Tampilkan postingan dengan label Lancar (1987). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lancar (1987). Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Lancar

Ini lagu yang bercerita tentang rame-ramenya Indonesia mengorbitkan satelit miliknya sendiri. Satelit Palapa, itulah nama satelit dalam berita yang menghiasi media masa di era 80-an. Dengan mengorbitnya satelit Palapa milik Indonesia ke angkasa, maka banyak orang yang mengharapkan kemajuan teknologi informasi di Indonesia semakin pesat. 
Begitu juga Iwan Fals menaruh harapan besar ini dalam lagunya yang berjudul Lancar ini. Namun dia juga berpesan asal jangan dampak positif pembangunan hasilnya tidak merata dan cuma dinikmati segelintir orang saja.




Lancar
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Sejak palapaku mengorbit ke angkasa
Kemajuan teknologiku semakin menggila
Komunikasipun bertambah mudah
Walau itu jauh di luar kota

Disana sini dan dimana mana
Terlihat berita tentang pembangunan
Terciptalah kini pemerataan
Bangsaku kini telah dipintu kemajuan

Tinggal semua perlu kesadaran
Jangan kita berpangku tangan
Teruskan hasil perjuangan
Dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan

Asal jangan pembangunan
Dijadikan korban
Asal jangan pembangunan
Hanya untuk si tuan Polan

Disana sini dan dimana mana
Terlihat berita tentang pembangunan
Terciptalah kini pemerataan
Bangsaku kini sudah diambang kemajuan

Tinggal semua perlu kesadaran
Jangan kita berpangku tangan
Teruskan hasil perjuangan
Dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan

Asal jangan pembangunan
Dibuat kesempatan
Asal jangan pembangunan
Dijadikan korban
Asal jangan pembangunan
Bikin resah kaum susah
Asal jangan pembangunan
Bikin mandul hutan gundul
Asal jangan pembangunan
Bikin gendut kulit perut
Asal jangan pembangunan
Bikin subur kaum makmur
Asal jangan pembangunan
Bikin kotor meja kantor
Asal jangan pembangunan
Buat senang cacing cacing

Kota II


Gambaran tentang kota masih menarik untuk dilagukan Iwan Fals. Kota sebuah tempat besar, tempat berkumpulnya berbagai macam orang dari berbagai sifat dan karakter. Kota bisa membuat orang menjadi baik sekaligus mudah membuat orang menjadi rusak. Kota bisa menjadi harapan bagi masa depan namun mudah sekali menghancurkan masa depan.
Kota bukan tempat yang nyaman buat ditinggali, kota bukan tempat yang indah untuk dinikmati. Kota adalah tempat berjuta penyakit dan berjuta obatnya. Kota membuat si kaya menjadi miskin dan si miskin mendadak kaya. Kota sangat dibenci banyak orang... tetapi selalu saja banyak orang yang berbondong-bondong mendatangi kota....


Kota II
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Kota yang kutinggali
Kini tak ramah lagi
Orang orang yang lewat
Beri senyumpun enggan

Disini aku lahir
Disini aku besar
Disini aku merasa
Bodoh

Kota yang kudambakan
Tawarkan kekerasan
Nyeri merobek hati
Tak dapat aku hindari

Sombongnya engkau berjanji
Kau lambungkan anganku
Mimpiku singgah di langit
Kau bohong

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Semakin muak
Dengar celotehmu
Durjana

Namun aku tak kuasa
Lepas dari rayuanmu
Roda roda berputar
Menggilas batin dan otakku

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Ingin aku lari pergi
Sembunyi tak bernyanyi
Namun kerasnya belenggu
Begitu kuat

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku terbuai
Oleh janjimu

Otakku yang kini hingar
Akan dengki meraja
Bisakah aku tinggalkan ?
Entah

Hari ke hari
Waktu ke waktu
Aku menggapai
Menjerit lunglai

Otakku yang kini bising
Akan sirik menggila
Bisakah aku tinggalkan ?
Entah

Nenekku Okem

Buat lucu-lucuan sih asik saja kisah seorang nenek yang okem ini. Tapi kalau sampai ada beneran yang kebangetan. Cuma mungkin saja ada ya Nenek yang Okem. Okem adalah bahasa lain untuk preman.
Lagu ini asik dinikmati saat santai dengan segelas kopi. Juga asik didengarkan sambil bergoyang karena musiknya riang gembira. Liriknya juga lucu, kisah seorang nenek yang gaul. Tetapi ujung ujungnya si nenek ternyata hobi mencuri.. hehehe


Nenekku Okem
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Nenekku manis umur setengah abad
Masih lincah bagai bola bekel
Rambutnya panjang hitam ikal dipikok
Di salon lisa asal Rangkasdengklok

Paling tak suka pakai kain kebaya
Atau rambut digulung konde
Sebab katanya tak bebas dia bergerak
Gerah sebuah alasan

Nenekku orang hebat
Sanggup koprol bagaikan atlet
Napasnya panjang bak napas kuda
Lari Jakarta - Bandung setiap pagi pulang pergi

Main bola sehari tiga kali
Tari kejang menambah energi

Kalau kubilangin jangan terlalu agresif
Namun malah ngeledek kuno
Nenekku makin hot menari sambil salto
Hampir hampir setiap menit

Di rumah atau di jalan
Di pasar atau di trotoar
Hi hi hi hi hi hi hi hi

Habis ambil pensiun mampir ke toko kaset
Cari lagu baru yang ‘up to date’
Kuping pakai headphone badan tak bisa diam
Ikuti tempo ‘break dance’ tersayang

Persetan orang lihat masa bodo nyengir
Konsentrasi dia tak goyah
Setelah selesai dengar lagu sekaset
Lalu dia menuju kasir

Bayar satu bawa tiga
Yang dua mampir di jaket
Yang dua mampir di jaket

Nenekku okem
Nenekku okem
Nenekku okem
Nenekku okem

Kuli Jalan

Kehidupan jalanan masih menarik disorot Iwan Fals kedalam lagunya. Kali ini pekerja pembuat jalan yang dipilih menjadi tema lagu. Kita semua hampir pasti pernah melihat kuli jalanan. Pekerjaan mereka cukup berat, selain bergumul dengan debu dan panas juga polusi udara di jalan sangat berbahaya buat kesehatan. Mereka juga kerap mengangkat batu-batuan atau menoperasikan mesin-mesin yang berbahaya. Semua itu dilakukan untuk pembangunan dan demi mendapatkan uang.

Setidaknya masih lebih terhormat mereka para kuli jalan ini sebab mereka memilih pekerjaan yang halal.


Kuli Jalan
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Derap langkah
Dan keringat kuli pembuat jalan
Dengan pengki
Ditangan kiri pacul di pundak kanan

Dengus nafasnya
Terdengar keras bagai suara kereta
Keringat mereka
Menyengat aroma penderitaan

Berjalan gontai perlahan
Berbaris bagai tentara
Yang kalah perang

Kerja keras kau lakukan
Walau upah tak berimbang
Bak sapi perahan

Kuli jalan
Kerja siang dan malam
Kuli jalan
Peduli curah hujan
Kuli jalan
Panas tak dihiraukan
Kuli jalan
Upah jauh berimbang
Kuli jalan
Pahlawan terlupakan
Kuli jalan
Menangis di lubang galian
Kuli jalan
Resah di kaki tuan
Kuli jalan
Anak istri menunggu bimbang

Nelayan

Kehidupan nelayan menarik untuk dilagukan oleh Iwan Fals. Mereka pergi melaut untuk sekian lama guna mencari ikan. Keluarganya dirumah sabar menanti kedatangannya dengan membawa buah tangan yang dipesan sebelum pergi. Namun sang ayah tidak mampu membelikan pesanan anaknya, sebab hutang-hutangnya masih membelit. Perahu tunggakan KUD, belum lagi tagihan rentenir seberang jalan. Inilah potret kehidupan rakyat jelata yang hidup serba kekurangan.



Nelayan
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Bocah telanjang dada di pesisir
Tunggu kembalinya bapak tercinta
Yang pergi tebarkan jala disana
Berjuang diatas perahu tunggakan KUD

Ibu dengan kebaya yang kemarin
Setia dari balik dapur menanti
Suaminya telah seminggu pergi
Tinggalkan rumah tinggalkan sejengkal harapan

Langkah waktu lamban
Bagai kura kura
Ikan ikan datang mimpi

Siang ganti malam
Tetap sabar
Suamipun pulang lelah

Sambil berlari sang bocah hampiri bapak
Tagih janji yang dipesan ketika pergi
Sementara istrinya
Hanya memandang dengan senyum pasti

Sekilas terlintas hutang hutang yang membelit

Sang bocah tak peduli
Menangis keras tetap tagih janji

Perahu tunggakan KUD belum terbayar
Belum lagi tagihan rentenir seberang jalan
Nelayan kecil hasil kecil nasibpun kecil
Menjerat jala dihantam kerasnya gelombang
Perahu tunggakan KUD belum terbayar

Hitam hidup

Kereta Tua

Mungkin kita kesulitan menjumpai kereta api tua seperti yang digambarkan dalam lagu Iwan Fals ini. Pada jaman penjajahan dan perjuangan merebut kemerdekaan, peranan kereta api sangat penting. Pada masa itu kereta api menjadi sarana memperlancar pengiriman barang-barang hasil bumi dan juga sebagai transportasi massal menuju ke sebuah tempat.
Beberapa kereta tua sampai sekarang ada yang masih bisa dioperasikan. Namun sebatas hanya sebagai sarana pariwisata. Sisanya teronggok di museum dan menjadi monumen pajangan di beberapa stasiun kereta api. Saksi sejarah bangsa Indonesia.




Kereta Tua
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Hitam warnamu seperti malam
Kekar roda roda melingkar
Kau kereta lama parkir di stasiun tua

Dulu kakekku pernah cerita
Dia banyak berikan jasa
Saat gejolak perang melanda negeri kita

Kau kereta tua penuh sembunyikan misteri
Waktu pun berlalu orde pun berganti
Oh kereta tua kau nampak semakin asing

Kini dia tak lagi berlaga
Namun masih bisa tertawa
Semoga tidurmu nanti mimpikan masa lalu
Semoga tidurmu nanti mimpikan masa lalu

Yakinlah

Iwan Fals duet dengan penyanyi bersuara emas, Elly Sunarya. Sebuah lagu bertema cinta namun bias. Berkisan mengenai lagu yang dinyanyikan kepada pasangannya, namun dia takut menyakiti telinga pasangannya apabila mendengarkan lagunya.

Iwan Fals memainkan nada-nada tinggi dalam lagu ini. Vocalnya begitu lepas dan bebas.


Yakinlah
Iwan Fals duet dengan Elly Sunarya ( Album Lancar 1987 )


Nyanyikanlah lagu indah
Hanyalah untukku
Saat temaram datang ketuk hati

Tolong kau dendangkan
Usaplah nurani
Agar tak kelam

Sekali lagi kuminta
Coba kau nyanyikan
Semoga dapat kurasa ikhlasmu

Pasti kan kudengar
Pasti kuresapi
Kasih yakinlah

Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
Kutakut menyakiti telingamu
Bukan aku enggan memainkan gitarku
Sebab cinta bukan hanya nada

Kalau kita saling percaya
Tak perlu nada tak perlu irama
Berjalanlah hanya dengan diam

Sekali lagi kuminta
Coba kau nyanyikan
Semoga dapat kurasa ikhlasmu

Pasti kan kudengar
Pasti kuresapi
Kasih yakinlah

Bukan ku tak mau mengalunkan laguku
Kutakut menyakiti telingamu
Bukan aku enggan memainkan gitarku
Sebab cinta bukan hanya nada

Kalau kita saling percaya
Tak perlu nada tak perlu irama
Berjalanlah hanya dengan diam
Melangkahlah hanya dengan diam

Colombia

Nama tempat ini terdapat dalam lagu Colombia dari album Lancar (1987). Iwan Fals mengisahkan keprihatinannya terhadap bencana letusan gunung berapi di Colombia yang membawa petaka bagi masyarakat disana.
Colombia adalah sebuah negara di Amerika Selatan.


Colombia
Iwan Fals ( Album Lancar 1987 )


Langit nampak murung seperti gelisah
Angin bawa kabar tentang duka
Disana

Lolong anjing malam bawa pertanda
Alam bawa kisah unggas resah beritakan
Tangis

Saat gelombang lahar
Hanyutkan ribuan manusia
Tanpa mau mengerti
Datang tepati janji

Waktu seorang ibu
Belai mesra anaknya
Gemuruhnya petaka
Singkirkan jeritan yang ada

Batu batu telanjang
Menari dinurani
Hancurkan rumah rumah
Hancurkan kedamaian

Colombia Colombia
Colombia Colombia

Sementara kita disini
Tanpa beban bernyanyi
Sedangkan mereka gundah
Disela ganasnya wabah

Sementara kita disini
Asik cumbui mimpi
Sedangkan mereka disana
Rindukan riuhnya pesta

“ Ada sekuntum bunga mekar...
Bercengkrama dengan lahar...
Seorang bayi mungil begitu manis menyambut mati... ”

Cantik Munafik

Meski bukan Iwan Fals yang menyanyikan lagu ini, namun liriknya begitu nakal menggoda. Lagu ini disertakan dalam album Iwan Fals berjudul Lancar tahun 1987. Penyanyinya adalah Dama Gaok, seorang rekan Iwan Fals sesama penyanyi jalanan.

Lagu ini berkisah tentang seorang gadis cantik primadona SMA yang bisa beli apa saja. Ternyata dia bekerja sebagai pelacur ABG. Di masa sekarang masih banyak kita jumpai hal serupa.


Cantik Munafik
Dama Gaok ( Album Lancar 1987 )

Dia adalah gadis jelita
Tak pernah banyak tingkah
Didalam kelas dialah ratu
Tak ada bandingannya

Hingga semua murid pria
Banyak yang menggodanya
Sampai pak guru Umar tertarik
Oleh goyang pinggulnya

Aku pun juga malu tak malu
Jatuh cinta padanya
Sembunyi sembunyi kukirim surat
Lewat teman baiknya

Tapi ternyata setelah kuterima
Balasan suratnya
Tak aku duga dari semula
Cintaku ditolak dia

Hei hei hei
Apa sih kekuranganku ?
Padahal
Banyak orang bilang aku ganteng

Hei hei hei
Apa sih keinginannya ?
Rumahku megah
Mobilku banyak
Sayang milik orang tua

Ku tak mengerti dia begitu
Membuatku penasaran
Korban yang lain juga berkata
Sama seperti aku

Tapi ternyata ketika kuintip
Tepat di malam minggu
Dia gandengan sama bapakku
Yang kepala tak berbulu

Hei hei hei
Dialah gadis panggilan
Yang masih
Duduk dibangku sekolah

Hei hei hei
Pantesan sedikit susah
Karena dia tahu
Anak sekolah
Tak pernah berkantong basah

Dasar bapakku
Tak tahu malu
Punya hobi meneguk madu

Sentuhan

Dama Gaok menyumbangkan suaranya untuk lagu dalam album Iwan Fals berjudul Lancar ini. Nada-nada dalam lagu ini nikmat didengar. Sebuah lagu yang bercerita tentang kerinduan seseorang pada kampung halamannya.

Sentuhan
Dama Gaok ( Album Lancar 1987 )


Lonceng menandakan pukul satu malam tiba
Bisingnya jalan dimuka rumahku tampak semakin reda
Lengking suara kota satu persatu pulas
Dibelai udara malam yang semakin dingin

Kantuk yang kuharap menyergapku tak kunjung datang
Sedangkan malam semakin larut
Sementara dari jauh jelas kudengar
Suara roda kereta menggilas rel semakin keras

Kini aku teringat
Pada desaku yang masih terpencil
Dengan mayoritas petani yang ramah tamah
Bila menyambutku datang dari kota

Sementara saja timbul dibenakku
Aku buat rencana pergi kesana
Dengan kereta kan kujumpa desaku

Sebab aku telah rindu
Bau lumpur sawah
Dan aroma pepohonan
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam