Tampilkan postingan dengan label Kantata Samsara (1998). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kantata Samsara (1998). Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2013

Pangeran Brengsek


Mengambil tema tentang seorang pangeran yang mempunyai sifat buruk. Pangeran bisa diartikan sebagai anak dari penguasa. Kelakuannya seperti tanpa peduli mana yang baik dan buruk, semua dilibah habis berbekan kekuasaan dari sang ayah. Kita masih bisa menjumpai hal seperti ini dimasa sekarang.
















Pangeran Brengsek
Iwan Fals, Djody, Jabo & Jockie (Album Kantata Samsara 1998)


Pangeran brengsek gudel ngepet
Suka nyopet mati disantet
Pangeran brengsek gegar otak
Padahal jelas tak punya otak

Aku seperti monyet botak
Monyet botak seperti aku
Monyet botak seperti gudel
Gudel ngepet seperti pangeran

Oh ya
Ngaku dermawan suka nyopet
Oh ya
Ee ee ati ati disantet

Sudah kubilang jangan protes
Pangeran brengsek
Sudah kubilang jangan nyopet
Pangeran brengsek sek sek sek sek

Pangeran brengsek suka nggelek
Pingin jadi caleg tapi gebleg
Jual tampang dikoran koran
Ha ha ha pahlawan kesiangan

Oh ya
Ngaku dermawan suka nyopet
Oh ya
Ee ee ati ati disantet

Sudah kubilang jangan protes
Pangeran brengsek
Sudah kubilang jangan nyopet
Pangeran brengsek

Senang bernyanyi kaya Sengkuni
Senang berkhotbah kaya Dorna
Ngomongnya ngaco co co co co co
Sek sek sek sek sek sek sek sek sek

Langgam Lawu

Sebuah lagu bertema etnik Jawa. Lagu ini seperti syair-syair pitutur yang mengajak pada kebaikan. Rangkaian syair serupa pantun ini dinyanyikan bersama sama oleh personil Kanatat Samsara dengan irama riang dan banyak bunyi-bunyian tradisional didalamnya.




Langgam Lawu
Iwan Fals, Doddy, Jabo & Jockie (Album Kantata Samsara 1998)


Dengarlah suara bening dalam hatimu
Biarlah nuranimu berbicara
Lihatlah puncak gunung menjulang tinggi
Perkasa menghadapi badai hidup

Dalang melenggang di pasar baru
Cari wayang yang mau jadi dalang
Main silat pakai sepatu
Sepatu bot buatan Jepang

E walah gunung Lawu langite wungu
Golek wahyu endasku ngelu

Kupu kupu terbang datang
Dikaki gunung Lawu
Dinaungi awan

Dalang melenggang mencari pacar baru
Wayang pusing pakai topeng berwarna belang
Rokok menyan mengebul memanggil hantu
Pohon beringin dibonsai membayar hutang

E walah bapak pucung menari nari
Bernyanyi kami akan terus bernyanyi

Kupu kupu terus datang
Dikaki gunung Lawu
Satu warna satu tujuan

Dengarlah suara bening dalam hatimu
Biarlah nuranimu berbicara
Lihatlah puncak gunung menjulang tinggi
Perkasa menghadapi badai hidup

Anak Zaman

Kisah tentang anak jaman dalam menyongsong masa depan. Penuh harapan disematkan kepadanya sebagai pengisi kehidupan yang diharapkan mampu merubah kehidupan menjadi lebih baik. Kantata Samsara mengemas lagu ini dengan musik sedikit gelap dan tempo yang lambat.



Anak Zaman
Iwan Fals, Djody, Jabo & Jockie (Album Kantata Samsara 1998)


Aku tanamkan benih hidup
Aku sirami dengan doa
Tumbuh tumbuhlah pohon kehidupan
Mekar mekarlah bunga harapan

Burung terbang menelan bintang
Dingin mencekam menakutkan
Bunga bunga api menari nari
Waspada waspadalah pancaroba

Hari baru telah datang
Bunga bunga masa depan
Telah datang perubahan
Bintang bintang anak zaman

Lagu Buat Penyaksi

Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin adalah wartawan Harian Bernas, Yogyakarta, yang dianiaya oleh orang tidak dikenal, dan kemudian meninggal dunia. Sebelum kejadian ini, Udin kerap menulis artikel kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru dan militer. Udin lahir di Bantul pada 18 Februari 1964. Ia menjadi wartawan di Harian Bernas sejak 1986.
 
Selasa malam, pukul 23.30 WIB, 13 Agustus 1996, ia dianiaya pria tak dikenal di depan rumah kontrakannya, di dusun Gelangan Samalo, Jalan Parangtritis Km 13 Yogyakarta. Udin yang sejak malam penganiayaan itu, terus berada dalam keadaannya koma dan dirawat di RS Bethesda, Yogyakarta. Esok paginya, Udin menjalani operasi otak di rumah sakit tersebut. Namun, dikarenakan parahnya sakit yang diderita akibat pukulan batang besi di bagian kepala itu, akhirnya Udin meninggal dunia pada Jumat, 16 Agustus 1996, pukul 16.50 WIB. 

Lagu Buat Penyaksi (Lagu Untuk Udin) berada pada album Kantata Samsara (1998). Perlu untuk diketahui bahwa kasus ini sampai sekarang tidak jelas dimana letak keadilannya. Sebuah kebenaran harus tetap disuarakan walaupun itu pahit.




Lagu Buat Penyaksi
Iwan Fals (Album Kantata Samsara 1998)


Matinya seorang penyaksi
Bukan matinya kesaksian
Tercatat direlung jiwa
Menjadi bara membara

Duka cita terdalam

Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang

Matinya seorang wartawan
Bukan matinya kebenaran
Tercatat dengan kata sakti
Menjadi benih yang murni

Duka cita terdalam

Hari ini kisahmu abadi
Berbaringlah kawan
Berbaringlah dengan tenang

Songsonglah

Ini lagu tentang kegelisahan seorang suami saat menanti kelahiran anaknya. Dia menaruh penuh harapan kepada anaknya yang akan lahir, sementara Iwan Fals hatinya tersayat melihat istrinya berjuang bertarung nyawa untuk melahirkan. Kelahiran anak sangat ditunggu-tunggu. Harapan baru dan beban baru pula yang akan dinantikan orang tuanya.



Songsonglah
Iwan Fals (Album Kantata Samsara 1998)


Lepaslah
Lepaslah belenggu ragu
Yang membelit hati

Langkahlah
Melangkah dengan pasti
Menuju gerbang baru

Songsonglah
Songsonglah gelombang waktu
Berenang dengan tenang

Tangis bayi baru lahir
Memecah hari yang berat
Ibunya pasrah berdarah
Beban hidup kian bertambah
Namun harapan juga bertambah
Sang ayah tak mampu berkata

Mendengar
Mendengar suara gaduh
Hatinya terluka

Melihat
Melihat wajah murung
Air matanya berlinang

Merasa
Merasa telah tiba
Saat yang ditunggu tunggu

Asmaragama

Lagu tentang percintaan dengan lirik yang rumit dan susah dimengerti. Namun kalau membaca berulang kali mungkin kita bisa fokus kedalam makna sebuah hubungan antara sepasang kekasih. Hubungan yang lebih kedalam urusan intim dan pribadi. Silahkan cerna sendiri.




Asmaragama
Iwan Fals, W.S Rendra, Djody & Joki. S (Album Kantata Samsara 1998)


Aku ingin menurunkan bulan
Lenganku pendek
Pertolongan apa yang bisa kuharapkan ?
Aku menari menghadang angin

Mencari jala atau jaring
Asmaragama mengacaukan nafasku

Mendam birahi gua siluman
Benda jaya ingin ku singgahkan
Bertapa sampai tuntas air kehidupan
Dan sang rembulan wajah kencana

Yang penuh rahasia
Dengan tuntutan yang takkan terlaksanakan

Oh bulan oh bara asmara
Tak tersisakah kenanganmu sedikit juga ?

Gelepar ikan di peraduan
Kijang mengerang di alam mimpi
Gada perkasa dalam khayal bidadari

Oh rembulan
Oh asmaragama
Mengapa kau belah hatiku ?

Oh rembulan
Oh asmaragama
Aku tetap tegar dibelah asmara

Nyanyian Preman

Cerita mengenai preman-preman yang mempunyai pendirian kuat tidak mudah diombang ambingkan keadaan. Mereka setia kepada pemimpinnya dan profesinya. Lagu ini seakan menyindir orang-orang baik yang kadang menjadi limbung dalam menghadapi kehidupan. Coba membandingkan dengan sifat preman dari sisi kesetiaan.



Nyanyian Preman
Iwan Fals, W.S Rendra, Jabo & Joki. S (Album Kantata Samsara 1998)


Wajahku disabet angin jadi tembaga
Ketombe dirambut celana kusut
Umurku ditelan jalan dalam kembara
Impian dirumput ah cerita butut

Addressku pojokan jalan tapi merdeka
Hidupku bersatu bersama rakyat
Jiwaku menolak menjadi kuku garuda
Hatiku setia meskipun cacat

Ooh ooh
Ya ya ya ya ya ya ya

T K W
Susu macan
Ijasah SD
Pengalaman

T K W
Susu macan
Ijasah SD
Pengalaman

Kugenggam nasibku mantap tanpa sesalan
Bapakku mentari bundaku jalan
Hidupku berlangsung tanpa buku harian
Berani konsekuen pertanda jantan

( Minuman pun ditenggak... Glegek huah )

Panji Panji Demokrasi

Demokrasi di negeri ini dipertanyakan. Apakah masih ada dan masih berguna, setidaknya itu makna yang tertangkap dari lirik lagu milik Kantata Samsara ini. Dalam iklim demokrasi sekarang ini ternyata masih banyak tipu menipu, yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Inilah yang membuat sebian orang menjadi bingung menerima demokrasi yang dipaksakan negara barat kepada negeri ini.

Panji Panji Demokrasi
Jabo & Doddy (Album Kantata Samsara 1998)


Panji panji demokrasi
Apa sudah mati ?
Dewa dewa keadilan
Tinggal bayangan

Mata mata kesadaran
Di nina bobok kan
Kenapa hukum tak pernah
Menyentuh yang diatas

Pu tipu saling menipu
Kat sikat saling menyikat
Lah salah menjadi benar
Ngung bingung hidup menjadi bingung

Celaka
Menangis panji panji demokrasi

Panji panji demokrasi
Penuh luka berdarah
Jatuh menetes ke bumi
Membangunkan kesadaran

Pu tipu saling menipu
Kat sikat saling menyikat
Lah salah menjadi benar
Ngung bingung hidup semakin bingung

Celaka
Menangis panji panji demokrasi

Panji panji demokrasi sedang menangis
Panji panji demokrasi sedang mengemis

Bunga Matahari

Mungkin bunga matahari disini bermakna seorang yang dicintai. Lagu ini mengisahkan puji pujian kepada bunga matahari yang memberi ketenangan dalam hidupnya.



Bunga Matahari
Djody, Doddy & Joki. S (Album Kantata Samsara 1998)


Embun selembut wajahmu
Fajar secerah senyummu
Merdu burung bernyanyi
Merdu janji janjimu
Kau tumpahkan cintamu
Bergelora jiwa jantanku

Berjanji setubuhi indraku
Matahari seindah kasihmu
Kuberikan segalanya oh jantung hatiku
Kukorbankan kurelakan
Demi bunga matahariku

Tetapi kini semua
Hampa karena kau terbang
Sebagai angin senja

Bunga matahariku
Bunga mata hatiku
Sirnalah impian indahku

Retaklah daya cinta
Kau sirnakan lautan
Kasih sayangku ini
Kau ratakan gunung cinta
Bunga bunga hatiku
Matahariku

Halilintar getarkan jiwaku
Bergetar dibelah asmara
Kurelakan kukorbankan
Segala galanya
Aku masih tetap tegar
Diterjang badai asmara

Bunga mata hatiku
Bunga matahariku

Bunga mata hatiku
Bunga matahariku

For Green And Peace

Ini adalah sebuah lagu berbahasa Inggir yang dinyanyikan Setiawan Djody bersama kelompok Kantata Samsara. Lagu dengan tema kelestarian alam dan perdamaian.

 

For Green And Peace
Djody, Doddy & Jabo (Album Kantata Samsara 1998)


I am jealous of the moonshine
I am jealous of the sun's rays

Oh sun the sun above
You are the soul of life
Moon full moon above
Your light in this darkening the world
In the eyes for peace and tranquility

Water of love
You are the blood that ruin through my veins

There are more and more conflicts
Even without the threat of nuclear games
Civilized economy and technology
Did not bear the green and peace movement

Let us sing
For the world of green and peace
Let us sing
For the rejuvination of the universe constitution

Let’s echo the word

Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace

Sing the song for the world of green and peace

Human civilitation
Witness how greed ruins natures harmony
The earth shaltering the atmosphere is heating up
The stars would never shine

The beginning of the millenium
Bring war criminals
Witness Bosnia, Somalia, Palestine
Watch the world crumbles plagued by terrorism

Singing together

Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace
Let’s start our revolution for green and peace

The sun, the earth, the moon and the stars
You are the witness for the universe constitution
Constitution and democracy made by the men
Could never solve problems world conflict

Samsara

Sebuah lagu yang judulnya juga sama dengan nama kelompok musik ini. Samsara sendiri mempunyai arti kelahiran kembali yang berulang-ulang tanpa henti. Atau kita bisa menyederhanakan dengan sebuah reinkarnasi. Dalam lagu ini diselipkan syair terkenal pujangga Indonesia Ronggo Warsito.



Samsara
Iwan Fals, Djody & Jabo (Album Kantata Samsara 1998)


"Ooh Tentreming ati Tentreming donya Ooh"
Bila ruang waktu berbenturan
Bila bintang diganti satelit
Manusia bunuh jarak
Evolusi kehidupan
Makin jelas

Bila hidup butakan budaya
Bila anarki membara rakyat merana
Daulat daya hidup jadi semu
Demokrasi bibir jalanan
Bukan penyelesaian

Keadilan
Kehidupan
Ditegakkan

Kebersamaan
Kemakmuran
Dilautkan

Apakah masih ada angin cinta kebersamaan ?
Gerhana meratap jiwa membara
Kesatuan berbangsa digemakan

Samsara
Galileo
Samsara
Galileo
Samsara

Angin berputar putar ditengah matahari
Bila anarki dan emosi bernyanyi
Kepalsuan membudaya
Merobohkan masa depan
Tergilas kehidupan melanium

Emosi membara
Anarki menyala
Serakah membara
Membuahkan kesenjangan

Oligarki
Monopoli
Daya mati

Demokrasi
Ekonomi
Daya hidup

"Singgah singgah kala singgah
Pan suminggah
Durga kala sumingkira
Singa sirah singa suku
Singa tan kasat mata
Singa tenggak singa
Wulu singa bahu
Kabeh pada sumingkira
Balia mring asal neki"
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam