagu dengan judul Celoteh Camar Tolol Dan Cemar.
Rupanya banyak alasan tentang kecelakaan ini dari penanggung jawab yang tidak memuaskan banyak pihak...

Celoteh Camar Tolol Dan Cemar
Iwan Fals ( Album Sumbang 1983 )


Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datang

Sejuta lumba lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar
Tampomas terbakar
Risau camar memberi salam
Tampomas Dua tenggelam

Asap kematian
Dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan

Hatiku rasa
Bukan takdir tuhan
Karena aku yakin itu tak mungkin

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Bukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiri

Datangnya pertolongan
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan
Celoteh sang camar

Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jilat api dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang naas

Sabtu, 02 Februari 2013

Galang Rambu Anarki

Ini sebenarnya lagu tentang kelahiran putra pertama Iwan Fals yang bernama Galang Rambu Anarki (almarhum). Namun point ceritanya lebih fokus pada kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang bertepatan dengan hari kelahiran Galang.

Iwan Fals berkata dengan kenaikan harga BBM, maka kenaikah harga barang barang kebutuhan lainnya tidak dapat dihindari. Dan itulah kenyataannya. Maka tidak salah banyak orang yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Dan lucunya negeri kita adalah salah satu penghasil minyak yang logikanya harga BBM disini haruslah murah, namun hasil minyak negeri kita disedot bangsa lain dan kita dipaksa untuk membeli dari mereka....


Galang Rambu Anarki
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Galang Rambu Anarki anakku
Lahir awal Januari
Menjelang pemilu

Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM membumbung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi

Galang Rambu Anarki anakku

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu

Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM melambung tinggi

Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi

Galang Rambu Anarki anakku

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

Jumat, 01 Februari 2013

Sarjana Muda

Berapa banyak pengangguran yang tidak sekolah? Lalu berapa banyak pengangguran yang sekolah? Pertanyaan ini tentu susah dijawab. Mungkin kita tidak akan menjumpai perhitungan yang akurat. Namun setidaknya lagu Iwan Fals ini memberi gambaran bahwa sekolah tinggi pun tidak menjadi jaminan mendapat pekerjaan. Di negara ini lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan lulusan sekolah tinggi, begitu kata seorang kawan. Makanya banyak pengangguran.
Pantas saja ketika suatu waktu saya ngobrol dengan seorang sahabat. Dia tidak mau meneruskan sekolah ke perguruan tinggi, dia memilih kerja sendiri dengan berdagang selepas SMA. Ketika saya tanya mengapa tidak kuliah, dia jawab, percuma sekolah tinggi biaya banyak nantinya susah kerja. Mending berwiraswasta saja mulai sekarang, jadi bos sendiri di usaha yang dirintis sendiri itu lebih punya harga diri meski sedikit penghasilannya, daripada kuliah trus kerja kantoran dengan gaji tinggi tapi tetap saja statusnya kacung orang lain... hmmmmm..... bener juga...



Sarjana Muda
Karya : Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)


Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Disela bibir tampak mengering
Terselip sebatang rumput liar

Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti
Didepan halaman sebuah jawatan

Terjenuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang diharapkan
Terngiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang didambakan

Tak perduli berusaha lagi
Namun kata sama kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung semakin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah tak dapat kerja
Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia sia semuanya

Setengah putus asa dia berucap... maaf ibu...

Guru Umar Bakri

Umar Bakri menjadi nama yang cukup populer di masyarakat Indonesia. Begitu mendengar atau membaca nama rekaan karya Iwan Fals ini bisa dipastikan pikiran kita langsung tertuju pada figur seorang guru pegawai negeri dengan sepeda kumbangnya. Ya, Umar Bakri dalam lagu ini adalah seorang guru yang mengajar disekolah yang murid-muridnya hobi tawuran. Guru Umar Bakri berbakti pada negeri, mencerdaskan anak bangsa.... tetapi.... gajinya kecil sekali.
Inilah reward yang diberikan pemerintah kepada Guru. Reward itu berbentuk gaji yang kecil, itupun masih dipotong sana-sini oleh para koruptor. Bagaimana bangsa ini bisa cerdas kalau guru-guru yang ditugaskan oleh negara untuk mendidik tunas bangsa tidak dihargai tinggi semua pengabdiannya. Katanya tanah Indonesia kaya raya, kenapa penghasilan guru yang dananya didapat dari kekayaan alam ini tidak bisa besar..? tanya kenapa??






Guru Umar Bakri
Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)

Tas hitam dari kulit buaya
Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri
Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali

Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu

Laju sepeda kumbang dijalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang

Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan?
“Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan
Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut (Bakri kentut)
cepat pulang

Busyet... standing dan terbang

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Umar Bakri
Profesor dokter insinyurpun jadi
(Bikin otak orang seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri
Seperti dikebiri

Bakri Bakri
Kasihan amat loe jadi orang
Gawat
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam