Tampilkan postingan dengan label Belum Ada Judul (1992). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belum Ada Judul (1992). Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Belum Ada Judul - Iwan Fals ft. Laduni - OST Mama Cake Movie 2012

Iwan Fals feat. Laduni Belum Ada Judul OST Mama Cake Movie
Lagu Belum Ada Judul adalah salah satu lagu Iwan Fals yang... hmmm..., ahh sulit mengutarakannya. Ini lagu keren bro, lagu antik, lagu dahsyat Iwan Fals. Meskipun cuma diiringi gitar akustik dan harmonika, hasilnya malah menjadi megah. Lagu Belum Ada Judul rilis pada tahun 1992 saat Iwan Fals masih gondrong dan berkumis tebal serta berpenampilan sangar. 
Dan sekarang di tahun 2012 ini, Iwan Fals menyanyikan ulang lagu Belum Ada Judul dengan aransemen musik yang berbeda bersama band Laduni. Lagu ini menjadi OST film Mama Cake.
Naah..., ini dia lagu beserta video Belum Ada Judul versi 2012 ...



Ternyata Belum Ada Judul versi baru ini tidak melunturkan kedahsyatan lagu fenomenal ini. Masih banyak yang merinding mendengarkannya... Aransemen barunya aduhai... Liriknya... waaah....

Dalam lagu versi baru ini vocal Iwan Fals terdengar mengalir dengan mantap tanpa distorsi yang mengganggu. Cara bernyanyi Iwan Fals terasa lembut ditelinga apalagi ditambah dengan aransemen musik dari Laduni yang bagi saya cukup klop dari segala sisi. Lagu Belum Ada Judul versi 2012 ini mampu mengembalikan memory saya pada masa-masa penuh kenangan bersama lagu-lagu Iwan Fals. Laduni dan gaya bernyanyi Iwan Fals dalam lagu ini mampu membuka tabir emosi saya akan hausnya 'kegarangan' Iwan seperti yang pernah saya jumpai di masa yang lalu.

Dibawah ini merupakan uraian dari akun youtube video diatas.
Published on Jul 25, 2012 by PicturesFalcon 
Terlibat dalam sebuah proses produksi film merupakan hal yang langka bagi Iwan Fals. Tapi bukan Iwan Fals namanya, kalau tidak istimewa. "Belum Ada Judul", judul lagu ciptaannya yang monumental digubah ulang demi sebuah film drama komedi, Mama Cake. 
Iwan Fals merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam film Mama Cake. Terlebih lagi, ia merasa film ini adalah refleksi dirinya saat ia masih berusia 24 tahun. "Belum Ada Judul" dipilih sebagai salah satu musik pengiring Mama Cake karena kesimetrisan tema antara lagu dan film, yaitu tentang kehidupan dan persahabatan. 
Lagu ini dicitra kembali oleh band Laduni. Band yang personilnya juga ambil bagian dalam proses produksi Mama Cake. Hasilnya sungguh di luar ekspektasi. Walau "Belum Ada Judul" yang baru dimainkan dengan tempo yang lebih lambat, roh lagu ini justru terasa makin dahsyat. Ditambah dengan lantunan vokal Iwan Fals yang luar biasa. 
Sutradara : Anggy & Bounty Umbara 
DOP : DR. M 
Produksi : Falcon Pictures
-------------------------------------------------------------------
Iwan Fals Mama Cake
Twitter account
@MamaCake_Movie

An Epic Journey of 3 Friends in Finding The Real : Friendship, Love, Truth, Fate and Destination in a Box of Brownies from MAMA CAKE.
Directed by @anggy_umbara


-------------------------------------------------------------------

Perlu diketahui, pada tahun 2012 ini Iwan Fals juga membuat lagu baru untuk OST film Mursala. Sekalian mengingatkan kita, pada 2011 Iwan Fals menyanyikan lagu untuk OST film Batas dan pada 2008 dia menyanyikan OST film Kekasih sekaligus menjadi cameo di film itu. Kemudian pada tahun 90-an, Iwan Fals juga bermain penuh pada film Kantata Takwa. Dan pada tahun 1986, Iwan Fals malah menjadi bintang utama pada film yang judulnya diambil dari lagu Iwan Fals yaitu film Damai Kami Sepanjang Hari. Film tersebut berkisah tentang perjalanan karir Iwan Fals dan dihiasi dengan lagu-lagu Iwan Fals yang populer pada masa itu.



Kembali ke Belum Ada Judul OST Mama Cake Movie, berikut ini video klip lagu Belum Ada Judul versi tahun 1992. Liriknya top markotop dah...



Iwan Fals Belum Ada Judul 1992Belum Ada Judul
(Iwan Fals 1992)

Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah... Lelah...

Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah... Kau...

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara... Dihati....

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku... Sobat...

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara... Dihati...



Materi diatas saya ambil dari : iwanfalsmania.com 100% Iwan Fals

Antara Cicak, Buaya dan Iwan Fals

Tahukah Anda... Iwan Fals dan Naniel sudah menyebut CICAK vs BUAYA sejak tahun 1992 dalam sebuah lagu karya mereka yang berjudul BESAR dan KECIL, dalam album Belum Ada Judul.

Dari SB @iwanfalsmania.blogspot.com
untuk INDONESIA
Klik gambar untuk ukuran besar


Kok bisa pas ya?... Ya nyatanya bisa kok...! Mungkin yang sekarang mempopulerkan istilah ini juga salah satu penggemar Iwan Fals. Kalau benar, ini sebagai bukti fans Iwan Fals bukan hanya 'kaum pinggiran', tetapi juga ada didalam lingkup pejabat tinggi, berpangkat dan 'bermasalah'. huu... huuuu.. huuuu....(sb)

Panggilan Dari Gunung

Saya tidak begitu paham maksud dari lirik lagu ini. Saya juga tidak pernah mendapat informasi mengenai makna lagu ini. Yang jelas judulnya Panggilan dari Gunung,karya Iwan Fals dan dia nyanyikan sendiri diiringi gitar akustik.



Panggilan Dari Gunung
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Panggilan dari gunung
Turun ke lembah lembah
Kenapa nadamu murung
Langkah kaki gelisah

Matamu separuh katup
Lihat kolam seperti danau
Kau bawa persoalan
Cerita duka melulu

Disini menunggu
Cerita yang lain
Disini menunggu
Cerita yang lain
Menunggu

Berapa lama diam
Cermin katakan bangkit
Pohon pohon terkurung
Kura kura terbius

Disini menunggu
Cerita yang lain
Disini menunggu
Cerita yang lain
Menunggu

Besar Dan Kecil

Lagu yang mengisahkan perbedaan antara rakyat jelata dengan kaum berada. Rakyat biasa diumpamakan sebagai bemo atau sandal jepit, kemudian kaum berada laksana bis kota atau truk gandengan. Karena kalah besar dan kalah kuasa, maka yang besar dengan semena-mena menindas yang kecil. 



Besar dan kecil
Iwan Fals/Naniel ( Album Belum Ada Judul 1992 )

Kau seperti bis kota atau truk gandengan
Mentang mentang paling besar klakson sembarangan
Aku seperti bemo atau sandal jepit
Tubuhku kecil mungil biasa terjepit

Pada siapa kumengadu?
Pada siapa kubertanya?

Kau seperti buaya atau dinosaurus
Mentang mentang menakutkan makan sembarangan
Aku seperti cicak atau kadal buntung
Tubuhku kecil mrengil sulit dapat untung

Pada siapa kumengadu?
Pada siapa kubertanya?

Mengapa besar selalu menang?
Bebas berbuat sewenang wenang
Mengapa kecil selalu tersingkir?
Harus mengalah dan menyingkir

Apa bedanya besar dan kecil?
Semua itu hanya sebutan
Ya walau didalam kehidupan
Kenyataannya harus ada besar dan kecil

Kau seperti bis kota atau truk gandengan
Mentang mentang paling besar klakson sembarangan
Aku seperti bemo atau sandal jepit
Tubuhku kecil mungil biasa terjepit

Pada siapa kumengadu?
Pada siapa kubertanya?
Pada siapa kumengadu?
Pada siapa kubertanya?
Pada siapa kumengadu?
Pada siapa kubertanya?

Ya Atau Tidak

Lirik lagu ini berkisah seputar rayuan Iwan Fals kepada kekasihnya yang mungkin saat itu lagi ngambek dan puasa bicara. Setelah dirayu sedemikian rupa masih saja tidak berhasil membuatnya bicara. Dan diakhir lirik, Iwan Fals menegaskan kalau dia lelaki tulen. Lagu ini lumayan cakep deh...



Ya Atau Tidak
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Bicaralah nona
Jangan membisu
Walau sepatah kata
Tentu kudengar

Tambah senyum sedikit
Apa sih susahnya?
Malah semakin manis
Semanis tebu

Engkau tahu isi hatiku
Semuanya sudah aku katakan
Ganti kamu jawab tanyaku
Ya atau tidak itu saja

Bila hanya diam
Aku tak tahu
Batu juga diam
Kamu kan bukan batu

Aku tak cinta pada batu
Yang aku cinta hanya kamu
Jawab nona dengan bibirmu
Ya atau tidak itu saja

Tak aku pungkiri
Aku suka wanita
Sebab aku laki laki
Masa suka pria

Ah kuraslah isi dadaku
Aku yakin ada kamu disitu
Jangan diam bicaralah
Ya atau tidak itu saja

Mencetak Sawah

Berita ini rupanya mengusik Iwan Fals. Dia membaca berita kalau konglomerat akan mencetak sawah. Lantas yang jadi pertanyaan adalah akan dikemanakan para petani? Apakah lahan mereka akan dibeli oleh pengusaha dan mereka akan menjadi buruh dari para konglomerat itu? Inilah jaman edan, bukannya para petani yang dibantu mengelola lahan sawahnya, eeh malah dibalik jadinya...



Mencetak Sawah
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Kubaca koran pagi sambil ngopi
Ada kabar menarik hati
Konglomerat akan mencetak sawah
Diatas tanah milik siapa?

Aku jadi berpikir
Untuk apa berupaya membuat sawah?
Sebab tanah ini tak lagi berkah
Tak lagi ramah

Semua akan sia sia
Karena kami tak lagi makan nasi
Dari bumi pertiwi ini
Dari keringat pak tani

Tanah tanah suburmu
Sudah menjadi ranjang industri
Menjadi ayunan ambisi ambisi
Demi gengsi demi aksi

Untuk apa sawah sawah
Pak taniku sudah pergi
Menjadi pejalan kaki yang sepi

Mereka Ada Di Jalan

Sepakbola adalah olahraga yang paling populer di Indonesia. Dimana-mana selalu ada yang bermain bola mulai anak kecil sampai orang dewasa. Namun di kota besar permasalahannya susah dijumpai lahan terbuka untuk bermain bola. Lapangan-lapangan banyak yang digusur untuk kepentingan bisnis, sehingga anak-anaka bermain bola di tempat seadanya. Kadang bahkan di pinggir jalan yang beresiko tinggi kecelakaan. Seharusnya potensi bakat pemain bola di negeri ini sangat banyak, hanya saja fasilitas yang tidak didukung penuh oleh pemerintah. 
Dalam lagu ini Iwan Fals menyebutkan beberapa nama pemain sepakbola terkenal Indonesia pada masanya.


Mereka Ada Di Jalan
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Pukul tiga sore hari
Di jalan yang belum jadi
Aku melihat anak anak kecil
Telanjang dada telanjang kaki
Asik mengejar bola

Kuhampiri kudekati
Lalu duduk di tanah yang lebih tinggi
Agar lebih jelas lihat dan rasakan
Semangat mereka keringat mereka
Dalam memenangkan permainan

Ramang kecil Kadir kecil
Menggiring bola di jalanan
Rully kecil Ricky kecil
Lika liku jebolkan gawang

Tiang gawang puing puing
Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita
Yang nampak mata hanya
Para pembual saja

Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini di jalan ini

Bola kaki dari plastik
Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati
Sebab terkena bola
Tentu bukan salah mereka

Ronny kecil Herry kecil
Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil
Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Iswadi kecil
Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil
Terkam bola jatuh menangis

Coretan Dinding


Cerita tentang coretan di dinding yang kadang membuat resah pembacanya. Para pencoret dianggap sebagai orang yang ingin dikenal, membuat tulisan yang menarik perhatian.

Jadi teringat suasana rumah Iwan Fals saat dia masih tinggal di Condet. Hampir sekujur dinding bagian depan rumahnya dipenuhi coretan dari para fans yang berkunjung. Mungkin kondisi itulah yang menginspirasi Iwan Fals untuk membuat lagu ini.






Coretan Dinding
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Coretan di dinding
Membuat resah
Resah hati pencoret
Mungkin ingin tampil

Tapi lebih resah
Pembaca coretannya
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok di tiap tempat sampah

Ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh
Coretan dinding kota

Coretan dinding
Terpojok ditempat sampah
Kucing hitam dan penindas
Sama sama resah

Belum Ada Judul

Sebuah lagu yang berkisah tentang persahabatan. Lagu ini sederhana namun memuat lirik yang istimewa. Pantas menjadi salah satu masterpiece Iwan Fals.
UPDATE 12 Juni 2012:
'Belum Ada Judul' dipilih menjadi soundtrack film 'Mama Cake' garapan sutradara Anggy Umbara. Film ini tayang pada September 2012. Lagu tersebut dipilih menjadi soundtrack film Mama Cake dengan arransemen asli yang diubah menjadi arransemen karya Laduni band.




Belum Ada Judul
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah

Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah
Kau

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Aku Disini

Ini adalah semacam kisah pribadi Iwan Fals yang dituangkan kedalam lagu. Ini saat dia sedang mengendarai mobil di pagi buta dalam perjalanan pulang kerumahnya. Dalam perjalanan itu Iwan memotret banyak aktifitas menjelang subuh yang ternyata menarik diamati. Mulai ibu pedagang sayur yang tertidur di mobil bak terbuka, pelacur yang kecapekan didepan terminal, anak-anak yang bermain bola dibawah lampu merkuri dan sekelompok anak muda yang bernyanyi. Rupanya hal itu mengusik kenangan Iwan Fals pada masa lalunya. Dia menjadi ingat pada keluarganya...



Aku Disini
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Mengantuk perempuan setengah baya
Di bak terbuka mobil sayuran
Jam tiga pagi itu
Tangannya terangkat saat sorot lampu mobilku
Menyilaukan matanya
Aku ingat ibuku
Aku ingat istri dan anak perempuanku

Separuh jalan menuju rumah
Saat lampu menyala merah
Didepan terminal bis kota yang masih sepi
Aku melihat seorang pelacur tertidur
Mungkin letih atau mabuk
Aku ingat ibuku
Aku ingat istri dan anak perempuanku

Dibawah temaram sinar merkuri
Bocah telanjang dada bermain bola
Oh pagi yang gelap
Kau sudutkan aku

Suara kaset dalam mobil
Aku matikan
Jendela kubuka
Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda
Mengusik ingatanku
Aku ingat mimpiku
Aku ingat harapan
Yang semakin hari semakin panjang tak berujung

Perempuan setengah baya
Pelacur yang tertidur
Bocah bocah bermain bola
Anak muda yang bernyanyi

Sebentar lagi ayam jantan
Kabarkan pagi
Hari harimu menagih janji
Aku disini
Ya aku disini
Ingat ibuku
Istri dan anak anakku

Potret


Profil kehidupan kota dengan segala macam warna warninya. Anak anak kecil yang mengamen diperempatan jalan kota besar tanpa peduli resiko tertabrak dan tanpa mengerti untuk apa dia bernyanyi. Anak-anak sekolah yang hobi tawuran tanpa sebab yang jelas hanya menimbulkan luka konyol dan menyengsarakan hari-harinya. Melihat anak muda pengangguran berkelompok diujung gang yang hanya bisa mengeluh. Dan orang-orang yang hanya bisa mendiskusikan masalah tanpa memberikan solusi memecahkan masalah sampai birokrat yang cuma menjual omongan dan mencoba meyakinkan rakyat bahwa hidup disini seperti di surga....





Potret
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Melihat anak anak kecil berlari larian
Di perempatan jalan kota kota besar
Mengejar hari yang belum dimengerti
Sambil bernyanyi riang menyambut resiko

Melihat anak anak sekolah berkelahi
Di pusat keramaian kota kota besar
Karena apa tak ada yang mengetahui
Sementara darah yang keluar bertambah banyak

Melihat anak anak muda diujung gang
Berkelompok tak ada yang dikerjakan
Selain mengeluh dan memanjakan diri
Hari esok bagaimana besok

Mendengar orang orang pandai berdiskusi
Tentang kesempatan yang semakin sempit
Tentang kemunafikan yang kian membelit
Tetapi tetap saja tinggal omongan

Merasa birokrat bersilat lidah
Seperti tukang obat dijalanan
Mencoba meyakinkan rakyat
Bahwa disini seperti di surga

Tak adakah jalan keluar ?

Ikrar

Berkisah tentang kerinduan seorang suami yang tengah berpergian jauh meninggalkan anak istrinya. Sang suami menitipkan anak-anaknya pada sang istri sembari memohon doa agar dia segera kembali pulang. Sang suami begitu percaya pada istrinya untuk menjaga apa yang mesti dia jaga. Wah... lagu yang manis dan cakep banget..










Ikrar
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )

Meniti hari meniti waktu
Membelah langit belah samudra
Ikhlaslah sayang kukirim kembang
Tunggu aku... tunggu aku...

Rinduku dalam semakin dalam
Perjalanan pasti kan sampai
Penantianmu semangat hidupku
Kau cintaku... kau intanku...

Doakanlah sayang
Harapkanlah manis
Suamimu segera kembali

Doakanlah sayang
Harapkanlah manis
Suamimu suami yang baik

Ku titipkan semua yang kutinggalkan
Kau jagalah semua yang mesti kau jaga

Permataku... aku percaya padamu
Permataku... aku percaya padamu

Di Mata Air Tidak Ada Air Mata

Inilah salah satu lagu Iwan Fals yang saya sukai liriknya. Begitu pula musiknya meski hanya menggunakan gitar akustik dan harmonika. 'Tengah lagu suaraku hilang sebab hari semakin bising, hanya bunyi peluru diudara gantikan denting gitarku.....' bait ini bagi saya begitu indah dinyanyikan.



Di Mata Air Tidak Ada Air Mata
Iwan Fals ( Album Belum Ada Judul 1992 )


Memetik gitar dan bernyanyi
Pada waktu tak bertepi
Di atas langit di bawah tanah
Dihembus angin terseret arus

Untuk saudara tercinta
Untuk jiwa yang terluka

Tengah lagu suaraku hilang
Sebab hari semakin bising
Hanya bunyi peluru di udara
Gantikan denting gitarku

Mengoyak paksa nurani
Jauhkan jarak pandangku

Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tahu tak terdengar
Jariku menari tetap tak akan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi

Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta
Walau aku tahu tak terdengar
Jariku menari tetap tak akan berhenti
Sampai wajah tak murung lagi

Amarah sempat dalam dada
Namun akalku menerkam
Kubernyayi dimatahari
Kupetik gitar di rembulan

Dibalik bening mata air
Tak pernah ada air mata

Dibalik bening mata air
Tak pernah ada air mata
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam