Tampilkan postingan dengan label Artikel TerFALS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel TerFALS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Konser Nyayian Raya

NYANYIAN RAYA - Konferensi Pers

NET. PERSEMBAHKAN KONSER ‘NYANYIAN RAYA’ BERSAMA IWAN FALS SEBAGAI ACARA PUNCAK KONSER SUARA UNTUK NEGERI

Jakarta, 26 Januari 2015 – Menyusul kesuksesan rangkaian Konser Suara Untuk Negeri di tahun 2014, kini NET. akan mempersembahkan sebuah Konser sebagai acara puncak bertajuk ‘Nyanyian Raya’ yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Badung, Bali, pada tanggal 14 Maret, 2015. Pada ‘Konser NET. Nyanyian Raya’ ini, Iwan Fals akan didukung oleh artis papan atas lainnya seperti Gigi, Superman Is Dead, dan Kotak.
‘Konser NET. Nyanyian Raya’ disiapkan sebagai acara penutup dari Konser Suara Untuk Negeri yang sebelumnya digelar di empat kota besar, Medan, Bandung, Jakarta dan Surabaya dan dihadiri oleh lebih dari 500,000 orang. Dalam konser-konser tersebut, NET. juga telah merangkul artis-artis papan atas lainnya yaitu Ari Lasso, Andra and the Backbones, Gigi, Jamrud, Nidji, Bondan Prakoso, Superman Is Dead dan Musikimia.

“Melalui Konser NET. Nyanyian Raya, kami mempersembahkan sebuah acara Puncak yang menggebrak perubahan dan inspirasi positif, serta menghibur banyak orang. Tidak hanya menghadirkan beragam keseruan dan hiburan yang luar bisa bagi masyarakat, namun konser puncak ini juga akan kembali menyuarakan perubahan untuk menjadi lebih baik serta memberikan inspirasi positif bagi diri sendiri ataupun orang lain,” kata Wishnutama, CEO NET. Televisi Masa Kini.

Iwan Fals, penyanyi dan ikon perubahan di Indonesia, merasa bangga dapat berjalan bersama NET. Dalam membawa pesan dan harapan yang lebih besar untuk masyarakat Indonesia, “NET. Movement yang diangkat di tahun 2014 melalui Konser Suara Untuk Negeri merupakan hal yang sejalan dengan impian pribadi saya dari awal perjalanan tour sepanjang tahun 2013, yaitu mengumpulkan jutaan orang dalam suatu konser, dan bernyanyi bersama untuk membawa perubahan positif dan memberikan inspirasi bagi diri sendiri dan sesama.”
“Saya senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan hal itu melalui ‘Konser NET. Nyanyian Raya’. Konser ini mengusung nilai-nilai tradisi luhur, pentingnya menjaga silaturahmi, menjaga keseimbangan alam dengan menjadi cerdas lingkungan melalui kegiatan penanaman dan peduli sampah, dan memberikan makna bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tambah Iwan.

Dengan mengusung tema ‘Go Green’, melalui konser puncak ini NET. ingin mengajak masyarakat Indonesia melakukan perubahan positif melalui tindakan nyata seperti penanaman bakau dan terumbu karang, bersih-bersih Pantai Kuta, serta kegiatan positif lainnya.
“Tema ‘Go Green’ dan aktifitasnya hanyalah salah satu contoh dari perwujudan dan buah inspirasi yang ingin dicapai NET., yaitu untuk menjadi lebih berani menghadirkan perubahan yang lebih baik melalui tindakan nyata, serta menunjukkan kepedulian pada lingkungan sekitar. Harapan kami, setiap lapisan elemen masyarakat dapat bergabung dan berjalan bersama NET. untuk mewujudkan hal tersebut, “ tutup Wishnu.

Acara puncak ‘Konser NET. Nyanyian Raya’ ini diselenggarakan di Bali untuk menghadirkan nuansa yang unik dan kultural pada konser. Kedekatan lokasi Garuda Wisnu Kencana dengan alam juga diharapkan akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung, karena selain mampu menampung jumlah penonton yang banyak dengan aman dan nyaman, lokasi ini juga menawarkan atmosfer yang berbeda, dan memiliki kekhasan tersendiri.

Sumber : iwanfals.co.id

Minggu, 25 Januari 2015

Iwan Fals bikin lagu hukum mati koruptor

Musisi senior Iwan Fals mengaku sudah jengah dengan kasus korupsi dan narkoba di Indonesia. Menurutnya, hanya di Indonesia, seorang koruptor dapat hidup bebas merdeka.

Keresahan Iwan tersebut dituangkan dalam lirik lagu yang rencananya akan  diluncurkannya di awal 2015 ini. Lirik lagu tersebut, lanjut pria yang kerap berselisih dengan pemerintahan Orde Baru tersebut masih belum sempurna.

Seperti dikutip merdeka.com dari akun Twitter, Iwan menuliskan, "Sementara ini dulu, nanti diurek2 lagi, siapa tau jadi lagu. Tks."

Dalam penggalan lirik yang belum disempurnakan tersebut, Iwan menuliskan, di Indonesia, pengedar narkoba dieksekusi mati, sedangkan koruptor dilindungi.

Menurutnya, keduanya harus lah dihukum mati.

"Pengedar narkoba dieksekusi koruptor dilindungi. Koruptor dan narkoba harus dimusnahkan."

Dalam lagu yang rencananya diberi judul 'Koruptor dan Narkoba' itu, Iwan menantang Presiden Joko Widodo menerapkan hukuman mati kepada para koruptor.

"Gembong narkoba mati Koruptor kapan di dor mati. Ayo mister presiden Tak tunggu hukum bedil di tukang util."

Berikut lirik lagu 'Koruptor dan Narkoba' yang sampai saat ini masih digubah oleh Iwan Fals.

Miris Teriris
Koruptor ketar ketir pengguna narkoba dihukum mati
Lihat negriku penuh dengan koruptor
Kanan dan kiri banyak bandar narkoba
Koruptor hatinya kotor narkoba dunia merdeka

Gembong narkoba mati koruptor kapan didor mati
Ayo mister presiden tak tunggu hukum bedil di tukang util

narkoba harus ditata koruptor eksekusi juga
Pengguna dihukum mati koruptor bikin mati
narkoba itu sesat koruptor itu bangsat

Kembali lagi ke pembodohan negri ini
Yang mana yang kejam dilestarikan
Dan yang sepele dilempari timah panas
maling kecil disamsam koruptor bebas merdeka
Koruptor dan narkoba sama-sama berbahaya penyakit dua-duanya

Mereka mewakili jutaan lidah jelata
Kebutuhan hidupnya serba disubsidi dari uang jelata
Tapi kuasa iblis itu tegak berdiri
Pengedar narkoba dieksekusi koruptor dilindungi
Koruptor dan narkoba harus dimusnahkan
Nyanyi yuk... koruptor anjing... auuu... auuu......
Narkoba merusak badan, koruptor hancurkan bangsa
kedua-duanya sama-sama bikin hidup sengsara
Koruptor dan narkoba sama bejatnya yang korup gila, yang jangki gila

Koruptor dan narkoba yang satu pekerja kotor yang satu jangannya dicoba
Negri penuh kutu-kutu yang tak terbasmi apa perlu rakyat jelata yang bertindak
Oooo sadarlah rakyat kita tak sedang dihipnotis
Koruptor, narkoba pasti berdosa, masuk neraka
Darurat.... darurat.... darurat....
Koruptor dan narkoba di penjara tak pernah jera

sumber : merdeka.com

Rabu, 16 Juli 2014

Iwan Fals Ciptakan Lagu Untuk Palestina

Dalam beberapa minggu ini kita menyaksikan penderitaan yang dialami oleh saudara kita yang berada di Palestina, dan membuat musisi senior Iwan Fals prihatin, dan bang Iwan Fals pun menyiptakan lagu tentang Palestina.
Dibawah ini adalah screenshot dari celoteh bang Iwan Fals melalui akun twitternya yang ditulis pada tanggal 13 Jul 2014 lalu.
Setelah gambar tersebut diunggah, kita para fans nya hanya bisa menebak saja. Apakah coretan diatas akan dijadikan lagu atau hanya sekedar pengisi waktu luang bang Iwan saja.
Ternyata, tanggal

Senin, 23 Juni 2014

Fotonya Diedit Dukung Prabowo-Hatta di Twitter, Iwan Fals Berang


Jakarta - Di dunia maya beredar foto Iwan Fals memakai kaos bergambar Prabowo-Hatta. Foto itu membuat berang Iwan.

Foto yang beredar di dunia maya, salah satunya di twitter, menunjukkan Iwan sedang berada dalam sebuah konser. Dia memakai kaos berwarna putih dan topi warna hitam. Tangan kirinya memegang gitar, sedangkan tangan kanannya diangkat dan telunjuknya membuat simbol angka satu.

Dalam foto itu, kaos putih yang dikenakan Iwan bergambar kartun Prabowo-Hatta di bagian dada. Di bagian depan topi hitam yang dikenakan Iwan, ada lambang tiga bintang emas. Di bawah foto itu, ada keterangan Iwan akan mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo-Hatta.

Ternyata foto itu palsu, begitu juga dengan keterangan di bawahnya. Gambar kartun Prabowo-Hatta yang ada di bagian depan kaos Iwan hasil editan. Aslinya, gambar di bagian depan kaos itu gambar kartun anak-anak. Topi Iwan juga hitam polos, tanpa logo bintang.

Belum diketahui dengan pasti pihak pertama yang mengunggah foto itu. Namun foto itu sudah beredar luas di situs mikroblogging tersebut.

Tahu fotonya diedit dan beredar luas, Iwan menumpahkan kekesalannya di twitter.

"Wah brengsek nih foto saya banyak dipake dukung si inilah si itulah, gak kreatif banget," kicau Iwan di akun @iwanfals yang dikutip detikcom, Senin (23/6/2014).

Sumber : news.detik.com

Sabtu, 07 Juni 2014

Konser Iwan Fals Di Surabaya

Iwan Fals : Bakri Bikin Otak Orang Seperti Prabowo-JokowiTRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals memberi kejutan tak terduga pada konser musik ‘Suara untuk Negeri’, di Lapangan Makodam V Brawijaya, Jawa Timur, malam ini.

Awalnya, tak ada yang aneh dengan konser yang berdurasi dua jam tersebut. Namun saat persembahan lagu terakhir yang berjudul ‘Guru Umar Bakri’, Iwan Fals melantunkan tambahan lirik yang di luar dugaan. Lirik baru yang ditambahkan Iwan Fals menyebutkan dua kandidat presiden RepublikIndonesia, Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi).

Saat lirik lagu sampai pada ‘Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri, Oemar Bakri... Bikin otak orang seperti otak Habibie’, kreasi Iwan Fals muncul. Tanpa dinyana, lirik ‘orang seperti otak Habibie’, diganti dengan ‘orang seperti otak Prabowo-Jokowi’

Dalam konser itu, sejumlah musisi tampil mengawal Iwan Fals. Sebut saja band Musikimia, Superman is Dead dan juga gitaris John Paul Ivan.

Konser musik Iwan Fals yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta ini merupakan konser terakhir dari rangkaian tour konser musik Suara untuk Negeri di empat kota.

Sebelum diselenggarakan di Surabaya, konser serupa telah berlangsung di Medan, Bandung, Jakarta. Puncak konser Suara untuk Negeri nantinya akan diwujudkan salam konser besar Nyanyian Raya di Jakarta.

Kamis, 10 April 2014

Suara PDIP Jeblok di TPS Iwan Fals


.
Liputan6.com, Jakarta Silaturahmi yang dilakukan calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo kepada musisi Iwan Fals tak berpengaruh pada perolehan suara moncong putih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kediaman musisi legendaris itu.

Hasil penghitungan sementara yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Suara (PPS) di TPS 04 Leuwinanggung, Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/4/2014) memperlihatkan hasil yang tidak menguntungkan untuk PDI-P.

Di TPS tersebut, suara PDI-P berada di posisi ketiga dengan perolehan suara sebesar 38 pemilih. Diatas PDI-P, bercokol Partai Gerindra dengan perolehan total suara sebesar 40 pemilih.

"Sedangkan urutan pertama di TPS 04 ditempati oleh Partai Amanat Nasional dengan 107 suara, itu gabungan pemilih partai dan caleg," ucap Susanti, perwakilan anggota PPS usai merampungkan proses penghitungan suara untuk DPR RI.

Dikatakan dia, dari 448 orang yang masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT), 43 diantaranya memilih untuk tak menggunakan hak pilih (golput) dalam pemilu legislatif.

Saat melakukan pencoblosan, Iwan Fals sempat menyampaikan dukungannya terhadap proses pelaksanaan pemilu. Ia pun tak menyarankan golput bagi para generasi muda.

"(Mencoblos) itu caranya kita bisa bersuara. Kalau ada apa-apa, (pemimpin) nggak benar, kita nggak bisa ngapa-ngapain. Kalau milih dan pengurus (pemerintahan) brengsek kan kita bisa protes," ungkap Iwan.
(Fei)

Kamis, 10 Oktober 2013

Iwan Fals Enggan Jadi Presiden

Iwan Fals Enggan Jadi Presiden
Liputan6.com, Jakarta, Indonesia : Musisi senior Iwan Fals mengaku enggan bila kelak dicalonkan menjadi Presiden Republik Indonesia. Dikutip dari akun Twitter miliknya, penyanyi yang baru saja merilis album terbaru bertajuk 'Raya' tersebut sudah merasa terlalu tua untuk menjadi Pemimpin Negeri.

"Saya nyapres eit nggak mungkin wong di Oi saja kalah telak, suara saya cuma satu, tahu dirilah." tulis iwan melalui akun @Iwanfals, Senin (7/10/2013).
"lagipula umur sudah 52, ngejar bis saja ngos-ngosan apalagi lari dari Sabang-Merauke, Miangas-Rote, wah itu urusan empat puluhanlah" lanjutnya menambahkan.
Uniknya, di luar pembahasannya mengenai capres, Iwan ternyata masih menyimpan harapan besar pada pemilu 2014 nanti. Dikabarkan, memiliki impian untuk menghelat sebuah konser akbar di Indonesia, pelantun lagu 'Bongkar' tersebut pun berharap akan ada pihak promotor yang mau mewujudkan niatnya itu.
"Saya ada mimpi, mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi. Kalau ada promotor gila untuk mengundang teman-teman menonton pertunjukan musik, 'Nyanyian Raya' namanya," ujar Iwan Fals dalam wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).
Jika benar-benar terjadi, Iwan berharap bukan hanya mewujudkan sebuah konser musik saja. Namun juga memperkenalkan kuliner Indonesia serta menjaga lingkungan hidup yang kian memprihatinkan.
"Suasananya di situ nanti kuliner Indonesia keluar. Isunya kasih sayang, lingkungan hidup, sampah masih menjadi masalah ya. Dengan kita berkumpul bareng, kesadaran akan kasih sayang, nggak terprovokasi seperti di Mesir dan Suriah. Idealnya pas Pemilu 2014 nanti," papar pemilik nama Virgiawan Listanto tersebut.
Pria 52 tahun ini juga berhasrat agar dapat memecahkan rekor penonton terbanyak seperti di negara lain. Apalagi, Iwan melihat adanya potensi besar yang dimiliki Indonesia.
"Tujuannya memecahkan rekor penonton, kayak satu juta penonton Rolling Stone di Brazil. Kalau kita bisa mendatangkan 4 juta saja, mudah-mudahan mimpi ini menumbuhkan rasa nasionalisme. Ini baru mimpi saja," pungkasnya.

Kamis, 12 September 2013

Ingin Pecahkan Rekor, Iwan Fals Impikan Konser Nyanyian Raya

Liputan6.com, Jakarta : Legenda hidup musik Tanah Air, Iwan Fals, ternyata masih menyimpan harapan besar untuk menghelat sebuah konser akbar di Indonesia. Pelantun lagu Bongkar ini berharap ada pihak promotor yang rela mewujudkan impiannya tersebut.

"Saya ada mimpi, mudah-mudahan tahun depan bisa terrealisasi. Kalau ada promotor gila untuk mengundang teman-teman menonton pertunjukan musik, 'nyanyian raya' namanya," ujar Iwan Fals dalam wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).
Jika benar-benar terjadi, Iwan berharap bukan hanya mewujudkan sebuah konser musik saja. Namun juga memperkenalkan kuliner Indonesia serta menjaga lingkungan hidup yang kian memprihatinkan.
"Suasananya di situ nanti kuliner Indonesia keluar. Isunya kasih sayang, lingkungan hidup, sampah masih menjadi masalah ya. Dengan kita berkumpul bareng, kesadaran akan kasih sayang, nggak terprovokasi seperti di Mesir dan Suriah. Idealnya pas Pemilu 2014 nanti," papar pemilik nama Virgiawan Listanto tersebut.
Pria 52 tahun ini juga berhasrat agar dapat memecahkan rekor penonton terbanyak seperti di negara lain. Apalagi, Iwan melihat adanya potensi besar yang dimiliki Indonesia.
"Tujuannya memecahkan rekor penonton, kayak satu juta penonton Rolling Stone di Brazil. Kalau kita bisa mendatangkan 4 juta saja, mudah-mudahan mimpi ini menumbuhkan rasa nasionalisme. Ini baru mimpi saja," pungkasnya.

Artikel Terkait :
Iwan Fals Dalam “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII

Iwan Fals Dalam “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgBXybJ-GDWmavPEgZ5Q1JxwpsYSMIWh_HNGyAaPobXG2Kk7eZQZwnvq0UWAt0OXeA_5OAQv2dgzXeuZUtBhMSvAaJJO7cx2RFy-X0PVt1UKyfzYReqNlfvIZVvfFivnwdona9BEK18ro/s1600/Oghie+Art+-+Canon+EOS+650D+September+11,+2013-290.JPGFilm Soekarno; Indonesia Merdeka akan memulai promosinya lewat acara bertajuk “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII, Jaktim, Rabu (11/9/2013). Acara yang juga akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi SCTV mulai pukul 22.00 WIB ini menampilkan sederet musisi kenamaan tanah air seperti Iwan Fals, Slank, Rossa, Kikan, hingga Maudy Ayunda.

Sutradara Hanung Bramantyo rupanya bekerja amat keras dalam penggarapan film "Soekarno: Indonesia Merdeka".Dalam film tersebut, Hanung berkisah bahwa ia ingin menggambarkan kehidupan Soekarno sebagaimana seorang manusia biasa . "Saya bikin film ini untuk mengingatkan kembali kepada anak muda kalau dulu ada orang bernama Soekarno yang saat berusia 21 tahun sudah berteriak ingin Indonesia merdeka. Tapi sekarang, saat media sosial sudah semakin banyak dan berkembang, mana ada anak muda yang berani berkata seperti itu," ujar Hanung.
Hanung menjelaskan, momentum kelahiran Soekarno hingga terjun ke politik, saat menikah dengan Inggit Ganarsih, pembentukan Pancasila atau saat dibuang ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi kisah tersendiri.
Untuk memenuhi gambar kolosal, Hanung melibatkan 3 ribu talent, mulai dari anak-anak remaja hingga dewasa dari berbagai kalangan yang berbeda. "Selain para selebritis ada sekitar 2.500-3000 pemeran," kata Hanung.
Suami Zaskia Mecca itu mengaku, ada tiga buku utama yang jadi bahan referensinya sejak dua tahun penggarapan, yakni Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia"(Cindy Adams), Soekarno: Nederlandsch Onderdaan - Een Biografie 1901-1950 (Lambert J. Giebels) dan Soekarno: Founding Father of Indonesia (Bob Hering)
"Yang utama ada tiga, yaitu buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, bukunya Lambert J. Giebels dan buku Bob Hering," kata Hanung.
Selain itu, seri dari majalah Tempo edisi khusus, buku Tan Malaka, buku Inggit Garnasih juga buku Oemar Said Tjokroaminoto menjadi santapan untuk menambah referensinya.
"Termasuk bukunya Guruh Sukarno Putra untuk mendalami hubungan kesehariannya Bung Karno," katanya.
Dalam film tersebut, Hanung berkisah bahwa ia ingin menggambarkan kehidupan Soekarno sebagaimana seorang manusia.
"Karena angkat sisi manusianya, ada kisah cintanya dengan Bu Fatmawati, cara dia mencintai rakyat, juga bagaimana cara dia menghadapi Jepang. Tampak politis, tapi sebenarnya juga humanis," jelasnya.
 Film yang berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka rencananya akan dirilis pada Desember mendatang. Tokoh Bung Karno dalam film ini diperankan oleh aktor Ario Bayu sementara tokoh Bung Hatta diperankan oleh aktor Lukman Sardi
Acara “Konser Panggung Bung Karno” juga di hadiri oleh Ibu Mari Elka Pengestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, beliau memberi sebuah apresiasi positif atas film garapan Hanung tersebut  “Ini merupakan sebuah film yang  mengangkat nasionalisme, dan mampu merangsang hasrat warga Indonesia agar lebih mengenal sejarah bangsanya“
Launching produksi Film Soekarno selain di hadiri oleh para pemain dan pelaksana juga dihadiri oleh beberapa Tokoh dari Badan Pengurus Pusat Ormas Oi diantaranya  Ibu Rosana Listanto (Ketum Ormas Oi), Bapak Ainu Rofiq (Sekjen Ormas Oi), Bapak Sonny Teguh Laksono (Mantan Ketum Ormas Oi), Soedik Purnomo( Ketua Dept.Organisasi dan Aparatur Ormas Oi), Neo Hamzah (Sekertaris Dept.Organisasi dan Aparatur Ormas Oi), Kubais (Ketua Dept.Bidang Pendidikan Ormas Oi), dan Chaerudin (Sekertaris Dept.Bidang Pendidikan Ormas Oi).
Iwan Fals Menyanyikan tiga buah lagu dalam acara yang bertajuk nasional tersebut , diantaranya “ Kebaya Merah “ , “Negeri Memang Kaya (bung Karno)” Dan lagu terakhir “ Bangunlah Putra Putri Ibu Pertiwi “ .
Ada sedikit kekecewaan dari para penggemar Iwan Fals yang tidak dapat menyaksikan langsung konser panggung Bung Karno di TMII, di karenakan  hanya para undangan dan media yang bisa menyaksikan berjalanya acara dari dalam bangunan gedung Theater TMII , namun hal tersebut tidak menyusutkan ambisi para penggemar Iwan Fals yang sudah datang jauh-jauh, bahkan ada yang dari Tanggerang dan Bogor  hanya untuk menyaksikan musisi idola mereka tampil.
Demi terciptanya keadaan yang aman dan kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dari para penonton yang kecewa karena tidak dapat masuk kedalam gedung  Theater TMII, panitia menyiapkan sebuah layar berukuran sedang, dimana layar tersebut berfungsi untuk merekam secara langsung berjalan nya acara saat di dalam gedung.

Minggu, 01 September 2013

Konser Iwan Fals Guncang Yogyakarta


Jogjanews.com - Menakjubkan. Kata-kata inilah yang mampu menggambarkan konser Top Coffee bersama  Iwan Fals yang digelar di Stadion Kridosono Jogjakarta hari Sabtu malam (31/8). Pemandangan khas dari setiap konser Iwan Fals adalah banyaknya bendera Orang Indonesia (OI sebutan fans Iwan Fals) pun menghiasi pentas malam itu.

Konser ini merupakan serangkaian konser Top Coffee with Iwan Fals di 15 kota besar di Indonesia. Yogyakarta menjadi kota ke-12 yang dijadikan konser.  Kelompok seni Ludruk Turangga Arum mengawali konser Iwan Fals.

Iwan Fals yang tampil mengenakan kaos hitam dipadu dengan celana jeans dan ikat kepala membuka konser dengan lagunya yang berjudul Untuk Yuli  tampil apik dan garang. Meski sudah memasuki usia senja namun tak terlihat suara memudar, justru semakin matang dalam menyanyikan lirik-lirik kritisnya.

Dalam konser tersebut penampilan Iwan Fals semakin istimewa karena tata panggung yang apik dan tata suara yang membahana. Semakin lengkap ketika kemampuan berinteraksi Iwan Fals dengan penonton mampu membangkitakan suasana.

Jape mete piye kabare dab, tidak terasa sudah bisa manggung di sini lagi untuk yang ketiga belas kalinya. Kota ini selalu menyimpan banyak kenangan, pantas jika menyandang predikat Istimewa,” kata musisi kelahiran Jakarta 3 September 1961 ini.

Penampilan Iwan Fals di Jogja semakin lengkap dengan hadirnya salah satu dewa gitar Indonesia, Toto Tewel. Permainan distorsi gitar Toto tewel mampu menambah kuat aura lagu yang dinyanyikan Iwan Fals.

Dalam konser ini belasan lagu andalan dibawakan Iwan Fals. Komposisi musik balada berulang kali menyapa ribuan OI sehingga mampu membuat mereka bernyanyi bersama. Suasana pementasan ini layakanya paduan suara karena antara Iwan Fals dengan OI saling berbalas nyanyian.

Iwan Fals sempat membawakan lagu yang berjudul Lagu Buat Penyaksi yang terinspirasi dari kasus wartawan Udin. Iwan Fals pun berharap kasus yang sudah mengendap belasan tahun ini cepat dirampungkan. "Semoga cepat selesai kasus ini, kita semua pasti berharap kebenaran ditegakan," kata Iwan.

Dalam konser di Jogja kali ini,  Iwan Fals juga melakukan promosikan album terbarunya yang berjudul Raya. Album ini dijual dengan harga promo yaitu Rp.100 ribu lengkap dengan paketan majalah Rolling Stone.

Kamis, 27 Juni 2013

Kisah Sugianto Penjual Ginjal Demi Ijazah Anak

[imagetag]
JAKARTA - Sudah adil dan merdekakah menurut anda di indonesia??? coba kita lihat kisah seorang bapak yang benama Sugiyanto (45), warga Tegalalur, Jakarta Ba­rat, Rabu (26/6), nekat demo ber­­keliling Bundaran Hotel Indo­nesia (HI). Disertai putri­nya, Shara Meilanda Ayu, Su­giyanto membawa selembar kertas putih seukuran A3.
Telepon genggam Ayu, 19 tahun, nyaris tidak pernah berhenti berdering. Sudah tak terhitung berapa orang yang menanyakan kondisinya dan sang ayah. Mulai dari wartawan yang ingin memberitakan dirinya, orang yang sekadar ingin mengucapkan simpati, hingga orang yang mengaku ingin benar-benar menawar ginjal sang ayah.

Tidak hanya itu, sedari pagi, Ayu mengaku sudah memenuhi undangan wawancara dua stasiun televisi swasta. Wartawan dari berbagai media pun tampak silih berganti mengunjungi rumahnya di Jalan Kebon 200, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Jangan bayangkan Ayu menerima wartawan di sebuah ruang tamu dengan meja dan kursi. Bangunan yang disebutnya rumah sebenarnya adalah sebuah kompleks ruko tempat ayahnya, Sugianto, 45 tahun, membuka lapak jahitan. Ukurannya sekitar 3 x 5 meter persegi. Sebagian ruangan tersebut kemudian disekat untuk kamar tidur. Ruangan itu terkesan lebih sempit sebab dipenuhi mesin jahit, benang jahit, dan beberapa pakaian, baik yang sudah ataupun belum sempat digarap oleh ayahnya.

Setelah aksinya dan sang ayah di Bundaran Hotel Indonesia pada Selasa lalu, 25 Juni 2013, Ayu dan ayahnya mendadak terkenal. Saat itu dia dan ayahnya nekat berorasi sambil membawa tulisan yang isinya sang ayah siap menjual ginjalnya demi menebus ijazah Ayu yang ditahan oleh pihak sekolah.

"Silakan masuk, Mas," sambutnya kepada wartawan, Kamis sore, 27 Juni 2013. Sugianto, yang saat itu sedang menggarap baju salah satu pelanggannya, menghentikan sejenak pekerjaannya.

Sambil sesekali menerima telepon, wanita yang bernama panjang Shara Meylanda Ayu Ardianingtyas ini menceritakan awal mula kejadian sehingga ayahnya nekat menjual ginjal demi ijazah Ayu.

Ayu mengaku mulai masuk Pondok Al-Asiyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, sejak tahun 2005. Saat itu dia baru saja lulus sekolah dasar. "Saya masuk ke sana gratis, semua biaya ditanggung pondok," ujarnya.

Awalnya, semua berjalan normal. Ayu menamatkan jenjang sekolah menengah pertama pada tahun 2008. Pun demikian dengan jenjang sekolah lanjutan. Dia lulus pada tahun 2011 ditambah pengabdian kepada almamater sampai tahun 2013. Dia bahkan sempat mengenyam bangku kuliah selama dua bulan di pondok tersebut.

Namun Ayu menuturkan bahwa semua mulai berubah pada awal Januari lalu. Pada saat itu, terjadi insiden kekerasan. Hal itu dipicu permasalahan internal. Yang membuat dirinya dan teman-temannya takut, kejadian tersebut terjadi di depan mata para santri. Sejak itu kondisi pondok menjadi mencekam.

Lantaran takut, para santri banyak yang berniat meninggalkan pondok. "Tapi kami tidak boleh, justru kami disuruh membayar ijazah SMP sebesar Rp 7 juta dan ijazah SMA Rp 10 juta," katanya. Alasan pihak pondok, para santri harus menyelesaikan jenjang S-1 dulu baru boleh keluar. Namun, menurut Ayu, peraturan tersebut tidak pernah ada sebelumnya.

Tidak hanya itu, pihak pondok, lanjut Ayu, juga meminta uang pengganti selama Ayu berada di sana. "Mereka mintanya Rp 20 ribu per hari, saya di sana sekitar enam tahun," kata Ayu dengan nada kesal.

Merasa semakin tertekan. Ayu dan beberapa rekannya kemudian memilih kabur dari tempat mereka menuntut ilmu. Kejadian tersebut lalu disampaikannya kepada sang ayah, Sugianto. Tentu saja uang sebanyak itu bukan jumlah yang sedikit bagi Sugianto, yang sehari-hari hanya berpenghasilan tak lebih dari Rp 70 ribu. Apalagi, sejak 12 tahun lalu, Sugianto harus menafkahi dua anaknya sendiri. Istrinya, Ningsih, meninggal saat Ayu masih berusia 5 tahun.

Mereka kemudian mendatangi pondok sampai empat kali. Namun pihak pondok berkeras tetap menahan ijazah Ayu.

Sugianto lalu mengadukan permasalahannya ke berbagai pihak. "Saya ke Komnas HAM sudah, Kemenag juga sudah, dan beberapa instansi lain," ujar Sugianto. Namun jawaban yang didapat Sugianto hanya saran untuk menunggu.

Mulai kehabisan akal, Sugianto akhirnya memilih turun ke jalan. Aksi yang dilakukan Sugianto pun tidak main-main. Dia melakukan orasi dengan membawa tulisan yang intinya dia siap menjual ginjal demi ijazah anaknya. Ginjalnya pun hanya dibanderol seharga ijazah anaknya. "Saya tidak ada niatan mencari sensasi. Kalau memang ada yang menawar seharga itu akan saya berikan asal ijazah Ayu bisa diambil," katanya.

Sugianto mengaku sadar atas risiko yang akan diterimanya jika ginjalnya benar-benar laku. "Saya rela, kalaupun kesehatan saya menurun juga tidak masalah," tuturnya.

Aksi pertamanya di RSCM tidak membuahkan hasil, hingga kemudian dia berpindah ke Bundaran Hotel Indonesia. Aksi Sugianto akhirnya mendapat perhatian dari banyak pihak. Berbagai media sontak memberitakan aksinya.

Beberapa orang yang bersimpati pun menawarkan bantuan. Tak hanya bantuan, Sugianto mengaku sudah mendapat telepon dari beberapa orang yang serius menawar ginjalnya.

Sugianto mengaku siap melepas ginjalnya dengan ketentuan yang berlaku. Dia tetap berharap ijazah anaknya bisa diambil. Sebab, menurut dia, masa depan anaknya sangat penting.

Menurut Sugianto, ijazah merupakan salah satu hak anaknya yang tidak bisa begitu saja direnggut. "Sampai kapan pun saya akan tetap mencari keadilan untuk anak saya."

Rabu, 26 Juni 2013

Album baru Iwan Fals

Akhirnya album yang saya tunggu-tunggu dari sang Legenda musik Indonesia, Iwan Fals, sekali lagi membuktikan eksistensinya di industri musik Indonesia. Setelah terakhir menelurkan album pada 2010 silam, Iwan pun kembali merilis album baru.

Mengambil konsep album double disc karya terbarunya itu diberi nama 'Raya'. Raya sendiri adalah putra bungsu Iwan Fals. Ia pun punya alasan kenapa memilih nama tersebut.

"Saya tiap hari melihat Raya tiap pagi pergi sekolah, pulang udah sore, bawa tas berat - berat. Kok berat banget hidupnya," Jelas Iwan Fals saat ditemui saat launching albumnya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).

Berisi total 18 lagu, album ini berisikan catatan kegembiraan, kegelisahan dan kesedihan Iwan Fals selama tiga tahun terakhir.

Fakta menarik dari album ini adalah pemilihan lagu dilakukan langsung oleh Mba Yos dan Cikal yang merupakan istri serta anak Iwan Fals.

"Capek banget. Karena papa produktif banget, awalnya ada 24 lagu. Sampai akhirnya kita sortir jadi cuma 18 lagu," ungkap Cikal.

"Awalnya justru mau empat CD, cuma kitanya yang belum sanggup," tambah Mba Yos lagi.


Tentang Album Raya ini..?

Mari kita mulai dari cover album. Dalam bayangan saya sebelumnya, cover album ini akan berdesain ceria karena anak umur 10 tahun yang jadi bintangnya. Kenyataannya cover album ini terasa lebih mewakili usia Iwan Fals. Desainnya ekslusif, mewah. Didalamnya berisi lirik dan foto-foto ekslusif.

Mari kita intip Disc A
  • Dibuka dengan lagu berjudul ‘Raya’, lagu yang bercerita tentang anak terakhir Iwan Fals. Musik sederhana yang cuma diiringi gitar akustik. Iramanya langsung teringat lagu ‘Galang Rambu Anarki’ dan lagu ‘Anissa’ (lagu tidak beredar). Asik sih lagu ini, cuma menurut saya kurang ceria. 
 
  • Masuk track kedua, mata saya mendadak fokus ke satu titik diruangan. Intro lagu ‘Aku Ada’ memaksa untuk mengeraskan volume stereo set. Ada suara-suara bening disepanjang lagu. Wow... Itu adalah suara penyanyi perempuan bernama Lea Simanjuntak, dia menjadi backing vocal dalam lagu ini namun tidak bernyanyi dengan bahasa manusia, tetapi ber- heyy yeiii yeiii.. entah apa istilahnya :). Pada lagu inilah saya merasakan karakter vocal Iwan Fals menjadi hidup. Sepanjang lagu ini saya diam mematung terpesona. 
 
  • Lanjut track ketiga. Ini adalah salah satu lagu ghoib yang pernah saya ulas sebelumnya disini. Lagu ‘Negeri Kaya’. Lagu berlirik mantab ini sejak tahun 2010 sudah cukup sering dinyanyikan dalam konser dan kali ini di albumkan. Lirik kritis lagu ini seakan menjawab pertanyaan ‘mana Iwan yang dulu’.
 
  • Lirik kritis Iwan muncul lagi pada track keempat lagu ‘Katanya’. Dan suara bening Lea Simanjuntak ikut menyelimuti lagu ini, kali ini dia bernyanyi dengan bahasa manusia :). Lagu yang menjadi megah dan tidak membosankan. Ini adalah lagu dengan durasi terpanjang dalam album Raya, sekitar 7 menit lebih.
 
  • Dan sponsor album ini sudah pasti dibuatkan lagu. Lagu ‘Kopi Top’ dalam track kelima ini belakangan selalu dinyanyikan Iwan Fals dalam konsernya yang disponsori produk tersebut. Apalagi saat ini Iwan Fals menjadi bintang iklan produk ini.
 
  • Lagu ‘Sampah’ menempati track keenam. Lagu ini juga kerap dinyanyikan dalam konser sebelum di albumkan. Lagu dengan pesan positif untuk kelestarian alam ini dinyanyikan Iwan Fals dengan gaya yang unik. Tidak biasanya Iwan bernyanyi dengan gaya seperti ini. Sayang telinga saya tidak begitu asik mendengar track ini.
 
  • Track ketujuh membuat badan saya bergoyang mengikuti irama menghentak. Diimbangi dengan lirik keras membuat lagu ‘Tangan Kosong’ ini menjadi waah. Disini saya menjumpai Iwan Fals seperti dijaman album Mata Dewa. Karakter vocal yang ‘ngamuk’ ditambah teriakan-teriakan dalam nada tinggi yang tak dijumpai dalam album sebelumnya. Iwan begitu lepas berteriak pada lagu yang sepertinya berkisah mengenai bela diri ini.
 
  • Setelah telinga dipanaskan dengan irama rock. Kini giliran lagu bertempo lambat dengan tema cinta mendinginkan suasana. Track kedelapan ini berisi lagu ‘Cinta Itu’. Kalau urutan track seperti ini semacam kita menonton konser-konser Iwan, lagu ini tentu membuat sebagian penonton memilih duduk. Dan ada kejutan di penghujung lagu, Yos, istri Iwan Fals ikut bernyanyi disini.
 
  • Berlanjut dengan lagu ‘Adalah’ pada track kesembilan. Kalau dalam konser, tentu penonton masih tetap duduk menikmati lagu cinta bertempo lambat ini. Bahkan sebagian mungkin ngobrol sendiri sedang yang lainnya sibuk sms-an :) . Lagu ini liriknya ditulis oleh Rosana Listanto alias Mbak Yos istri Iwan Fals.

Mari kita lanjutkan dengan Disc B
  • Inget lagu Doa dari album Suara Hati? Yup, lagu ‘Api Unggun’ pada track kesepuluh ini hampir serupa dengan itu. Hanya saja dalam lagu ini alat musik sederhana ikut main. Konsepnya dibuat seperti kita duduk didepan api unggun dan nyanyi rame-rame diiringi alat musik seadanya. Menarik.
 
  • Iwan Fals masih memasukkan suasana alam dalam album ini. Lagu ‘Gadis Tani’ mengisi track kesebelas dengan lirik sederhana yang mengingatkan saya pada lagu-lagu Franky and Jane. Memory saya melayang ke masa lalu gara-gara lagu ini.
 
  • Track keduabelas, ‘Lekaslah Sembuh’. Adalah lagu yang didedikasikan Iwan Fals untuk pemain bass Donny Fattah yang sedang sakit ketika lagu ini dibuat tahun 2012. Lagu yang pernah dinyanyikan dalam konser amal menggalang dana untuk biaya pengobatan Donny saat itu, kali ini direkam dan dialbumkan. Tiupan harmonika dengan gaya seperti era Iwan di tahun 80-an menjadi intro lagu ini. Selengkapnya mengenai lagu ini pernah kita ulas pada artikel Lekaslah Sembuh - Lagu Iwan Fals Untuk Donny Fattah.
 
  • Kangen irama country gaya Iwan Fals?. ‘Rekening Gendut’ jawabannya. Irama lagu dalam track ketigabelas ini mungkin bisa membuat sebagian dari kita loncat-loncat kegirangan, sebagian yang lainnya berbaris main sepur-sepuran keliling kampung atau gulung kuming.. hehehe.. Musiknya asik, liriknya asik, penuh kritikan kepada pemilik rekening yang nilainya tak wajar, mulai wakil rakyat, polisi, jaksa hingga presiden dibungkus kalimat yang kocak. Iwan Fals sudah kembali seperti dulu, lagu ini buktinya. Dan rupanya lagu ini bikin saya jadi inget karya-karya kocak Doel Sumbang.
 
  • Goyang badan masih dilanjutkan lagi dengan lagu berirama rock n roll asyik yang berkisah tentang percintaan sesama mahasiswa demonstran. Kalau dalam konser pasti sebagian penonton berjingkrak-jingkrak mendengar lagu ini. Lagu ‘Si Putri Dan Si Fulan’ pada track keempatbelas merupakan pembuktian Iwan Fals kalau dia masih bisa bikin karya menarik seperti masa lalu. Dan suasananya membuat saya teringat karya-karya blues alm. Harry Roesli.
 
  • Puas dengan irama rancak, kembali Iwan Fals menurunkan tensi dengan lagu santai berjudul ‘Bangsat’. Tiupan harmonika khas Iwan menghiasi lagu pada track kelimabelas ini. Lirik kritis tentang koruptor yang dinyanyikan semoga bisa bermanfaat.
 
  • Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini Iwan Fals aktif dengan internet. Dia juga aktif dengan sosial media di dunia maya. Mungkin itu sebabnya pada track keenambelas muncul lagu ‘Dajal Net’ yang berkisah tentang kecanduan pada internet. Iwan menyanyikan lagu berirama riang ini dengan gaya vocal yang kocak, membuat album ini semakin berwarna.
 
  • Lalu track ketujuhbelas terasa mendadak kelam. Lagu ‘Pelaut’ yang mendayu dayu membuat saya drop tiba-tiba. Jadi selanjutnya saya akan loncati atau pindahkan urutan lagu ini agar tidak merusak suasana setelah sebelumnya disuguhi musik-musik berirama riang.
 
  • Dan sebagai penutup dihadirkan lagu ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, melengkapi delapanbelas track. Lagu ini juga sudah pernah dinyanyikan dalam konser pada tahun 2012. Lagu pesanan khusus yang berirama country ini sudah pernah saya ulas dalam artikel Tak Kenal Maka Tak Sayang - Lagu Iwan Fals.

Daftar Lagu IWAN FALS
(ALBUM RAYA 2013)

Side A

1.      Raya
2.      Aku ada
3.      Negri kaya
4.      Katanya
5.      Kopi top
6.      Sampah
7.      Tangan kosong
8.      Cinta itu
9.      Adalah

Side B

1.      Api unggun
2.      Gadis tani
3.      lekaslah sembuh
4.      Rekening gendut
5.      Si putri dan si fulan
6.      Bangsat
7.      Dajal net.
8.      Pelaut
9.      Tak kenal maka tak sayang

Saya ucapkan terima kasih buat bang iwan kerena telah mengeluarkan album baru, tentu saja ini mengobati kerinduan kami sebagai penggemar bang iwan fals, dan semoga album ini sekses, meledak dipasaran nanti amin...amin...

Salam D.K.S.H...!!!

Rabu, 19 Juni 2013

Oi Menolak Kenaikan BBM

 "SURAT BUAT BAPAK PRESIDEN (semoga beliau baca)"

Assallamualaikum Wr. Wb.

Pak Presiden yang baik, bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja.

Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantri panjang mengular dari Sabang sampai Merauke?
Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin.
Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu.

Tak perlu naikkan BBM,pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa!
Hidup kami sederhana, disambung lembaran-lembaran uang recehan.
Ilmu hitung kami kelas rendahan: berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah, biaya transportasi, biaya listrik bulanan, dan kadang-kadang cicilan motor,dispenser atau DVD player. Tak perlu kalkulator. Bila sedang beruntung, kami bisa punya sisa uang untuk jalan-jalan di akhir pekan. Bila sedang sulit, kami tidak kemana-mana, Pak:
Kami mencari kebahagiaan gratisan di televisimeski kadang kadang justru dibuat pusing dengan berita-berita tentang beberapa anak buah Bapak yang korupsi.

Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini?
Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa.. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami:
siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!

Pak Presiden yang baik, Dengarkanlah kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas nama kami, belalah kami:
maka kami akan selalu ada, berdiri, bahkan berlari mengorbankan apa saja untuk membelamu. Berhentilah berdiri dan berbicara atas nama sejumlah pihak membela kepentingan-kepentingan golongan. Berhentilah jadi bagian dari mereka yang ingin kami benci sampai mati. Jangan jadi penakut, Pak Presiden, jangan jadi pengecut!
Buanglah kalkulatormu, singkirkan tumpukan kertas di hadapanmu, lupakan bisikan-bisikan penjilat di sekelilingmu!
Lalu dengarkanlah suara kami, tataplah mata kami :

tidak pernah ada satupun pemimpin di atas dunia yang sanggup bertahan dalam kekuasaannya jika ia terus-menerus menulikan dirinya dari suara-suara rakyatnya!
Pak Presiden, Sekali lagi, tentang kenaikan harga minyak, barangkali kami memang tak pandai berhitung.
Tapi, sungguh, kami tak perlu menghitung apapun untuk untuk memutuskan mencintai atau membenci sesuatu;
termasuk mencintai atau membencimu!


Wassallamualaikum wr. Wb.

"JANGAN GADAIKAN KEPENTINGAN RAKYAT. DENGAN KEPENTINGAN POLITIK"

Sumber Artikel diatas: fananistyc.heck.in   
Salam D.K.S.H...!!!
Bersatulah...!!!
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam