Tampilkan postingan dengan label Wakil Rakyat (1987). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wakil Rakyat (1987). Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Surat Buat Wakil Rakyat

Inilah lagu fenomenal karya Ma'mun yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu ini begitu populer seakan tak lekang dimakan jaman. Sebab kenyataannya saat lagu ini dinyanyikan tahun 1987 hingga sekarang di tahun 2000-an, sikap wakil rakyat tidak banyak berubah. Mereka masih suka tidur saat sidang, wakil rakyat masih hobi membolos. Mereka sibuk melakukan kunjungan dinas yang ternyata berakhir dengan darmawisata keluar negeri menggunakan uang rakyat.

Dalam sidang-sidang di gedung parlemen, kita sering menyaksikan sandiwara para badut-badut yang sok bersikap tegas dan sok jagoan. Dalam kenyataannya mereka menjadi lemah ketika mendapat tekanan dari pihak yang berlawanan, apalagi kalau ditekan dengan duit. Belum lagi berapa banyak wakil rakyat yang tertangkap basah korupsi dan kini dipenjara. Inilah figur wakil rakyat di negara ini. Mereka mengatas namakan wakil dari rakyat, tetapi tidak banyak yang mau ikhlas membela rakyat. Membela partainya nomer satu, membela koleganya nomer satu.. membela rakyat.... nomer berapa ya......


Surat Buat Wakil Rakyat
Iwan Fals/Ma'mun ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Dikantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan di lotere
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he eh juara hahaha

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Disana di gedung DPR

Dihati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”

Libur Kecil Kaum Kusam

Menurut pengakuan Iwan Fals, ini adalah lagu yang paling dia sukai selama berkarya. Lagu ini berkisah tentang liburan yang dilakukan oleh kaum jelata. Liburan sederhana bersama keluarga dengan biaya yang pas-pasan. Meskipun bukan orang kaya, tetapi mereka juga berhak menikmati liburan dengan caranya sendiri.
Kalimat dalam lirik lagu ini begitu menyentuh pendengarnya. Seakan memaksa kita untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah didapat, apapun dan berapapun itu.





Libur Kecil Kaum Kusam
Karya : Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Nikmat kau hisap asap tembakau
Di bangku rumah kontrakan
Sore selesai kerja sehari
Tunggu istri berdandan
Janji pergi berkencan

Tak kalah dengan orang gedean
Dalam rasakan senang
Walau lembaran gaji sebulan
Hanya cukup untuk kakus
Soal rekreasi sih harus

Setianya anak istri
Menantikan bahagia
Sehari bagaikan sang raja

Selesai anak istri berdandan
Tembakau kau matikan
Jendela pintu lalu kau kunci
Tentu tak sabar mereka pergi
Stop bis kota dengan pasti

Libur kecil kaum kusam
Yang teramat manis begitu romantis
Walau sekali setahun

Tuhan rangkullah
Jangan kau tinggalkan
Waktu mereka

Pergilah derita ini hari

Berilah tawa yang terkeras
Untuk obati tangis lalu
Limpahkan senang paling indah
Agar luka tak nyeri
Agar duka tak menari

Teman Kawanku Punya Teman

Lagu kocak ini bercerita tentang seorang mahasiswa yang berlaku curang untuk memperoleh ijazah. Tampangnya seakan seperti seorang yang serius belajar, penampilannya juga tidak meragukan. Tapi ternyata untuk menamatkan kuliahnya dia cukup hanya membeli skripsi, tidak mengerjakan sendiri. Maklum dalam lagu ini digambarkan dia adalah anak orang kaya.
Inilah figur yang banyak dimiliki bangsa ini. Bagi orang-orang seperti mereka, sekolah hanya syarat dan sebagai bentuk gengsi atau hanya untuk mendapatkan ijazah. Ilmu tidak penting dicari. Yang penting punya ijazah supaya kerjaan lancar atau jabatan meningkat. Beberapa contoh yang sering kita temui adalah para pejabat, yang setelah mereka sukses terpilih menjabat posisi bagus ternyata diketahui ijazahnya beli. Hasilnya adalah pejabat yang korup dan tidak amanah.


Teman Kawanku Punya Teman
Karya : Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Kawanku punya teman temannya punya kawan
Mahasiswa terakhir fakultas dodol
Lagaknya bak professor pemikir jempolan
Selintas seperti sibuk mencari bahan skripsi

Kacamata tebal maklum kutu buku
Ngoceh paling jago banyak baca Kho Ping Hoo
Bercerita temanku tentang kawan temannya
Nyatanya skripsi beli oh di sana

Buat apa susah susah bikin skripsi sendiri
Sebab ijazah bagai lampu kristal yang mewah
Ada di ruang tamu hiasan lambang gengsi
Tinggal membeli tenang sajalah

Saat wisuda datang
Dia tersenyum tenang
Tak nampak dosa di pundaknya

Sarjana begini
Banyakkah di negeri ini
Tiada bedanya dengan roti

Menangis orang tua
Lihat anaknya bangga
Lahirlah sudah si jantung bangsa

Aku hanya terdiam
Sambil kencing diam diam
Dengar kisah temanku punya kawan

Guru Zirah

Mungkin lagu ini cuma khayalan Iwan Fals, tapi kenyataannya tidak bisa dipungkiri. Ada kok guru yang berpacaran dengan muridnya. Apalagi guru itu seorang yang cantik seperti Guru bernama Zirah dalam lagu ini. Zirah berpacaran dengan muridnya sendiri.

Fenomena yang ada didalam masyarakat digambarkan begitu luas oleh Iwan Fals lewat lagu-lagunya. Hampir semua sisi kehidupan yang kadang kita sama sekali tidak kepikiran, Iwan Fals mengulasnya lewat lagu.


Guru Zirah
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Dia cantiknya guru muda kelasku
Zirah namamu asli cangkokan Jawa
Busana biasa saja
Ramping kau punya pinggang

Tahi lalatmu genit nangkring di jidat
Goda batinku kilikitik imanku
Pantatmu aduhai
Bagai salak raksasa

Merah bibirmu bukan polesan pabrik
Mulus kulitmu tak perlu lagi ke salon
Betismu bukan main
Indah bak padi bunting

Tidur pun aku tak nyenyak
Sebelum aku sebutkan
Namamu
Guru Zirah bodi montok

Rasanya ingin punya bank
Tuk traktir engkau seorang
Impianku
Guru Zirah bodi montok

Baru melihat kaki ibu melangkah
Hati didalam dag dig dug mirip beduk
Apalagi he he he
Tak kan kuat ku berdiri

Zirah guruku ibu manis bak permen
Berilah les privat agar otakku paten
Hadiahku tas plastik
Boleh pesan di butik

Tidur pun aku tak nyenyak
Sebelum aku sebutkan
Namamu
Guru Zirah bodi montok

Rasanya ingin punya bank
Tuk traktir engkau seorang
Impianku
Guru Zirah VeWe Kodok

Kalau setuju kita bolos sehari
Bohong sedikit mungkin Tuhan tak marah
Asmara tak bedakan
Aku murid kau guru

Kebun binatang lokasi yang ideal
Murah meriah ongkos buat pacaran
Ku tahu gaji ibu
Hanya cukup untuk beli tahu

Tidur pun aku tak nyenyak
Sebelum aku sebutkan
Namamu
Guru Zirah bodi montok

Rasanya ingin punya bank
Tuk traktir engkau seorang
Impianku
Guru Zirah VeWe Kodok

Emak


Sudah yang kesekian kalinya Iwan Fals emnyanyikan lagu bertema tentang seorang Ibu. Kalau yang ini berisi puji-pujian kepada seorang Ibu. Lagu yang dikerjakan bersama Bagoes AA ini memuat bait bait yang indah. Iwan Fals berhasil membawa emosi pendengarnya lewat karakter vocal yang kuat.

Salah satu bait yang saya suka dari lagu ini adalah 'Bagai bening mata air memancar tak henti.... Sirami jiwaku waktu kecewa... datang menggoda' kepada Ibu saya suka mencurahkan isi hati saat kecewa datang. Ibu bisa membuat hati saya terasa tenang dan damai, sambil beliau kerap mengingatkan saya agar banyak-banyak mendekatkan diri kepada Allah.






Emak
Iwan Fals / Bagoes A.A. ( Album Wakil Rakyat 1987 )

Tanpa engkau
Sedikitpun tiada artinya aku
Bagiku kau api
Yang berikan hangat begitu kuat
Pada beku nadi

Tiada dua
Engkau hadirkan cinta tak berahir
Tak kan pernah mampu
Kulukis putihmu lewat lagu
Maafkanlah aku

Bagai bening mata air
Memancar tak henti
Mungkin masihlah teramat kurang

Bagai sinar matahari
Yang tak kenal bosan
Berikan terangnya pada kita
Kaulah segalanya

Hanya ini
Yang sanggup kutulis untukmu bunda
Jangan tertawakan
Simpan dalam hatimu yang sejuk
Rimbun akan doa

Kau berikan semuanya
Yang bisa kau beri
Tanpa setitikpun harap balas

Kau kisahkan segalanya
Tanpa ada duka
Walaupun air matamu tumpah
Tenggelamkan dunia

Bagai sinar matahari
Yang tak kenal bosan
Berikan terangnya pada jiwa

Kau berikan semuanya
Yang bisa kau beri
Tanpa setitikpun harap balas
Agungnya engkau

Bagai luas laut biru
Batinmu untukku
Selalu ada tempat tuk resahku

Bagai bening mata air
Memancar tak henti
Sirami jiwaku waktu kecewa
Datang menggoda

Diet


Bicara lirik kocak, memang lagu-lagu Iwan Fals adalah salah satu biangnya. Bersama Bagoes AA dia menyanyikan lagu berjudul Diet. Hehehehe... sampai urusan diet saja dilagukan. Ceritanya tentang orang yang berjuang diet untuk mengurangi berat badan. Tetapi pasti datang banyak godaan dan dia pun tak tahan ketika melihat resep Gule Buaya.. hmmm nikmaattt....



Diet
Iwan Fals / Bagoes A.A. ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Susahnya menghadapi godaan
Mencium harum lezat makanan
Rasanya lidah ingin cicipi
Melihat balado kacang dan teri

Kau lupakan semua aturan
Ahli gizi yang tampan
Resiko soal belakang
Asalkan sang perut kenyang

Delapan puluh dua kilogram
Mengundang mata untuk memandang
Menyesal benci pada sang perut
Sedangkan lapar terus menuntut

Jikalau engkau sadar
Nafsu makan dilawan
Bangun tidur pagi buta
Lincahnya senam irama

Seminggu engkau jalani
Nasehat sang ahli gizi
Namun tak lama berselang
Godaan goyahkan iman

Majalah yang sedang engkau baca
Tawarkan resep gulai buaya
Nikmatnya engkau lama berhayal
Tak tahan kau makan tanpa sesal

Dimana

Lagu bertempo lambat ini dinyanyikna Iwan Fals dengan suara serak dan sedikit berat. Iwan Fals mencoba membawa nuansa gelap dalam lagu ini. Bagi saya lagu seperti ini cocok buat pengantar tidur atau menemani dalam kesunyian malam.

Dimana
Iwan Fals / Bagoes A.A. ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Sempat aku goyah
Sekejap terjatuh
Didalam arungi perjalanan

Pada kelam hari
Akupun bersujud
Nikmati semuanya tanpa tanya

Kucoba selami
Dalamnya samudera
Ikuti gelombang terjang karang

Tetap tak kudapat
Apa yang ku mau
Hanya bimbang yang singgah dera jiwa
Cakar hati
Penat semakin selimuti

Dimana senyummu ?
Yang sanggup memberi rasa damai
Dimana belaimu ?
Yang hangatkan nadiku yang beku

Hampir ku tak kuat
Hampir ku tak mampu
Lewati jalan keringb erdebu

Dahaga meronta
Letihku menggila
Namun jarak masihlah
Teramat jauh

Batinku terapung
Bosan ku melangkah
Engkau tetap saja tak bergeming

Otakku berderak
Lontarkan kecewa
Tak mau percaya yang kau janjikan
Pada waktu
Detak jantung semakin melemah

Dimana senyummu ?
Yang sanggup memberi rasa damai
Dimana belaimu ?
Yang hangatkan nadiku yang beku

Setetes air
Yang kau beri
Kan berarti bagiku

Seulas senyum
Di sisa hari
Kan berarti bagiku

Potret Panen + Mimpi (Wereng)

Bencana serangan hama wereng yang memusnahkan tanaman padi siap panen dari para petani menggugah Iwan Fals untuk dijadikan sebuah lagu. Pada tahun 80-an di Indonesia dilanda serangan hama wereng yang menghancurkan tanaman padi siap panen. Yang dirugikan adalah petani-petani kecil. 
Pada masa itu berita tentang wabah ini begitu rame dibicarakan media. Wajar saja, sebab padi adalah tanaman yang nantinya menghasilkan besar yang merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Maka wabah ini dianggap serius dan segera ditangani.





Potret Panen + Mimpi (Wereng)
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Dipematang sawah

Padi menguning lambai menjuntai
Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu

Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala

Balai reot bambu rapuh
Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh

Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas

PHK

PHK seakan menjadi singkatan yang mengerikan bagi para pekerja. PHK adalah Pemutusan Hubungan Kerja, tentu dilakukan dengan berbagai alasan. Menjadimengerikan karena disini susah mendapatkan pekerjaan, sehingga apabila di PHK, maka hilanglah sudah mata pencaharian.

Maka dari itu sekarang banyak orang yang enggan bekerja ikut perusahaan atau orang lain. Mereka lebih memilih menjadi wirausahawan sendiri. Menjadi bos untuk disi sendiri tanpa kenal kata PHK.

Lagu ini versi awalnya ada dalam album Wakil Rakuyat tahun 1987. Kemudian diaransemen ulang dan masuk kedalam album Mata Dewa tahun 1989. Aransemen ulang lagu ini menghasilkan karya yang gahar penuh warna rock.




P.H.K.
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 & Mata Dewa 1989 )


Lelaki renta setengah baya
Geram di trotoar jalan
Saat panas tikam kepala
Seorang buruh disingkirkan

Bising mesin menyulut resah
Masih bisa engkau pendam
Canda anak istri dirumah
Bangkitkan kau untuk bertahan

Oh yaya Oh yaya Oh Yaa
Oh yaya Oh yaya Oh Yaa

Pesangon yang engkau kantongi
Tak cukup redakan gundah
Tajam pisau kepalan tangan
Antar kau ke pintu penjara

Oh yaya Oh yaya Oh Yaa
Oh yaya Oh yaya Oh Yaa

Sedanau nanah dari matamu
Tak mampu jatuhkan hati mereka
Serimba luka didalam jiwa
Juga tak berarti

Hitam benak kini mulai akrab
Hitam benar isi hari harimu

Kau tafakur dibalik jeruji pengap
Kau menjerit coba melawan

Mata Indah Bola Ping Pong

Bukan Iwan Fals kalau tidak menyelipkan perumpamaan yang aneh-aneh dalam lagunya. Dia mengagumi kecantikan seorang wanita, sehingga dia menggambarkan indahnya mata wanita seperti bola ping pong. Masuk akal juga membandingkan denganbola ping pong, karena mata manusia besarnya ya kira-kira segitu. Untung saja Iwan Fals tidak membandingkan dengan bola tenis atau bahkan bola basket, jadi mengerikan dong.... hehehe



Mata Indah Bola Ping Pong
Iwan Fals ( Album Wakil Rakyat 1987 )


Pria mana yang tak suka
Senyummu juwita
Kalau ada yang tak suka
Mungkin sedang goblok

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku puja

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Sampai kapan pun kurindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Engkau baik
Engkau cantik
Kau wanita
Aku cinta

Aku puja
Kau betina
Bukan gombal
Aku yang gila

Jangan marah kalau kugoda
Sebab pantas kau digoda
Salah sendiri kau manis
Punya wajah teramat manis

Wajar saja kalau kuganggu
Biar mampus aku rindu
Lepaskan tawamu nona
Agar tak murung dunia

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Bibirmu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Pipimu yang aduhai

Mata indah bola ping pong
Masihkah kau kosong
Bolehkah aku membelai
Jidatmu yang aduh
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam