Tampilkan postingan dengan label 50:50 (2007). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 50:50 (2007). Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Apakah Aku Benar - Benar Memiliki kamu

Lagu ini karya Digo. Digo adalah mantan ketua Ormas Oi dan dia pernah menjadi bagian dari band pengiring Iwan Fals. Kita bisa mendengarkan petikan gitarnya dalam album Suara Hati dari Iwan Fals. Kali ini Digo membuatkan lagu untuk Iwan Fals bertema tentang percintaan.



Apakah Aku Benar - Benar Memiliki kamu
Iwan Fals / Digo ( Album 50:50 2007 )


Telah kuberikan semua yang ada didalam jiwa
Tak tersisa walau sekecil debu
Ku ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indah
Selalu berlabuh di tempat yang salah

Hari sepi menikam dalam
Tak adakah secercah harapan

Biduk cinta yang hampir karam coba aku tahan
Sempat goyah sempat aku bosan
Hasrat hati yang kini terganggu oleh rasa ragu
Kemanakah rindu yang kemarin

Ungkapkanlah isi hatimu
Jangan pernah berpaling dariku
Tunjukkanlah rasa cintamu
Jangan sampai aku bertanya

Apakah aku benar-benar memiliki
Apakah aku benar-benar memiliki
Kamu

Masih Bisa Cinta

Dewiq adalah nama seorang yang rajin membuat lirk lirik lagu berkualitas. Karya karyanya banyak dinyanyikan penyanyi terkenal. Seperti lagu Masih Bisa Cinta ini yang dinyanyikan oleh Iwan Fals. Rangkaian kata yang ditulis oleh Dewiq cukup sederhana dan mudah dipahami, mungkin itulah sebabnya karya Dewiq terpilih menjadi lagu oleh Iwan Fals.

Masih Bisa Cinta
Iwan Fals / Dewiq ( Album 50:50 2007 )


Hari ini kau patahkan hatiku
Kau patahkan niatku
Kau patahkan semangatku

Entah mengapa ku masih bisa cinta
Bisa cinta padamu
Kumaafkan salahmu

Berjanjilah berjanjilah untukku

Datang padaku
Lihat mataku
Akan kucoba perhatikan kamu

Datang padaku
Rasa hatiku
Akan kucoba terus cinta kamu

Air mata tak akan ku uraikan
Hanya mengelus dada
Kumaafkan salahmu

Pulanglah

Lagu ini dinyanyikan pertama kali oleh Iwan Fals pada 8 Desember 2004 dihalaman kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Lagu ini khusus dibuat oleh Iwan Fals untuk perjuangan dan jasa-jasa kemanusiaan Almarhum Munir Said Thalib yang tewas dibunuh.

Tokoh pejuang HAM Indonesia Munir Said Thalib yang tewas dibunuh pada 2004 dengan konspirasi tingkat tinggi menggugah Iwan Fals untuk membuat lagu. Lagu Pulanglah yang terdapat dalam album 50:50 (2007) dipersembahkan untuk perjuangan Munir.

Hingga saat ini pembunuh Munir dan dalangnya tidak jelas kita ketahui, dan sampai tulisan ini diterbitkan, proses pengadilan masih berjalan. Beberapa pejabat yang berwenang seperti lepas tangan dan saling bungkam juga saling melindungi. Beberapa orang yang telah ditangkap dan diadili terkesan hanya sebagai tumbal. Entah apa motif dibalik pembunuhan ini yang melibatkan kepentingan tertentu. Tapi jangan lupa, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, suatu saat baunya pasti tercium.

Ada versi live concert - nya yang bisa dijenguk di: http://www.kontras.org/munir/index.php )  



Pulanglah
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )


Padi menguning tinggal di panen
Bening air dari gunung
Ada juga yang kekeringan karena kemarau

Semilir angin perubahan
Langit mendung kemerahan
Pulanglah kitari lembah persawahan

Selamat jalan pahlawanku
Pejuang yang dermawan
Kau pergi saat dibutuhkan saat dibutuhkan

Keberanianmu mengilhami jutaan hati
Kecerdasan dan kesederhanaanmu
Jadi impian

Pergilah pergi dengan ceria
Sebab kau tak sia sia
Tak sia sia
Tak sia sia
Pergilah kawan
Pendekar

Satu hilang seribu terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Terimalah sekedar kembang
Dan doa doa

Suci sejati
Suci sejati

KaSaCiMa

Judulnya unik menarik perhatian. KaSaCiMa, adalah singkatan dari kata : Kasihku, Sayangku, Cintaku dan Manisku. Iwan Fals suka membuat singkatan singkatan dalam lagu-lagunya. Lagu ini berupa lagu ungkapan rasa cinta kepada kekasihnya. Pesan bagus dalam lagu ini saya dapatkan pada bait 'hidup ini indah berdua semua mudah'


KaSaCiMa
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )


Yang aku mau kau tunggu
Janganlah terburu nafsu
Pasti kudatangi kamu
Tak mungkin kau ku kibuli

Kasihku kasih terkasih
Sayangku sayang tersayang
Cintaku cinta tercinta
Manisku manis termanis

Rinduku setengah mati
Kalbuku menggebu-gebu
Mari sini dekat padaku
Kucium kau berulang kali

Hidup ini indah
Berdua semua mudah
Yakinlah melangkah
Jangan lagi gelisah

Kalau kau tak mau menunggu
Aku tak pandai merayu
Percayalah kau padaku
Percaya ya percayalah

Suka dan duka biasa
Cemburu jangan membuta
Senyumlah engkau kekasih
Problema jadi tak perih

Ikan - Ikan

Iwan Fals memang punya akuarium berisi ikan ikan kecil. Itulah yang pernah saya lihat ketika berkunjung kerumahnya beberapa tahun yang lalu. Rupanya dari akuarium itu lahirlah inspirasi membuat lagu ini. Perilaku kehidupan binatang memang kerap mirip dengan kehidupan manusia.

Lagu ini kisahnya tentang ikan yang besar memangsa ikan yang kecil. Begitulah yang terjadi dalam kehidupan kita, orangbesar menindas orang kecil. Keadaan ini sudah dari jaman dahulu kala dan tidak akan pernah berakhir. Hanya orang kecil yang cerdas saja yang mampu menghindari keganasan orang besar yang jahat.


Ikan - Ikan
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )


Ikan ikan kecil
Jadi santapan ikan ikan besar
Agar warna kulitnya berkilau
Di dalam akuarium kehidupan

Gelembung gelembung udara
Jadi syarat hidup sejahtera
Jikalau tidak mau celaka
Bikin senang hati pemiliknya

Ikan ikan kecil
Di sudut kiri peti televisi
Menjadi hiasan tersendiri
Walau tak lama mereka pergi

Ini kisah menahun
Juga tragedi bertahun tahun
Dibungkus merdu gemericik air
Jadi hiburan keluarga rukun

Ikan ikan kecil mati
Dimakan ikan ikan besar
Walau begitu adanya
Kuakui hatiku tergetar

Ikan ikan besar mati
Segala yang hidup pasti mati
Begitupun pemiliknya
Penjual dan penikmatnya

Tak ada yang lepas dari kematian
Tak ada yang bisa sembunyi dari kematian
Pasti

Rubah

Ini adalah lirik asli sebelum dinyanyikan dalam album 50:50. Lagu Rubah pertama kali dinyanyikan saat Iwan Fals tampil disebuah siaran live di TV swasta. Lagu ini berupa kritikan pedas terhadap situasi sosial yang penuh ketimpangan. Pada lirik awal ini Iwan masih lebih ceplas ceplos mengkritik. Pada versi lagu yang dialbumkan, hanya ada sedikit perubahan kata yang tidak terlalu berarti.


Rubah
Iwan Fals (Single) Lirik versi asli


Jaman berubah keadaan tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok seakan tambah susah
Manusia berubah berubah rubah

Kasih yang dicari yang ada komedi
Revolusi dinanti yang ada Ashari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri

Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian
Agama sebagai topeng yang menjijikkan
Kemiskinan merajalela yang kaya makin rakus saja
Kesehatan dan hukum diperjual belikan

Kesaksian tergusur oleh kepentingan pribadi
Pemerintah keasyikan berpolitik
Partai politik sibuk menuhankan uang
Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang

Televisi sibuk mencari iklan
Sementara si Iwan menunggu giliran
Raja pane dan tendri menatap dengan mata kosong
Dimana mimpi?
Apa ditelan tsunami

( lirik didapat dari Setyo Budi Utomo )


 ----------------------------------------
Rubah
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 ) lirik versi dalam album


Jaman berubah perilaku tak berubah
Orang berubah tingkah laku tak berubah
Wajah berubah kok menjadi lebih susah
Manusia berubah berubah - rubah

Gandhi yang dicari yang ada komedi
Revolusi dinanti yang datang Azahari
Lembaga berdiri berselimut korupsi
Wibawa menjadi alat melindungi diri

Pendidikan adalah anak tiri yang kesepian
Agama sebagai topeng yang menjijikkan
Kemiskinan merajalela yang kaya makin rakus saja
Hukum dan kesehatan diperjual belikan

Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawur
Pemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)
Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)
Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang

Televisi sibuk mencari iklan
Sementara banyak yang tunggu giliran
Rakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosong
Dimana aku apa ditelan tsunami ?

Negara

Sindiran kepada negara yang tidak mampu melayani kesejahteraan rakyatnya. Lagu dengan irama country ini dinyanyikan Iwan Fals dengan santai. Lirik lirik krtits dan cerdas yang terdapat didalamnya memaksa penyelenggara negara untuk melakukan introspeksi dini. Apa yang sudah diberikan negara kepada rakyatnya.

Bagi Iwan Fals dan bagi rakyat Indonesia, sudah tugas negara untuk menyediakan pendidikan gratis, kesehatan gratis, menciptakan lapangan pekerjaan serta bersikap adil dan tidak memihak golongan tertentu. Inilah syarat mutlak yang harus dilakukan negara. Dan kata Iwan Fals, kalau negara tidak bisa melakukan itu semua, lebih baik bubarkan saja negara ini.




Negara
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )


Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap

Kenapa tidak ?
Orang kita kaya raya
Baik alamnya
Maupun manusianya

Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya

Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudera hidup
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini

Negara negara
Negara harus seperti itu
Bukan hanya di surga di duniapun bisa

Negara negara
Negara harus begitu
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada sang sepi

Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan

Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Selain Tuhan

Mabuk Cinta

Sebuah lagu berirama reagge karya Bongki yang dibuat untuk dinyanyikan oleh Iwan Fals. Lagu yang iramanya riang gembira ini asik dinikmati dalam segala suasana. Iwan Fals termasuk jarang menggunakan irama reagge pada lagu-lagu dalam album rekamannya. Namun dalam beberapa konsernya, dia keram memasukkan unsur irama ini pada penampilannya. Karakter vocal Iwan Fals terasa pas ketika membawakan lagu dengan irama reagge. 



Mabuk Cinta
Iwan Fals / Bongki ( Album 50:50 2007 )
( foto diambil dari http://theerick.multiply.com/ )
Pagi ini ayamku berkokok keras sekali
Seperti memaki bangunkan aku dari mimpi
Hari ini pacarku yang cantik telah kembali
Melelehkan hatiku yang selama ini mati suri

Aku bahagia
Sekali lagi ku jatuh cinta
Hari istimewa
Karena kau kembali percaya padaku

Hari ini aku bahagia kau kembali
Hari ini aku bahagia jatuh cinta lagi

Wangi bunga hangat mentari
Semua jelas kurasakan asik sekali
Rasa benci sakit hati
Terbang menghilang jauh pergi

Aku bahagia
Denganmu lagi ku jatuh cinta
Hari istimewa
Karena kau kembali percaya padaku

Hari ini aku bahagia kau kembali
Hari ini aku bahagia jatuh cinta lagi

Jika aku tahu dari dulu saja
Aku tak mau khianati kamu
Jika aku tahu begini rasanya
Aku mau bahagia sampai mati

Hari ini aku bahagia kau kembali
Hari ini aku bahagia jatuh cinta lagi

Hari ini aku bahagia kau kembali
Hari ini aku bahagia jatuh cinta lagi

Ku mabuk cinta
Ku mabuk cinta

Lagi lagi mabuk
Lagi lagi cinta

Bolak balik jatuh
Bolak balik cinta

Ku mabuk cinta
Ku mabuk cinta

He he he he he he he he

Pesan Dari Iwan Fals (dalam album 50:50)

Ini adalah pesan yang ditulis Iwan Fals dalam cover album 50:50. Sebuah pesan ucapan terima kasih atas selesainya album yang ditunggu-tunggu penggemar Iwan Fals, serta pesan pesan bijak lainnya tercantum disitu, silahkan disimak.



Terima Kasih Yang Dalam

Bagi ALLAH, zat yang maha segala.
Bagi pemerhati & pecinta lagu,
bagi Musica Studio, IFM,
para musisi yang terlibat dalam album ini,
keluarga, tetangga, teman-temanku,
OI & Fals Mania.


Bagimu Negeri....
Semoga kita semua diberkahi
kesehatan & keselamatan
dijauhi dari kesesatan
Dan semoga pula album ini
bisa menjadi teman di kala sepi.


TANAMLAH POHON JANGAN DISAKITI
HINDARI NARKOBA, JAUHI JUDI
JAGA DIRI, JANGAN SOMBONG,
JANGAN BERBOHONG, JANGAN IRI
JANGAN RENDAH DIRI,
BERSEMANGAT & ULETLAH
JANGAN PUTUS ASA,
JANGAN BERHUTANG,
LAPANG DADALAH
PEMAAF, BIJAKSANA
JANGAN MENGELUH,
BANTULAH SESAMA


SERTA BANYAK LAGI KATA-KATA INDAH
YANG HARUS SEGERA KITA BERI MAKNA


DAMAI DIHATI DAMAI DUNIA
SEMOGA
(Iwan Fals)

Pulanglah dan Pulanglah

Satu hilang seribu terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Terimalah sekedar kembang
Dan doa-doa
Suci
Sejati


(kutipan lirik Pulanglah - Iwan Fals)
Orang jujur dimusuhi, orang benar disalahkan, orang baik difitnah sesukanya, bertindak adil dianggap kesalahan, berbuat tegas dipermasalahkan, lalu ketika dia melawan dengan sisa tenaga, tidak satu orangpun yang membantunya, semua berlagak tidak mengerti, semua pura-pura bodoh.

Dan...
Mereka disana masih tertawa, bahkan semakin keras.
Bergema kesetiap sudut hati ini.... Aaah, memuakkan...!

Masih banyakkah terjadi disekitar kita?
Oh.. Tentu saja.
Hanya mungkin kita tidak terlalu peduli dengan semua ini.
Sebab mungkin karena kita tidak menjadi sasaran mereka.
Dan apabila suatu saat nanti mengalaminya.
Keringat bercucuran menguras akal dan pikiran.
Ribuan doa-doa menyelimuti malam-malam kita.
Sanggupkah melawan ?
Atau...
Sanggupkah bertahan ? (sb)

Ini Bukan Mimpi

Lirik lagu ini terdapat dalam album 50:50 yang edar pada tahun 2007. Pertama mendengarkan album ini aku kurang begitu bersemangat. Seperti titelnya yang mengusung tema separuh-separuh dengan maksud separuh lagu dibuat oleh Iwan Fals dan sisanya dari orang lain, menjadikan album ini terkesan ‘dipaksakan’. Dan tentu saja yang pertama kudengar dan kuputar berulang kali adalah lagu-lagu yang dibuat oleh Iwan Fals.

Baru setelah berulang kali mendengarkan, aku menemukan semangat yang tersembunyi dari sebuah track bukan karya Iwan Fals yang ada pada album ini. Track itu berjudul ‘Ini Bukan Mimpi’. Musik yang diusungnya terasa tidak asing di telinga, dan aku merasakan ‘de-javu’ dengan musik lagu ini, seperti dulu sudah pernah mendengarnya. Oh, tentu saja, karena musiknya dibuat oleh Yockie Suryoprayogo (JSOP).
Karya-karya Yockie sudah lama aku nikmati. Sebab dia banyak mengerjakan musik pada beberapa penyanyi, bernyanyi dan bermusik sendiri, bergabung dengan God Bless, juga ikut mengerjakan beberapa lagu-lagu Iwan Fals terdahulu. Dan yang paling aku suka ketika dia juga ikut serta dalam album Swami dan Kantata Takwa dimana Iwan Fals saat itu seakan menjadi roh yang membesarkan kedua grup musik tersebut. Nama Yockie sekarang seperti menjadi dekat karena dia juga aktif di dunia maya ini dengan blognya yaitu jsop.net dan juga di MP ini dia kembali ‘berkeliaran’ dengan alamat jsops.multiply.com.
Nama Remy Soetansyah, terus terang aku baru mendengarnya ketika album 50:50 ini muncul (maaf ya Mas). Pada cover album 50:50, lagu ‘Ini Bukan Mimpi’ tertulis, lagu / lirik : Yockie S. & Remy Soetansyah. Awalnya aku tidak terlalu tertarik dengan nama ini, karena memang tidak pernah dengar. Tidak sengaja ketika berpetualang di dunia MP (multiply, semacam blog yang berbasis sosial media), aku juga menemukan id yang sama. Oh, ternyata bang Remy juga sudah lama ada di MP dengan alamat soetansyah.multiply.com. Nama Remy rupanya juga cukup dikenal dalam dunia musik, dan ternyata akulah yang ketingalan kereta.
Tentang lagu ini, dari pengamatanku cukup menarik walaupun harus sekian kali mendengarkan baru bisa menemukan semangatnya.
Bertutur tentang bencana yang ada, sang penulis lirik coba menyadarkan kita bahwa semua ini bukanlah mimpi namun adalah kenyataan. Dari kenyataan yang ada, kita diajak untuk merenungi mengapa semua bencana terjadi. Mungkinkah ini adalah kesalahan kita sendiri yang sering tidak peduli pada alam. Dan Tuhan memberi bencana sebagai peringatan agar kita sadar dengan semua tingkah laku yang tidak benar. Di akhir bait lirik lagu ini, sang penulis mengajak kita untuk berdoa dan kembali kejalan yang benar.
Iwan Fals menyanyikan lagu ini dengan santai, tidak menghentak-hentak. Dia seperti menghemat tenaganya. Namun aransemen musik yang berkualitas mampu mengimbangi kesederhanaan Iwan Fals pada lagu ini. Kesederhanaan lirik yang dinyanyikan Iwan Fals membuat lagu ini menjadi enak didengar. Benar-benar pas antara musik dan lirik dengan karakter Iwan Fals. Sangat jarang Iwan Fals membawakan lagu yang bukan karyanya dengan penuh perasaan seperti lagu ini.
Terima kasih buat bang Yockie dan bang Remy yang telah memberikan karya ini kepada Iwan Fals untuk dinikmati oleh penggemarnya. (sb)

Berikut copy komentar mas Remy tentang tulisan diatas ketika masih saya tayangkan pada blog saya di multiply.


Ikut nyumbang cerita ya. Awalnya, mas JSOP bingung juga saya nulis lirik itu. "Rem liriknya kaya MUI." Maksudnya santun banget.
Tapi sy punya alasan knp sy nulis lirik dengan penggarapan yang kalem. Saya ingin lagu itu tdk dikenal hanya karena tsunami misalnya, tapi untuk segala bencana, apalagi waktu itu isu global warming sudah didengungkan. Itulah...
Soal tehnis, memang mas JSOP gak puas. Beberapa kali dia mengkilik sound di studionya, sampe begadang-begadang. Kalau soung lagu itu gak dikilik sama Mas JSOP, pasti dia gak puas-puas.
Mengutip Mas JSOP juga, dia bilang, bahwa karya (lagu) itu, ibarat anak kita. Lagu itu diusahain gak cacat, tapi begitu sudah lahir (maksudnya sudah menjadi konsumsi publik) maka kita harus menerima apa adanya.
Saya sendiri, walau sudah beberapa tahun kenal dengan Mas JSOP, baru tau, betapa seriusnya dia mengerjakan musik. Orangnya sangat teliti dan telaten. Karena waktu menulis lirik untuk Ogut Suping tau Bla Bla Bla d Godbless, saya gak mengikuti alur rekamannya, dan juga lagunya bukan milik Mas JSOP, tapi Mas Ian Antono.
Dan kalau saya kilas balik, saya baru sadar, bahwa dalam perjalanan panjang seorang Iwan Fals, ternyata Mas JSOP salah satu arsitek bagi Iwan Fals (mulai albm Kantata Takwa)yang kita kagumi itu. Selain nama Mas JSOP yang mempengaruhi cara bernyanyi Iwan Fals adalah Willy Sumanttri (Jaman Umar Bakri) dan Ian Antono (sejak Mata Dewa).
Kembali ke IBM, saya mengerti kenapa Mas Syafiq baru menyukai setelah mendengarkannya beberapa kali. Lagu itu melodi, aransemen yang dibuat ole Mas JSOP memang bukan selera pasar.. Tapi seandainya waktu take vocal ada Mas JSOP disana. saya jamin itu lagu bakal jauh lebih dahsyat. Tapi itulah, ketikia si anak telah lahir, ia menjadi milik masyarakatnya.
Dan saya sebagai pribadi, bangga bisa ikutan diantara orang-orang besar itu.
Makasih Mas JSOP dan Bang Iwan, saya sudah dikasi kesempatan emas itu.
salam buat semua pecinta Iwan Fals dan JSOP.
Berikut liriknya. Lagunya?... seperti biasa... lagunya beli sendiri ya.

Ini Bukan Mimpi
Iwan Fals / Yockie S. & Remy Soetansyah ( Album 50:50 2007 )

Simaklah laguku ini
Tentang sebuah bencana
Tragedi umat manusia
Terjadi lagi
Terjadi lagi

Alampun telah bersaksi
Atas tingkah laku kita
Tuhanpun telah menyapa
Memperingati
Memperingati

Ini bukan sandiwara
Ini bukan dalam mimpi
Ini bukan sandiwara
Ini bukan dalam mimpi

Ini kenyataan mari renungi
Ini bukan sandiwara
Ini bukan dalam mimpi
Ini kenyataan yang ada mari renungi

Demi keselamatan kita bersama
Mari kita berdoa
Pada Yang Kuasa
Berjanji kembali kejalan Illahi
Berjanji kembali kejalan Illahi
Kejalan Illahi


Ulasan saya tentang lagu ini juga diapresiasi oleh mas Remy dan diposting pula pada blog pribadinya di http://soetansyah.multiply.com/reviews/item/15

Ini Bukan Mimpi

Category:Music
Genre: Pop
Artist:IWAN FALS


Tanggal 8 November 2007 silam, di rumah Iwan Fals, berlangsung diskusi tentang global warming. Judul diskusi itu adalh INI BUKAN MIMPI, sebuah lagu yang dinyanyikan Iwan Fals dalam albumnya yang terakhir 50;50.
Kebetulan, lirik lagu itu saya yang bikin, sedangkan lagunya milik Jockie Soeryoprayogo.
Untuk acara itu, mbak Yos, istri Iwan telah menghubungi saya, untuk minta izin dan sekaligus mengundang saya. Menurut mbak Yos, selain diskusi kecil itu, Iwan juga akan mengadakan tour ke beberapa kota dengan thema dan judul INI BUKAN MIMPI di tahun 2008 nanti.
Ternyata, seorang teman saya, fatsettoholic, alias Syafiq, menulis panjang lebar tentang lagu itu. Kutipannya begini:

****Tulisan Review saya diatas****

Lalu, ternyata Mas Jockie (seterusnya JSOP) mengomentarinya begini:

Terimakasih bung Syafiq . Boleh ya saya ikut komentar , cuman mau nambahin cerita sedikit tentang prosesnya.

Sebetulnya saya sangat berharap pada saat Iwan mau take vocal saya dilibatkan untuk hadir .(hal tersebut sdh saya tekankan berkali-kali ke pihak Musica) Bukannya untuk ngawasin Iwan Fals , tetapi untuk turut melengkapi makna da tema yang diusung (seperti biasanya dulu kami selalu bekerja-sama)

Iwan Fals mah..nggak perlu diawasin ataupun diajarin bagaimana harus bernyanyi , semua orang juga sudah tau kemampuannya . Namun untuk membawakan tema yang berangkat dari pikiran serta gagasan orang lain diperlukan kerjasama yang lebih utuh .

Dalam hal ini Musica sebagai label yang menaungi Iwan Fals sungguh ceroboh dan mengecewakan saya . Mereka sama sekali tidak memberi tahu saya , apalagi kepada managemen Iwan Fals sendiri.
Hingga tau-tau vocalnya dikirim kerumah saya dalam bentuk sudah jadi , untung Iwan Fals yang menyanyikan (sudah pasti nggak asal dan juga tidak sembarangan) . Coba kalau terjadi dengan penyanyi lain.., mungkin saya ngomong A tapinya nyanyinya bunyi B.

Tetapi ya..ini sekedar catatan kecil yang harus kita maklumi bersama , orang memang nggak pernah ada puasnya hehehe..Namun seandainya saja waktu itu saya diberitahu untuk hadir , saya yakin pasti akan ada sesuatu lagi yang bisa didengar disana . Apapun hasilnya sekarang , he's the best .

Rupanya, terjadi pembahasan cukup panjang, dan akhirnya saya melengkapinya begini:

Ikut nyumbang cerita ya. Awalnya, mas JSOP bingung juga saya nulis lirik itu. "Rem liriknya kaya MUI." Maksudnya santun banget.
Tapi sy punya alasan knp sy nulis lirik dengan penggarapan yang kalem. Saya ingin lagu itu tdk dikenal hanya karena tsunami misalnya, tapi untuk segala bencana, apalagi waktu itu isu global warming sudah didengungkan. Itulah...
Soal tehnis, memang mas JSOP gak puas. Beberapa kali dia mengkilik sound di studionya, sampe begadang-begadang. Kalau soung lagu itu gak dikilik sama Mas JSOP, pasti dia gak puas-puas.
Mengutip Mas JSOP juga, dia bilang, bahwa karya (lagu) itu, ibarat anak kita. Lagu itu diusahain gak cacat, tapi begitu sudah lahir (maksudnya sudah menjadi konsumsi publik) maka kita harus menerima apa adanya.
Saya sendiri, walau sudah beberapa tahun kenal dengan Mas JSOP, baru tau, betapa seriusnya dia mengerjakan musik. Orangnya sangat teliti dan telaten. Karena waktu menulis lirik untuk Ogut Suping tau Bla Bla Bla d Godbless, saya gak mengikuti alur rekamannya, dan juga lagunya bukan milik Mas JSOP, tapi Mas Ian Antono.
Dan kalau saya kilas balik, saya baru sadar, bahwa dalam perjalanan panjang seorang Iwan Fals, ternyata Mas JSOP salah satu arsitek bagi Iwan Fals (mulai albm Kantata Takwa)yang kita kagumi itu. Selain nama Mas JSOP yang mempengaruhi cara bernyanyi Iwan Fals adalah Willy Sumanttri (Jaman Umar Bakri) dan Ian Antono (sejak Mata Dewa).
Kembali ke IBM, saya mengerti kenapa Mas Syafiq baru menyukai setelah mendengarkannya beberapa kali. Lagu itu melodi, aransemen yang dibuat ole Mas JSOP memang bukan selera pasar.. Tapi seandainya waktu take vocal ada Mas JSOP disana. saya jamin itu lagu bakal jauh lebih dahsyat. Tapi itulah, ketikia si anak telah lahir, ia menjadi milik masyarakatnya.
Dan saya sebagai pribadi, bangga bisa ikutan diantara orang-orang besar itu.
Makasih Mas JSOP dan Bang Iwan, saya sudah dikasi kesempatan emas itu.
salam buat semua pecinta Iwan Fals dan JSOP.

Ini sedikit coretan dari saya. Semoga bermanfaat.
salam.

Remy Soetansyah

Tak Pernah Terbayangkan

Pongky membuat lagu lagi untuk Iwan Fals, seakan dia ingin mengulang sukses lagu karyanya yang berjudul Aku Bukan Pilihan yang dinyanyikan Iwan Fals. Tetapi nasib lagu ini tak sebaik lagu karya Pongky sebelumnya. Lagu ini kurang menarik pendengar. Mungkin mereka sudah jenuh mendapati Iwan Fals pada masa ini suka menyanyikan lagu cinta karya orang lain.



Tak Pernah Terbayangkan
Iwan Fals / Pongky Barata ( Album 50:50 2007 )


Tak pernah terbayangkan
Bila harus berjalan tanpa dirimu
Tak pernah terpikirkan
Bila aku bernafas tanpa nafasmu
Nafasmu

Takdir sudah pertemukan kita
Tuk berdua dan saling menjaga
Dan tak mau aku melewati
Semua ini tanpamu

Kau hangatkan genggaman tanganku
Dan berkata akulah milikmu
Dan tak mau aku menjalani
Dunia ini tanpamu

Takdir sudah pertemukan kita

Yang tercinta

Opick dahulu adalah penyanyi rock yang belakangan berubah total menjadi penyanyi lagu lagu bertema religi. Kali ini dia membuat lagu untuk Iwan Fals. Lagu ini masih bertema cinta. Yang menarik dari lagu ini adalah musiknya yang mendayu-dayu, membuat pendengarnya lekas mengantuk dan memang cocok sebagai lagu pengantar tidur.




Yang tercinta
Iwan Fals / Opick ( Album 50:50 2007 )


Tidurlah dalam pelukanku
Lelaplah dalam mimpi indah
Biarkanlah sejenak saja
Berlalu semua luka luka

Tenanglah tenanglah
Hapuskan semua duka derita
Tenanglah sayangku
Pasti kan ada hari yang indah

Andaikan masih ada resah
Eratkan lagi dekapanmu
Dan sekali lagi kau cobalah
Meski lelah hati yang ada

Tenanglah sabarlah
Pasti kan ada hari yang indah
Dekatlah sayangku
Hapuskan semua duka derita

Biar
Kita menipu diri dengan hangatnya cinta
Oh biar
Lupakan sementara semua duka terasa

Tidurlah
Tenanglah

Tidurlah
Tenanglah

Cemburu

Ini bukan lagu tentang cemburu pada pasangannya. Ini adalah lagu Iwan Fals tentang cemburu kepada alam yang konsisten melakukan tugasnya tanpa pernah mengeluh. Manusia tidak bisa menjadi sabar seperti alam yang tanpa kenal lelah melakukan kewajibannya. Seperti samudera yang mau menampung segala macam benda yang dibuang manusia, atau seperti sang ombak yang selalu bergerak tanpa pernah berhenti. Cemburu model inilah yang bagus, dan semoga dapat kita petik hikmah dari lagu ini.



Cemburu
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )


Setiap orang berharap hidupnya lebih baik
Dari hari ke hari dari waktu ke waktu
Setiap orang tak ingin hidupnya menderita
Tentu saja ingin bahagia tak ingin terhina

Tapi mengapa
Begitu banyak yang tak baik
Hidupnya susah
Terlunta lunta jiwa dan raganya

Ada kamu yang mengatur ini semua
Tapi rasanya percuma
Ada juga yang janjikan indahnya surga
Tapi neraka terasa

Ingin bersyukur
Tapi tak semudah tutur
Canggung jalani hidup
Yang terasa hanya kewajiban saja

Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak

Di meja judi mempertaruhkan sepenggal waktu
Setengah mabuk mencoba mencuri nasib
Sebentar menang sebentar kalah itulah gelombang hidup
Di sisa hidup agar tetap hidup

Tapi mengapa
Semua seperti mimpi
Tak ada yang abadi
Kapal inipun akhirnya berhenti di dermaga sepi

Cemburu pada samudera
Yang menampung segala
Cemburu pada sang ombak
Yang selalu bergerak
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam