Tampilkan postingan dengan label (KPJ) Kelompok Penyanyi Jalanan (1985). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (KPJ) Kelompok Penyanyi Jalanan (1985). Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

Album KPJ dan Sebagian Kisahnya

Album KPJ dan Sebagian Kisahnya

Perbedaan Singkatan KPJ Versi Piringan Hitam Dan Kaset

Apakah sebenarnya singkatan KPJ itu?. Dalam album Iwan Fals dan KPJ (terbitan musica) versi piringan hitam (PH) yang tidak diperjual belikan (hanya untuk promo di radio), KPJ merupakan singkatan dari "Kelompok Pemusik Jalanan". Sedangkan dalam versi kaset (juga dari musica) yang diperjual belikan, KPJ adalah singkatan dari "Kelompok Penyanyi Jalanan".

Kalau di wikipedia, KPJ adalah singkatan dari "Kelompok Penyanyi Jalanan". Begitu juga jika kita searching di google, bisa didapati banyak artikel tentang KPJ yang merupakan singkatan dari "Kelompok Penyanyi Jalanan". Begitu juga kalau kita bermain ke situs KPJ, huruf P juga bermakna "Penyanyi". Dari fakta yang ada, dapat disimpulkan bahwa KPJ itu adalah singkatan dari "Kelompok Penyanyi Jalanan"

Mengapa dalam versi PH terjadi perbedaan?. Hal semacam ini tampaknya sudah biasa terjadi pada masa itu. Dimana sering terjadi kesalahan cetak tulisan dalam album-album Iwan Fals juga album penyanyi lainnya.

Kita kembali teringat pada salah satu lagu Iwan Fals dari album Sumbang yang disitu tertulis judulnya "Jendela Kelas 1". Pada sebuah kesempatan konser live di TV, Iwan Fals meralat judul lagu ini dengan hanya "Jendela Kelas". Angka 1 (satu) yang tertera di cover kaset dan sudah dianggap sebagai judul ternyata adalah kode dari 'take 1' pada saat rekaman. Dan rekaman pertama inilah yang dimasukkan kedalam album. Rupanya angka 1 (satu) tersebut ikut tercatat dan menjadi bagian dari judul lagu.

Dalam versi PH album KPJ, jumlah lagu hanya sedikit yaitu 8 buah lagu. Sedangkan versi kaset terdapat 10 buah lagu.

Klik gambar untuk memperbesar.


PH album KPJ (koleksi dOel)


Kaset album KPJ cover awal (koleksi dOel)
Perbedaan Cover Album KPJ
Dalam perjalanannya, album KPJ memiliki dua cover yang berbeda. Cover edisi pertama didominasi dengan warna merah dengan gambar utama para personil yang tergabung, dan lagu Serenade ditonjolkan sebagai jagonya. Cover edisi pertama ini sekarang tidak dicetak lagi.

Sedangkan cover yang sekarang kita jumpai lebih didominasi dengan foto Iwan Fals dan tulisan namanya yang besar serta dua buah lagu yang dinyanyikan Iwan Fals terpampang menjadi andalannya. Rasanya penonjolan figur Iwan Fals adalah sebagai strategi dagang untuk meningkatkan penjualan album ini. Mengingat Iwan Fals lebih beruntung dalam perjalanan karirnya dan memiliki nilai jual.

KPJ : Herry Lintauw, Anto Baret, Swartato, Eko Partiteur dan Iwan Fals

Catatan: Dalam album ini kita menjumpai suara perempuan bernyanyi pada beberapa lagu, termasuk juga duet dengan Iwan Fals pada lagu Kupaksa Untuk Melangkah. Namun dalam cover baik edisi awal atau cover penggantinya, tidak disebutkan namanya. Belakangan Iwan Fals di situs resminya (iwanfals.co.id) menjelaskan bahwa penyanyi perempuan itu bernama Riana. (sb)

Klik gambar untuk memperbesar.


Kiri : Cover perdana album KPJ (koleksi dari Fendi)
Kanan : Cover yang sekarang (koleksi pribadi)


terimakasih kepada fendi untuk koleksinya
serta dOel untuk foto-foto koleksi dan sebagian ulasan

Kupaksa Untuk Melangkah


Inilah lagu yang mengisahkan seorang pengamen jalanan. Lagu ini seperti menjadi lagu wajib KPJ (kelompok penyanyi jalanan) yang diajak ikut serta dalam pengerjaan album yang menggunakan nama Iwan Fals supaya menarik konsumen.

Dalam lagu ini kisah pengamen digambarkan seperti realita yang ada. Bekerja halal mencari uang dengan cara menjual suara. Dari tenda ke tenda warung sambil mengusung gitar adalah kegiatan sehari-hari mereka.






Kupaksa Untuk Melangkah
Iwan Fals ( Album KPJ 1985 )


Kulangkahkan kakiku yang rapuh
Tinggalkan sepi kota asalku

Saat pagi buta
Sandang gitar usang
Ku coba menantang
Keras kehidupan

Datangi rumah rumah tak jemu
Petik tali tali senar gitarku

Dari tenda ke tenda
Warung yang terbuka
Lantang nyanyikan lagu
Oh memang kerjaku

Tak pasti jalur jalan hidup
Ku tunggu putaran roda nasib
Ku coba paksakan untuk melangkah

Sementara
Kerikil kerikil tajam menghadang
langkahku

Penari Jalanan

Nama Jabo dalam catatan pencipta lagu ini adalah Sawung Jabo. Pada masa itu Jabo tidak setenar Iwan Fals, namun lagunya direkam kedalam album KPJ ini. Iwan Fals tidak ikut bernyanyi dalam rekaman lagu Penari Jalanan ini, namun dia pernah menyanyikan lagu ini dalam sebuah konsernya.

Penari Jalanan
Jabo ( Album KPJ 1985 )


Berbedak dan bergincu
Menutupi mukanya yang berkerut
Selendang biru dipundaknya
Melengkapi dandanannya
Seorang penari jalanan

Menawarkan senyumnya
Pada orang yang melingkarinya
Menari dan menyanyi
Diiringi gamelan tua
Sementara anaknya tertidur dibuai lagu ibunya

Penari jalanan yang terbuang dijalanan
Menari dan menyanyi setiap malam
Keringat menghapus bedakmu
Tinggallah wajah yang tua
Diremangnya sinar lampu

Ketika anaknya terbangun
Dilihat ibunya masih menari
Lalu dia tertidur kembali
Berjanji pada diri sendiri
Kelak untuk menggantikan ibunya

Penari jalanan yang terbuang dijalanan
Menari dan menyanyi setiap malam
Keringat menghapus bedakmu
Tinggallah wajah yang tua
Diremangnya sinar lampu

Warijem Dan Tukiman

Lagu dengan lirik nakal dan centil ini mengenai percintaan rakyat jelata bernama Warijem dan Tukiman. Mereka berpacaran di bawah jembatan pada malam hari. Dan nafsu menggoda mereka untuk berbuat lebih di sepinya malam itu. Akhirnya mereka berdua ditangkap hansip karena mengganggu ketertiban umun dengan berbuat tidak sepantasnya....




Warijem Dan Tukiman
Yoyik Lembayung / Anto Baret ( Album KPJ 1985 )


Ini kisah percintaan asli
Antara Tukiman dan Warijem
Status Warijem **** yang ****
Status Tukiman duda bulukan yang serampangan
Cinta mereka bersemi
Dibawah jembatan Semanggi

Disaksikan dengus mesin
Yang melintas diatas kepala
Senyum Warijem tak pernah hilang tebuang
Senyum Tukiman dibalik kumis melintang
Cinta mereka bersemi
Di dinding nurani Semanggi

Bulan bintang
Dingin malam
Desir angin
Lampu taman

Saksikan Warijem
Saksikan Tukiman
Warijem Tukiman
Disaksikan malam

Saksikan Warijem
Saksikan Tukiman
Warijem Tukiman
Disaksikan malam

Sayang cinta kasih mereka
Tak dapat dilanjutkan
Sebab sepasukan hansip keburu turun tangan
Tukiman Warijem diseret kemanan
Karena ketahuan main gelut-gelutan
Di rerumputan

Kaum Urbanis

Lagu mengenai para pejuang pencari nafkah di tempat orang. Kaum urbanis namanya, adalah orang-orang yang hijrah mengadu nasib di tanah lain. Lirik yang sederhana dan tidak begitu rumoit dipahami. KPJ menyanyikan dengan irama balada. Dikisahkan perjuangan mencari nafkah di negeri yang penuh peraturan itu tidak mampu merubah kondisi menjadi lebih baik.




Kaum Urbanis
Yoyik & Athoq Klobot ( Album KPJ 1985 )


Bersama mereka ku datang
Perempuan penjual kembang
Anak ganas dan pasanda

Menuju negeri yang penuh dengan peraturan
Sedang keadaan tak pernah menjadi mapan

Bukalah pintu dan jendela
Dengarkanlah nyanyian kami

Serenade

Lagu ini juga dinyanyikan oleh seorang perempuan anggota KPJ yang saya lupa namanya. Sebuah lagu pemberi semangat kehidupan bagi orang-orang yang tertindas. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu ini dalam sebuah konsernya. Lagu ini juga pernah diaransemen dan dinyanyikan ulang oleh kelompok musik Reagge asal Indonesia bernama Steven And Coconut Treez.



Serenade
Anthoq Klobot & Yoyik Lembayung ( Album KPJ 1985 )

Aku ingin nyanyikan lagu
Buat orang orang yang tertindas
Hidup di alam bebas
Dengan jiwa yang terpapas
Dengan jiwa yang terpapas

Kenapa harus takut pada matahari ?
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari ?
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Aku ingin nyanyikan lagu
Bagi kaum kaum yang terbuang
Kehilangan semangat juang
Terlena dalam mimpi panjang
Ditengah hidup yang bimbang

Kenapa harus takut pada matahari ?
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari ?
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Di lorong lorong lorong jalan
Di kolong kolong kolong jembatan
Di kaki kaki kaki lima
Di bawah menara
Kau masih mendekap derita
Kau masih mendekap derita

Kenapa harus takut pada matahari ?
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari ?
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Aku ingin nyanyikan lagu
Tanpa kemiskinan dan kemunafikan
Tanpa air mata dan kesengsaraan
Agar dapat melihat surga
Agar dapat melihat surga

Kenapa harus takut pada matahari ?
Kepalkan tangan dan halau setiap panasnya
Kenapa harus takut pada malam hari ?
Nyalakan api dalam hati usir segala kelamnya

Senandung Istri Bromocorah

Lagu ini dinyanyikan oleh seorang perempuan yang saya lupa namanya. Rianna kalau tidak salah. Dia tergabung dalam kelompok KPJ. Lagu ini berkisah mengenai Istri Bromocorah (preman jalanan) yang diburu aparat keamanan. Dia mencoba membesarkan hati anaknya atas kegelisahan yang menimpa keluarganya. Salah sendiri jadi preman, ya hidupnya tidak bakal tenang....




Senandung Istri Bromocorah
Anto Baret ( Album KPJ 1985 )

Nak berhentilah
Jangan sekolah bapakmu sudah tak kerja
Nak jangan menangis
Memang begini keadaannya

Pangkalan jatah ditoko toko dan diparkiran
Sudah bukan milik bapak lagi

Nak mari berdoa
Agar bapak selamat dari penembakan
Berita gencar
Disetiap lembaran koran
Tentang dibunuhnya para bromocorah

Maafkan bapakmu anakku
Yang tak bisa membesarkanmu
Jangan kau benci bapakmu
Entah bagaimana masa depanmu
Entah bagaimana hari depanmu

Oh anakku
Jangan kau ikuti jejak bapakmu

Nak mari berdoa
Agar bapak selamat dari penembakan
Berita gencar
Disetiap lembaran koran
Tentang dibunuhnya para bromocorah

Maafkan bapakmu anakku
Yang tak bisa membesarkanmu
Jangan kau benci bapakmu
Entah bagaimana masa depanmu
Entah bagaimana hari depanmu

Oh anakku
Jangan kau ikuti jejak bapakmu

Krisis Pemuda

Lagu yang disertakan dalam album KPJ ini mengritik sikap senior senior negara yang enggan mempercayai kualitas dan kuantitas pemuda untuk melaksanakan pembangunan negeri ini. Sedikitnya lowongan kerja membuat banyak pemuda menjadi pengangguran. Lagu ini mengritik perilaku nepostisme dalam mendapatkan kerja. Yang diutamakan adalah keluarga dan relasi dekat untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Sedangkan yang tidak mempunyai akses dikedua hal tersebut akan susah mendapatkan pekerjaan meskipun mempunyai kualitas yang bagus....




Krisis Pemuda
( Album KPJ 1985 )

Bermacam macam tuduhan
Yang menimpa pemuda
Bermacam macam sindiran
Menyelimuti hidup pemuda

Tak ada yang mau mengerti
Akan segala kemampuannya
Dan tak ada yang mau peduli
Mengapa sampai jadi korban
Kelinci kelinci percobaan

Semua sibuk dengan kekayaan
Semua sibuk dengan alasan
Seakan melepas kasih sayangnya

Dimana kusumbangkan tenaga
Demi laju bangun negara
Tapi tak sempat ku berbicara
Lowongan kerja tak kudapatkan

Sistim koneksi
Sistim famili
Merajalela di setiap instansi

Sistim koneksi
Sistim famili
Merajalela di setiap instansi

Oh oh oh oh
Krisis pemuda
Melanda negeri tercinta (Indonesia)

Oh oh oh oh
Krisis pemuda
Melanda negeri tercinta (Indonesia)

Kembang Pete

Kembang pete adalah sebuah bunga yang mudah didapatkan disekitar kita. Bunga inilah yang diberikan Iwan Fals kepada kekasihnya sebagai ungkapan rasa cintanya. Iwan mungkin tidak mampu memberikan bunga Mawar yang mungkin harus dibeli dengan uang. Karena lagu ini mengisahkan percintaan sepasang muda mudi yang terbentur dengan masalah biaya kehidupan. Iwan Fals juga menyindir biaya dokter yang mahal sehingga kalau sakit dia menyarankan tidak perlu ke dokter. Lagu ini ditutup dengan harapan semoga cinta kita abadi meskipun penuh dengan keterbatasan.


Kembang Pete
Iwan Fals ( Album KPJ 1985 )


Kuberikan padamu
Setangkai kembang pete
Tanda cinta abadi
Namun kere

Buang jauh jauh
Impian mulukmu
Sebab kita tak boleh
Bikin uang palsu

Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi

Cinta kita cinta jalanan
Yang tegar mabuk di persimpangan
Cinta kita cinta jalanan
Yang sombong menghadap keadaan

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

Kuberikan untukmu
Sebuah batu akik
Tanda sayang batin
Yang tercekik

Rawat baik baik
Walau kita terjepit
Dari kesempatan
Yang semakin sempit

Cinta kita cinta jalanan
Yang tegar mabuk di persimpangan
Cinta kita cinta jalanan
Yang sombong menghadap keadaan

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera
Semoga hidup kita bahagia
Semoga hidup kita sejahtera

2 Menit 10 Detik

Tidak ada hubungan judul lagu ini dengan tema yang diusung dalam liriknya. Liriknya juga susah dipahami, seperti sebuah keluhan pada sifat perempuan. Judul lagunya 2 menit 10 detik, itu adalah durasi dari lagu ini. Coba cek koleksi rekaman Anda, periksa durasi lagu ini pasti sepanjang 2 menit dan 10 detik. Rupanya Iwan Fals bingung memberi judul pada lagu ni dan rupanya lagu ini dibuat sekedar menjadi pelengkap jumlah lagu yang harus ditampilkan dalam album ini.


2 Menit 10 Detik
Iwan Fals ( Album KPJ 1985 )


Yang menangis di ketiakku
Engkaukah itu perempuanku?

Diamlah diamlah
Berhentilah berhentilah
Sebentar

Yang tertawa di nganga luka
Engkaukah itu betinaku?

Puaskah hatimu?
Teruslah tertawa
Hingar

Minggu, 03 Februari 2013

Sumbang

Iwan Fals bicara politik saya tidak tahu, tapi kalau Iwan Fals bernyanyi tentang politik inilah hasilnya. Sebuah lagu yang cukup kritis dinyanyikan Iwan menyoroti dunia politik yang penuh dengan permainan saling menjatuhkan lawan dengan cara yang licik.
Maka pantas saja banyak orang yang alergi dengan politik. Tetapi ada juga yang betah didunia politik, sebab disitulah lahan basah yang sering banjir uang. Jadi wajar kalau Iwan memberi judul lirik lagu ini dengan judul 'Sumbang'. Memang benar, dunia politik itu dunia yang kotor. Orang bersih dan jujur susah ditemukan di dunia politik. Kalaupun ada, biasanya umurnya tak akan lama.. akan langsung dibantai oleh politikus politikus kotor ahli koruptor...



Sumbang
Iwan Fals ( Album Sumbang 1983 )


Kuatnya belenggu besi
Mengikat kedua kaki
Tajamnya ujung belati
Menghujam di ulu hati
Sanggupkah tak akan lari
Walau akhirnya pasti mati

Di kepala tanpa baja
Di tangan tanpa senjata
Ah itu soal biasa
Yang singgah didepan mata kita

Lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita
Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
Banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
Menyerang dalam gelap

Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
Memburu kala haru dengan cara main kayu
Tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu

Setan setan politik
Kan datang mencekik
Walau dimasa paceklik
Tetap mencekik

Apakah selamanya politik itu kejam ?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam ?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya

Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing

Tikam dari belakang
Lawan lengah diterjang
Lalu sibuk (kasak kusuk) mencari kambing hitam

Selusin kepala tak berdosa
Berteriak hingga serak didalam negeri yang congkak
Lalu senang dalang tertawa
Ya ha ha

Lagu Sumbang

Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam