Tampilkan postingan dengan label Canda Dalam Ronda (1979). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canda Dalam Ronda (1979). Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Ambulance Zig Zag

Sampai sekarangpun hal yang tertuang dalam lirik lagu ini masih terjadi. Mau bukti, datangi saja rumah sakit mewah terdekat ditempat Anda. Lagu ini berkisah tentang diskriminasi rumah sakit terhadap pasien. Pasien yang kaya-raya bermobil mewah meskipun hanya pingsan, langsung diberi perawatan dengan sigap dan cepat. Namun begitu rumah sakit mewah itu didatangi seorang miskin dalam kondisi darurat luka parah dan membutuhkan bantuan medis secepatnya, eh malah pihak rumah sakit itu cuek aja.

Iwan Fals menulis lagu ini sekitar tahun 80-an... Dan sampai sekarang masih sering terjadi kondisi serupa. Nyawa ada harganya bila Anda memiliki uang.


Ambulance Zig Zag
Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)


Deru ambulance
Memasuki pelataran rumah sakit
Yang putih berkilau

Di dalam ambulance tersebut
Tergolek sosok tubuh gemuk
Bergelimang perhiasan

Nyonya kaya pingsan
Mendengar kabar
Putranya kecelakaan

Dan para medis
Berdatangan kerja cepat
Lalu langsung membawa korban menuju ruang periksa

Tanpa basa basi
Ini mungkin sudah terbiasa

Tak lama berselang
Supir helicak datang
Masuk membawa korban yang berkain sarung

Seluruh badannya melepuh
Akibat pangkalan bensin ecerannya
Meledak

Suster cantik datang
Mau menanyakan
Dia menanyakan data si korban

Di jawab dengan
Jerit kesakitan
Suster menyarankan bayar ongkos pengobatan

Ai sungguh sayang korban tak bawa uang

Suster cantik ngotot
Lalu melotot
Dan berkata “Silahkan bapak tunggu di muka!”

Hai modar aku
Hai modar aku
Jerit si pasien merasa kesakitan

Hai modar aku
Hai modar aku
Jerit si pasien merasa diremehkan

Joni Kesiangan

Sebuah lagu Iwan Fals yang menarik liriknya. Kisah seorang suami yang bosan dengan istrinya. Dia lalu mecoba bermain gila dengan berselingkuh dengan tetangganya sendiri. Ehh... ironisnya perselingkuhan itu dipergoki hansip. Dan akhirnya si Joni kelimpungan.

Lagu ini menyimpan pesan moral yang baik lho. Sekedar peringatan buat para istri dirumah, plis deh jangan monoton dihadapan suami. Sesekali berikan suami Anda kejutan yang bagus. Cobalah ganti suasana keseharian, semisal pakailah baju yang bagus, pakailah parfum saat suamimu pulang dari kerja, dsb. Itu semua untuk keharmonisan rumah tangga agar suami tidak bosan dan ujung-ujungnya cari hiburan ditempat lain.


Joni Kesiangan
Iwan Fals ( Album Canda Dalam Nada 1980 )


Habis sebulan dia baru gajian
Joni kesiangan bersiul tanda girang
Dapat cium sayang dari istrinya
Yang merengek manja
Minta kacamata penutup papaya

Janjikan papaya
Janjikan papaya

Joni kesal lalu masuk kamar
Si istri datang mengajak senam malam

Ogah ah Joni sudah bosan
Istri yang sekarang
Jempolnya ketombean

Mpok Tati tante seberang jalan
Sudah menjanjikan Joni tuk bermalam
Dengan imbalan telur setengah matang

Tengah malam Joni asik berkencan
Tak ingat pintu depan
Di gedor gedor orang

Ha ha hansip datang
Membawa pentungan
Joni kelimpungan masuk kolong ranjang

Joni kesiangan
Joni kesiangan
Joni kesiangan
Joni kesiangan
Joni kesiangan
Joni kesiangan

Kisah Motorku

Bukan rahasia lagi kalau kita berurusan dengan birokrasi di negeri ini pasti yang terbayang adalah keruwetan yang kompleks dan seakan sudah disetting begitu. Kisah dalam lagu ini adalah Iwan Fals tengah kehilangan sepeda motornya. Lalu dia melaporkan kepada polisi. Disana dijanjikan akan diberi kabar dalam waktu sebulan. Nyatanya dalam sebulan tidak ada kabar dari polisi, lalu Iwan Fals memutuskan untuk mendatangi kantor polisi.
Ternyata sepeda motornya sudah ada disana alias sudah ditemukan, tetapi dia tidak dikabari. Kondisinya juga tidak lengkap lagi, banyak komponen sepeda motornya yang hilang. Entah ditemukan sudah dengan kondisi begitu atau malah di preteli saat di kantor polisi. Dan ketika sepeda motor akan dibawa pulang, si polisi berkata "Asal engkau tahu diri"... tahu kan maksudnya? Iya benar, si polisi minta uang... preett..



Kisah Motorku
Iwan Fals ( Album Canda Dalam Nada 1980 )


Hei bapak kopral saya datang mau lapor
Tadi malam waktu saya sedang molor
Telah kehilangan sepeda motor
Dirumah teman saya yang bermata bolor

Baik anak muda kuterima laporanmu
Tapi mengapa kau lapor hari sudah bedug lohor
Juga kenapa kau lapor
Kok hanya pakai celana kolor

Tunggu saja sebulan nanti bapak beri kabar
Sekarang engkau boleh pulang

Lama kutunggu kabar dari bapak kopral
Kenapa nggak nongol-nongol
Sehingga gua dongkol

Lalu aku pergi menuju kantor polisi
Tapi nggak jadi
Sebab kabel listrik perut saya kortsleting
Oh kiranya saya lupa setor tadi pagi

Terpaksa sore hari saya baru pergi
Kontrol
Ternyata sepeda motor ada di garasi
Kantor polisi

Sudah tak beraki
Sudah tak berlampu
Tutup tengki hilang
Kaca spion kok melayang

Dia bilang waktu diketemukan
Sudah demikian

Memang tak beraki kok
Memang tak berlampu kok
Tutup tengki hilang
Kaca spion kok melayang

Bolehkah motor ini saya bawa pulang bapak kopral?
Oh tentu saja boleh engkau bawa pulang
Asal engkau tahu diri
Mbok terima kasih

Dongeng Sebelum Tidur

Ini lagu enak bro.. musiknya enak. Liriknya nakal dan kritis namun masuk akal juga hehehe. Sebuah lagu yang merupakan khayalan tingkat tinggi Iwan Fals saat itu. Mengkritik kondisi sosial masyarakat diwaktu itu. Uniknya lagu ini dibuat saat Iwan masih memiliki seorang anak lelaki (Galang Rambu Anarki). Namun seakan dia bisa meramalkan anak-anaknya kelak yang akan lahir. Disini anak keduanya adalah seorang perempuan dan akan ketiganya adalah laki-laki. Cocok dengan kenyataannya sekarang... hehehe



Dongeng Sebelum Tidur
Iwan Fals ( Album Canda Dalam Nada 1980 )


Jika sepasang monyet tidur
Jadi buyut moyangku
Jika buyut moyangku tidur
Jadi kakek dan nenekku

Jika kakek dan nenek tidur
Jadi ayah dan ibu
Dan jika ayah dan ibu tidur
Jadi sebiji kepala yaitu kepalaku

Sedangkan waktu aku yang tidur
Nggak jadi apa apa
Yang jadi cuma beberapa pasang kecoak
Dikolong tempat tidurku

Dan seribu armada kutu
Diatas sprei belang bentong kasurku
Walaupun mereka itu kecoak dan kutu
Tetapi mereka tetap darah dagingku

Maka dari itu saya minta dengan amat sangat
Jangan semprotkan baygon sayang

Anakku yang paling tua
Bernama Kecoak Idi Amin
Lahir di Cengkareng
Eh badannya kerempeng
Matanya sedikit jereng
Kalau berjalan seperti Gareng

Anakku Idi Amin orang kaya di Cengkareng
Senang pakai mobil mentereng
Banyak yang tahu mobil si Amin itu mobil curian
Tapi maklum si Amin kebal kerangkeng

Aku benci aku benci sama si Amin
Habis si Amin suka nempeleng
Tapi cuma berani sama tukang kacang goreng
Itu dulu seribu tahun yang lalu

Kini cerita anakku yang nomer dua
Perempuan lho
Cantik molek, manja, seksi lahir di Madura
Sekolah di Karawang

Minum jamunya wah jangan ditanya
Dari jamu galian singset sari rapet
Sampai jamu terlambat datang bulan
Tak pernah ketinggalan

Putriku cantik, putriku molek
Putriku pandai memasak
Dari bistik, spaghetti, rendang ayam, cap cay goreng, udang rebus
Sampai rendang jengkol dia bisa

Tapi mengapa belum juga
Datang lamaran?

Oh iya, hampir saya lupa
Putriku mempunyai dua kekurangan
Yang mungkin itu sebabnya
Putriku vakum dalam dunia percintaan

Putriku memang anggun
Tapi sayang kepala putriku sebesar bola kasti
Itu satu

Dan yang kedua
Putriku tidak boleh kena air
Hayo kenapa?

( Dia alergi? ) bukan, ( Kutu air? ) bukan, ( Ambeien? ) bukan
Ayan

Anakku yang paling bontot pemain sepak bola
Pernah dikirim berguru atau dikirim tamasya ke Brazilia
Enam bulan disana

Begitu pulang kok keok eh kalah semua
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam