Tampilkan postingan dengan label Manusia Setengah Dewa (2004). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia Setengah Dewa (2004). Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Iwan Fals Mimpi Tak Ada Tentara - Tempo 2004

Dokumentasi artikel wawancara dengan Iwan Fals yang di scan dari majalah Tempo, 9 Mei 2004. Wawancara yang dilakukan setelah album Manusia Setengah Dewa dirilis. Album tersebut mencatat penjualan sebanyak 150 ribu copy hanya dalam waktu satu bulan sejak diedarkan. Wawancara ini juga berisi mengenai Pemilu 2004, pencekalan, introgasi aparat tentang lagu mbak Tini, sikap tentara, peluang Iwan Fals menjadi Presiden RI dan sebagainya.

Klik gambar untuk memperbesar.





koleksi dari dOel

Manusia Setengah Dewa


Kerinduan Iwan Fals sebagai bagian dari rakyat akan hadirnya presiden Indonesia yang adil dan bijaksana seakan mewakili suara rakyat Indonesia secara keseluruhan. Dan lagu ini menyampaikan pesan itu kepada presiden baru.
Dari pengakuannya, lagu ini sebenarnya ditujukan kepada BJ Habibie yang saat itu tahun 1996 baru diangkat menjadi presiden Indonesia ke 3 menggantikan Soeharto yang berkuasa selama puluhan tahun menjadi presiden dan dipaksa mengundurkan diri karena terjadi demonstrasi besar-besaran di seluruh negeri.




Manusia Setengah Dewa
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini

Mungkin

Kritikan Iwan Fals terasa begitu pedas dalam lagu ini. Meski hanya diiringi dengan gitar akustik saja, namun tidak melunturkan kekuatan lirik lagu ini. Sindiran Iwan Fals terhadap ketidak adilan di negeri ini. Kebenaran yang bisa dibolak-balik, suap menyuap, pengadilan bagai sarang penyamun.
Bahkan Iwan Fals terang terangan meyebut berbagai profesi penegak hukum sebagai orang gila. Dia bilang pengacara, hakim, jaksa bahkan sampai dokter yang mengeluarkan keterangan sehat atau sakit para terpidana semuanya gila.




Mungkin
Karya : Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Di negeri ini apa saja bisa terjadi
Untuk mendapatkan keadilan
Kalau perlu membeli

Yang hitam bisa menjadi putih
Yang putih pun begitu
Terhadap yang benar saja sewenang wenang
Apalagi yang salah

Sebenarnya ini cerita lama
Tapi nyatanya sampai kini
Masih sama

Banyak pengacara berjaya karenanya
Pengangguran banyak acara itulah dia
Tekak tekuk hukum sudah menahun
Pengadilan bagai sarang para penyamun

Hukum mudah dipermainkan
Pasal pasalnya mulur mungkrek
Sampai kapan ini berjalan
Kok semakin hari bertambah ruwet

Kalau mau menang harus punya uang
Yang bokek tak masuk hitungan

Ada hakim dilempar sepatu
Itu artinya tak mau dimadu

Yang gila lagi
Orang gila masuk persidangan

Punya pengacara yang juga gila

Hakimnya gila

Jaksanya gila

Jangan jangan semuanya sudah gila

Termasuk dokternya

Termasuk saya

Mungkin

Asik Nggak Asik


Mengkritik dunia politik sudah bukan barang baru bagi Iwan Fals. Namun dalam lagu ini dia secara gamblang menyebut dunia politik adalah dunia hura-hura para binatang. Secara tidak langsung politikus dia samakan dengan binatang. Benar juga, politikus yang koar-koar di media selama ini tidak jauh berbeda dengan binatang sifatnya. Rakus dan suka bermain kotor hanya untuk kepentingan probadi atau kelompoknya.

Lagu berirama blues ini asik didengar meski hanya diiringi permainan gitar akustik yang dipetik oleh Iwan Fals sendiri.




Asik Nggak Asik
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )

Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit nggak asik

Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik nggak asik

Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul

Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik

Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong nggak asik

Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya

Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik nggak asik

Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur nggak asik

Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja

Raja tenang gerak selangkah
Sambil menyematkan hadiah

Asik nggak asik / Politik

Asik nggak asik / Politik

Asik nggak asik

Asik nggak asik

16 Juli 1996

Ini semacam trilogi dari judul judul lagu lainnya. Trilogi itu dikemas dalam judul lagu 15 Juli 1996, 16 Juli 1996 dan 17 Juli 1996. Dari informasinya, lagu ini dipersembahkan untuk seorang politikus perempuan yang pada masa itu sedang dirundung masalah. Iwan Fals merasa kasihan dan membuatkan lagu ini untuk dia. Saya tidak begitu paham makna tanggal yang dipakai sebagai judul lagu ini. Namun pada tanggal itu terjadi sebuah gonjang ganjing politik yang berhubungan dengan politikus perempuan itu sebagai seorang ketua.


16 Juli 1996
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Kukenal kamu dari jauh
Tergetar hati melihatmu

Matamu bening
Suaramu bening
Semangatmu hening

Wajahmu lembut
Senyummu lembut
Rambutmu lepas tergerai

Terasa sejuk mengenalmu
Merdeka aku dibuaimu

Jalan yang panjang
Sebatas pandang
Kau tempuh tanpa mengeluh

Tangan terkepal
Berangkatlah kapal
Menuju dermaga sepi

Kunyanyikan hanya untukmu
Puja puji ini karena rindu
Air mata terlanjur tumpah
Membasahi tanah menjadi darah

Dipayungi mega kelabu

Aku tak peduli
Apa yang terjadi
Jangan kau pergi dariku

Akan kutemani
Ke dermaga sepi
Membelai ombak yang biru

Kau bangkitkan aku
Kupanggil kau selalu
Bertahanlah dalam gelombang

Kau buka mataku
Kau sadarkan aku
Janganlah bosan

Kunyanyikan hanya untukmu
Puja puji ini karena rindu
Air mata terlanjur tumpah
Membasahi tanah menjadi darah

Dipayungi mega kelabu

17 Juli 1996

Ini semacam trilogi dari judul judul lagu lainnya. Trilogi itu dikemas dalam judul lagu 15 Juli 1996, 16 Juli 1996 dan 17 Juli 1996. Dari informasinya, lagu ini dipersembahkan untuk seorang politikus perempuan yang pada masa itu sedang dirundung masalah. Iwan Fals merasa kasihan dan membuatkan lagu ini untuk dia. Saya tidak begitu paham makna tanggal yang dipakai sebagai judul lagu ini. Namun pada tanggal itu terjadi sebuah gonjang ganjing politik yang berhubungan dengan politikus perempuan itu sebagai seorang ketua.


17 Juli 1996
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Gonjang ganjing gonggongan anjing
Anjing herder sampai anjing peking
Dar der dor otak digedor
Dengan pelor hati di teror

Ngeles !...

Sas sis sus dengar desas desus
Banyak kasus bikin sakit usus
Hang heng hong berita bohong
Kongkalikong sindikat king kong

Cuek aje !...

Kwek kwek kwek suara bebek
Merem melek denger geledek
Dalam benteng diadu gambreng
Bandar judi tambah mentereng

Untung banyak do’i !...

Sengkuni kilik sana sini
Kurawa dan Pandawa rugi
Dewa dewa kerjanya berpesta
Sambil nyogok bangsa manusia

Hancur !...

Hak asasi hidup disini
Tinggal kata tinggal piagam
Bukan keki bukan bukan patah hati
Sebab hukum berwajah muram

Busyet dah !...

...Habis !...

Matahari Bulan Dan Bintang

Kegelisahan ini tampaknya ditulis Iwan Fals mengamati gejolak demonstrasi yang marak terjadi di tahun 1996. Demonstrasi menuntut reformasi politik yang dilakukan seluruh rakyat Indonesia saat itu banyak memakan korban, sehingga susah ditentukan mana kawan mana lawan. Perjuangan reformasi dari rakyat saat itu berhasil menggulingkan pemerintahan Soeharto yang berkuasa selama puluhan tahun.



Matahari Bulan Dan Bintang
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Aku sedang susah
Perang saudara didepan mata
Sana teman sini kawan
Korban sudah berjatuhan

Dimana tempatkan diri?
Banyak orang yang kehilangan diri
Wakil rakyatnya malah dagelan
Sedangkan para pakar oleng dibentur kenyataan

Penyiar TV bergetar suaranya
Rakyat yang lapar saling menerkam
Ahli agama kewalahan
Seiman kok perang?

Burung bangkai mengintip dari balik awan
Sesekali terbang diatas kepala
Sekejap menukik kedalam hati

Lalu bau kematian dihembus angin
Yang kibarkan bendera setengah tiang

Ada apa ini?
Begitu mudahnya nyawa melayang
Padahal tanpa diundang pun
Kematian pasti datang

Apakah ini karma?
Apakah ini dosa turunan?
Apakah ini upah dari kebodohan?

Aku ingin meledak
Seperti bom waktu aku terkucil
Detaknya pun ditimbun sampah

Kalau aku boleh mengeluh
Jalan masihlah jauh
Dunia kita satu
Kenapa kita tidak bersatu?

Aku sedang susah
Rasanya ingin menjadi Hanoman atau Janggo
Aku sedang susah
Ya sedang susah

Para Tentara

Kisah mengenai demonstrasi besar besaran menuntut reformasi tak lepas dalam pengamatan Iwan Fals. Saat itu di tahun 1996 kita sering melihat berita demonstrasi yang berakhir dengan kericuhan antara aparat keamana dan demonstran. Aparat keamanan saat itu kadang adalah tentara yang diperbantukan. Tujuannya untuk mengawal pemerintahan agar tidak digulingkan oleh rakyatnya. 
Namun Tentara saat itu seakan sengaja dibenturkan melawan rakyat oleh penguasa yang berusaha mempertahankan kekuasaannya. Sehingga tentara bertindak kasar dengan memukuli para demonstran dan itu semua direkam dan disiarkan di media massa nasional. Banyak pula korban jiwa meninggal karena tindakan aparat saat itu.


 

Para Tentara
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Para tentara jangan pukul kami
Kami tak kuat menahan rasa sakit
Kami disini atas dasar nurani
Atas dasar akal sehat kami yang terus menjerit
Ingin berbuat

Para tentara jangan siksa teman kami
Kami tak kuat untuk membayangkan semuanya
Kami disini karena kami tahu
Mana baik mana buruk benar dan salah
Percayalah

Para tentara kamu kan manusia
Bukan robot apalagi boneka
Para tentara kamu kan beragama
Punya tuhan setidaknya punya cinta
Mengertilah

Para tentara nasib kita sama
Sama sama keras sama sama cadas
Kami mengerti kalau kamu mau mengerti
Karena hati sudah terlanjur tersiksa
Bijaksanalah

Para tentara tidakkah kau melihat
Media massa berlumuran darah
Para tentara tidakkah kau merasa
Kami muak dengan kekerasan
Oh ya berhentilah

Yang kamu banggakan
Hancur sudah
Sia sia senjatamu yang menakutkan
Sia sia kemenangan yang kau raih

Gelombang cinta gelombang kesadaran
Merobek langit yang mendung
Menyongsong hari esok yang lebih baik

Gelombang cinta gelombang kesadaran
Merobek langit yang mendung
Menyongsong hari esok yang lebih baik

Dan Orde Paling Baru

Dulu jaman setelah kemerdekaan kita menyebutnya Orde Lama. Kemudian setelah berganti presiden dari Soekarno ke Soeharto, kita mengenalnya sebagai Orde Baru. Dan ketika kekuasaan Soeharto digulingkan rakyat dengan demonstrasi besar-besaran tahun 1996, kita mengenal dengan Orde Reformasi. 

Namun Iwan Fals menyebutnya Orde Paling Baru. Dalam lagu ini Iwan menyindir tidak ada banyaknya perubahan setelah Orde Baru digulingkan. Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) masih berkembang biak tak ada bedanya dengan masa Orde Baru.




Dan Orde Paling Baru
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


KKN berkembang biak sampai kelurahan
Banyak orang yang kehilangan pegangan
Perlu pemimpin yang demokratis tapi bertangan besi
Kata seorang tokoh yang baru sembuh dari sakit

Sementara rakyat tidak perduli siapa yang mimpin
Yang penting kebutuhan hidup yang wajar terpenuhi
Kelaparan kemiskinan dan pengangguran masih terjadi
Ya banyak orang yang hidup dibawah garis kemiskinan

Kota besar menjadi magnit
Karena televisi mengiming imingi
Yang jelas rakyat butuh pendidikan
Tapi pendidikan yang didapat adalah rongsokan

Soal kesehatan sulit didahulukan
Sebab bisa makan sehari sekali saja sudah hebat
Jangan tanya soal sandang dan papan
Loakan dan kontrakan lah jadi jawaban
Juga kolong jembatan

Kapan ya bisa kembali normal
Karena memang keadaan ini tidak normal
Itu sebabnya bermunculan paranormal
Seperti jamur dimusim hujan

Tutup lubang gali lubang
Falsafah hidup jaman sekarang
Sebenarnya sih dari jaman dulu
Dari jaman orde lama, orde baru
Dan sampai sekarang ini
Jaman orde paling baru

KKN berkembang biak sampai kelurahan
Banyak orang yang kehilangan pegangan
Perlu pemimpin yang demokratis tapi bertangan besi
Kata seorang tokoh yang baru sembuh dari sakit

KKN berkembang biak sampai kelurahan

Politik Uang

Politik uang kerap terjadi saat ada pemilihan umum, baik itu pemilihan kepala daeran, presiden atau bahkan pemilihan RT/RW. Politik uang ini maksudnya menyuap rakyat dengan uang agar mereka memilih calon yang sudah ditentukan. Tindakan ini biasa dilakukan oleh pejabat kotor, pikir mereka biar saja keluar uang banyak untuk menyuap rakyat saat pencalonan, karena setelah nantinya terpilih menduduki jabatan penting uang modal itu bisa kembali... dengan apa... dengan korupsi pastinya. Karena menduduki jabatan penting dan menentukan, sangat mudah sekali mendapatkan uang hanya melalui tanda tangan... gila..



Politik Uang
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Boleh saja partai ribuan jumlahnya
Tapi yang menang yang punya uang
Seorang cepek ceng sudah bisa jadi presiden
Begitulah cerita yang berkembang

Gontok gontokan sudah nggak musim
Adu doku ini yang ditunggu tunggu
Pemilu tempat berpestanya uang palsu
Habis kalau nggak gitu nggak lucu

Program program berseliweran
Seperti dongeng jaman kecil dulu
Walau ternyata hanya kibul doang
Tapi kampanye bikin hati senang

Bul kibul tak kibul kibul
Kibul diadu demi perkibulan
Ini sudah dari jaman baheula
Dari jaman raja raja sampai sekarang

Uang adalah bahasa kalbu
Santapan rohani para birokrat
Tentu saja tidak semuanya
Tapi yang pasti banyak yang suka

Jangan heran korupsi menjadi jadi
Habis itulah yang diajarkan
Ideologi jadi komoditi
Bisa diekspor ke luar negeri

Uang adalah bahasa kalbu
Santapan rohani rakyat dan wakil rakyatnya
Tentu saja tidak semuanya
Tapi yang pasti banyak yang suka

Jangan heran korupsi menjadi jadi
Habis itulah yang diajarkan
Ideologi jadi dagangan
Bisa diekspor ke luar negeri

Buktikan

Sindiran keras Iwan Fals kepada orang orang yang hanya suka bicara omong kosong tanpa bisa memberikan bukti atau menepati janjinya. Sindiran ini tepat bila disematkan kepada calon pemimpin yang sedang kampanye untuk pemilihan dirinya. 
Calon pemimpin yang sedang kampanye ini biasanya menjanjikan hal muluk setinggi langit kepada rakyatnya. Seperti dia berjanji kalau nanti terpilih menjadi kepala daerah, maka tidak akan terjadi banjir didaerahnya, kemacetan akan teratasi.. bla bla bla... Dan setelah dia benar-benar terpilih, hasilnya cuma omong kosong. Dia tidak mampu melakukan itu semua karena dia memang tida ada keinginan. Maka Iwan Fals bilang ' buktikan!!!... kalau hanya omong, burung beo pun bisa...'




Buktikan
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Kata kata berbisa
Mulut mulut berbusa
Janji janji bertebaran
Seperti biasa dari atas panggung
Atas nama bangsa

Yang mendengar terpesona
Bahkan ada yang terkesima
Aku pun tergoda
Untuk mengikuti apa yang terjadi
Apakah memang janji hanya janji

Buktikan buktikan
Itu yang di nanti nanti
Buktikan buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Kita hidup sering terancam
Tak ada jaminan keselamatan
Kamu ngomong tentang keamanan
Tapi makin banyak penggusuran

Kita hidup sering terancam
Tak ada jaminan keselamatan
Kamu ngomong tentang kemakmuran
Tapi makin banyak pengangguran

Buktikan buktikan
Itu yang di nanti nanti
Buktikan buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Kata kata berbisa
Mulut mulut berbusa
Janji janji berhamburan
Seolah olah kami ini bodoh
Tak mengerti apa apa
Seolah olah kami ini anak kecil
Yang bisa kau bohongi sesuka hatimu

Buktikan buktikan
Itu yang di nanti nanti
Buktikan buktikan
Kalau hanya omong
Burung beo pun bisa

Buktikan buktikan
Buktikan buktikan
Buktikan buktikan
Buktikan buktikan

Ngeriku

Negeriku yang ngeri, mungkin itu maksud Iwan Fals membuat lagu ini. Kata Iwan Fals negeri ini surganya para penipu. Dan itu memang benar itu yang terjadi, dinegeri ini para penipu berkeliaran bebas tanpa ada ancaman hukum yang tegas. Jangankan rakyat biasa yang menjadi penipu, pejabat tinggi bahkan sampai presiden juga suka menipu, dan tidak ada ancaman hukum yang mengerikan terhadap mereka. Rakyat hanya bisa mengutuk dan mencibir, namun biasanya yang terlalu keras sindirannya akan disikat. 
Iwan Fals mengajak kita turut serta bersih bersih negeri dari para penipu ini.




Ngeriku
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Bersih bersih bersih bersihlah negeriku
Malu malu malu malulah hati
Kotornya teramat gawat ya kotornya sangat
Inilah amanat yang menjadi keramat

Bersih bersih bersih bersihlah diri
Sebelum menyapu sampah dan debu debu
Nyanyian berkarat sampai ke liang lahat
Atas nama rakyat yang berwajah pucat

Negeriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku ngeriku

Busuk busuk busuk busuk bangkai tikus
Yang mati karena dihakimi rakyat
Adakah akhirat menerima dirinya
Adakah disana yang masih bisa bercanda dengan rakus

Negeriku negeri para penipu
Terkenal kesegala penjuru
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
Inilah sorga sorganya sorga
Negeriku ngeriku

Bersih bersih bersih bersihlah negeriku

Desa

Bentuk kepedulian Iwan Fals terhadap desa yang sekarang dianggap tidak menarik untuk di eksplorasi sumber kekayaannya. Rakyat disini sekarang lebih suka hijrak ke kota untuk mencari uang. Padahal menurut Iwan Fals, desa harus jadi kekuatan ekonomi agar awarganya tak pindah kekota. Baginya desa adalah kekuatan sejati, dan negara harus berpihak pada para petani.

Tetapi sebelum itu semua dilakukan tentu desa harus dibersihkan dari praktek-praktek kotor yang membodohi warga desa, seperti tengkulak tengkulak dan para lintah darat. Pemerintah harus membersihkan itu semua agar desa menjadi tempat yang nyaman dan menghasilkan uang. Dan kembali Iwan Fals menyindir keras pemerintah kalau tidak bisa mengerjakan itu semua dengan kalimat 'untuk apa punya pemerintah, kalau hidup terus-terusan susah'




Desa
Iwan Fals ( Album Manusia Setengah Dewa 2004 )


Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Walau lahan sudah menjadi milik kota
Bukan berarti desa lemah tak berdaya
Desa adalah kekuatan sejati
Negara harus berpihak pada para petani

Entah bagaimana caranya
Desalah masa depan kita
Keyakinan ini datang begitu saja
Karena aku tak mau celaka

Desa adalah kenyataan
Kota adalah pertumbuhan
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan
Tapi lintah darat pun bergentayangan
Untuk apa punya pemerintah
Kalau hidup terus terusan susah

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam