Tampilkan postingan dengan label Barang Antik (1984). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barang Antik (1984). Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Luka

Lagu Luka Dalam Piringan Hitam Iwan Fals

Banyak dari penggemar Iwan Fals yang pernah dengar atau minimal mengetahui lagu “Luka” yang sebagian menyebutnya dengan judul “Luka Lama”. Sebuah lagu balada dengan gaya vokal khas Iwan Fals di tahun 80-an. Dinyanyikan dengan iringan musik yang telah tertata rapi dan direkam dengan baik. Namun lagu ini tidak pernah dijumpai dalam album Iwan Fals yang manapun.



Sebenarnya lagu Luka ini masuk dalam daftar Piringan Hitam [PH] album dengan titel “Kumenanti Seorang Kekasih” pada side 2. Namun album versi PH ini tidak diperjual belikan atau dikomersilkan seperti kaset, dan hanya dicetak untuk keperluan promosi di radio. Album ini kemudian edar dipasaran dalam versi kaset yang juga dikenal dengan nama album “Barang Antik” terbitan tahun 1984. Dalam versi PH jumlah lagu memang lebih sedikit dari versi kaset yang berjumlah 10 lagu.


Track list Album “Kumenanti Seorang Kekasih” versi PH


Side 1
1. Kumenanti Seorang Kekasih [Yoes Yono]
2. Barang Antik [Diat]
3. Sunatan Massal [Chilung]
4. Jalan Panjang Yang Berliku [Tommy & Marie]


Side 2
1. Asmara & Pancaroba [Jaya Susanto]
2. Jangan Bicara [Iwan Fals]
3. Neraka Yang Asyik [Willy.S/Tommy]
4. Luka [Iwan Fals]


Entah kenapa dalam album yang juga kita kenal dengan titel Barang Antik, lagu “Luka” tidak dimasukan juga? Padahal dari liriknya juga tidak terlalu keras dan lagunya sendiri cukup enak didengarkan.


Memang ada beberapa judul album di PH dan kaset yang berbeda, dan jumlah lagu pun tidak sama dengan di kaset. Biasanya versi PH jumlah lagu sedikit karena kapasitas PH yang terbatas.

dOel for iwanfalsmania.com


Luka
Iwan Fals (1984)


Luka lama kambuh kembali
Semakin jelas semakin parah
Menjalar di setiap hari.


Janji janji hilangkah kini
Hanya usap hanya sentuh telinga
Lalu pergi

Bahkan malam yang biasa singgah
Enggan menyapa pada sang bulan
Mimpi mimpi tak cantik lagi
Sejengkal melangkah bertambah nyeri
Luka


Kau paksa kami untuk menahan luka ini
Sedangkan kau sendiri telah lupa
Akan gaduhnya jerit
Akan busuknya derita
Akan hitamnya tangis
Akan kentalnya nanah

Dikaki kami yang labil melangkah

Barang Antik

Oplet adalah moda transportasi umum yang pernah ada di Indonesia. Sebuah mobil yang bagian belakangnya telah dimodifikasi sehingga bisa memuat orang dengan jumlah banyak. Kalau sekarang kita menyebutnya mikrolet, atau angkot. Lagu karya Diat ini dinyanyikan Iwan Fals dengan iringan musik Country. Berkisah tentang oplet yang tinggal sisa-sisanya di ibukota mencoba mencari rezeki ditengah gempuran sarana transportasi modern.
Kalau pernah menonton sinetron Si Doel Anak Sekolahan di tv beberapa waktu yang lalu, begitulah gambaran oplet tua di masa kini yang masih beroperasi dipinggiran kota.




Barang Antik
Iwan Fals / Diat ( Album Barang Antik 1984 )


Berjalan tersendat
Diantara sedan sedan licin mengkilat
Dengan warna pucat
Dan badan penuh cacat sedikit berkarat

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Bagai kutu jalanan
Di tengah tengah kota metropolitan
Cari muatan
Untuk nguber setoran sisanya buat makan

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Berjalan zig zag ngebut
Nggak peduli walau mobil sudah butut
Suara bising ribut
Yang keluar dari knalpotmu bagai kentut

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin mobilmu
Jadi barang antik
Yang harganya selangit

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin opletmu
Jadi barang nyentrik
Yang harganya selangit

Salah Siapa

Lagu karya Richard Kyoto ini mengusung irama musik yang jarang-jarang dinyanyikan Iwan Fals. Nuansa balada kental disini, ditambah lirik lagunya yang memprotes kenyataan yang ada dengan penuh kiasan. Iwan Fals hampir tidak pernah menyanyikan lagu ini dalam konser-konsernya, namun lagu ini pantas menjadi koleksi yang bagus, sebab dikerjakan secara rapi dan mantab....





Salah Siapa
Iwan Fals / Richard Kyoto ( Album Barang Antik 1984 )


Kala surya kan tiba
Tuk menyinari semua
Isi alam semesta

Embun pagi gelisah
Enggan untuk berpisah
Ingin lenyapkan hati yang resah

Jauh jauh kau datang
Hanya untuk memandang
Betapa indah alam

Sekejap kau terdiam
Saat senja kan jelang
Tangis perpisahan tak tertahan

Oh
Adakah semua ini Engkau ciptakan
Berapa dosa yang telah ia lakukan
Tiada damai di hati ia rasakan

Siapa kan menjawabnya?
Jika ia ingin bertanya

Salahku dimana?
Tunjukkan dimana?
Yang ini salah siapa?

Neraka Yang Asyik

Neraka kok asyik..? Mungkin itulah pertanyaan yang terngiang mengenai judul lagu ini. Rupanya judul yang provokatif itu sekedar kiasan untuk menunjukkan kisah lagu ini, yaitu berkisah mengenai kecantikan wanita yang diumbar sembarangan di tempat umum laksana neraka yang mengasikkan. Pesona seorang perempuan dapat meruntuhkan dunia hanya dengan senyummnya, begitu kata pencipta lagu Willy & Tommy dan kemudian disuarakan oleh Iwan Fals kedalamlagu berirama ceria ini.




Neraka Yang Asyik
Iwan Fals / Willy & Tommy ( Album Barang Antik 1984 )


Oh oh oh kenikmatanmu
Oh oh oh memanggil hasratku
Bangkitkan khayal biru
Memacu rindu dan nafsu

Oh oh oh kau wanita cantik
Oh oh oh neraka yang asyik
Diantara gerakmu
Janjikan surga dan madu

Setiap jengkal tubuhnya
Adalah kemesraan
Namun mampu runtuhkan dunia
Hanya dengan senyumnya

Oh oh oh setan yang menarik
Oh oh oh rumit juga unik
Semua punya cerita
Yang sama tapi berbeda

Oh oh oh keindahannya
Oh oh oh kelembutannya
Hadirkan cinta dendam
Damai dan sengketa

Setiap jengkal tubuhnya
Adalah kemesraan
Namun mampu runtuhkan dunia
Hanya dengan senyumnya

Jalan Yang Panjang Berliku

Irama Jazz membungkus lagu karya Tommy & Marie ini. Iwan Fals menyanyikan dengan karakter vocalnya yang masih cempreng. Dan setelah sekian kali didengarkan, ternyata Iwan pantas juga menyanyikan lagu dengan irama seperti ini. Lirik lagunya penuh dengan kata-kata kiasan yang tidak terlalu susah dicerna. Seperti melengkapi nada-nada dalam lagu ini yang juga terasa begitu menyayat....




Jalan Yang Panjang Berliku
Tommy & Marie ( Album Barang Antik 1984 )


Jalan panjang yang berliku
Jalan lusuh dan berbatu
Namun kuharus mampu menempuh
Bersama beban dibatinku

Kudatang berlumur debu
Kupergi bersama bayu
Diantara gelisah dan ragu
Kucoba untuk tetap kukuh
Tiadakah tempat kuberteduh
Dikala luka membiru

Segenggam harapan dalam jiwa
Hilang punah tiada kesan

Dikegelapan

Kumenanti Seorang Kekasih

Berikut ini adalah lirik lagu bertema cinta yang sederhana, polos dan apa adanya. Lagu karya Yoes Yono ini pertama dinyanyikan dan direkam oleh Iwan Fals dengan suara 'bindeng' seperti sedang sakit flu. Mungkin pada saat rekaman dia memang sedang flu. 
Versi awal lagu ini muncul pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 2005, lagu ini direkam ulang dengan aransemen musik serta karakter vocal Iwan Fals yang berbeda. Lagu versi barunya digabung dalam album Best Of The Best Iwan Fals bersama lagu-lagu rekaman lamanya. Album tersebut menjadi awal kemunculan kembali Iwan Fals di blantika musik Indonesia setelah sekian tahun dia vakum setelah kematian anak pertamanya (Galang).



Kumenanti Seorang Kekasih
Iwan Fals / Yoesyono ( Album Barang Antik 1984 / Best Of The Best 2005 )


Bila mentari bersinar lagi
Hatiku pun ceria kembali (asyik)
Kutatap mega tiada yang hitam
Betapa indah hari ini

Kumenanti seorang kekasih
Yang tercantik yang datang dihari ini
Adakah dia akan selalu setia
Bersanding hidup penuh pesona harapanku

Jangan kau tak menepati janji
Datanglah dengan kasihmu
Andai kau tak datang kali ini
Punah harapanku

Sunatan Massal

Suasana sunatan massal yang sering kita jumpai diperkampungan berhasil digambarkan dalam lagu karya Chilung Ramali ini. Detail-detailnya terpapar jelas disini, liriknya lucu, musiknya rancak. Suara Iwan Fals juga mantab dengan cemprengnya hehehe.

Sunatan massal menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar karena biasanya hadir berbagai hiburan untuk menyemarakannya. Apakah Anda sudah sunat? kalau belum silahkan pergi ke dokter, bagus untuk kesehatan. Kalau sudah, jangan diulangi lagi ya... bisa habis.... hahahaha...





Sunatan Massal
Iwan Fals / Chilung Ramali ( Album Barang Antik 1984 )


Bukan lantaran kerjaan brutal
Ujungnya daging harus dipenggal
Di bumi insan makin berjejal
Hingga terjadi sunatan massal

Tersenyum ramah si bapak mantri
Kerja borongan dapat rejeki
Berbondong bondong bocah sekompi
Mesti dipotong ya disunatin

Si bapak mantri bukannya bengis
Meskipun tampak sedikit sadis
Kerinyut hidung bocah meringis
Sedikit tangis anunya diiris

Buyung menginjak masa remaja
Seiring doa ayah dan bunda
Sebagai bekal masa depannya
Agar menjadi anak yang berguna

Hei sunatan massal
Aha aha
Sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Hei hari bahagia
Aha aha
Bersuka ria
Aha aha
Ada yang berjoget tari India
Stambul cha-cha dan tari rabana

Hei sunatan massal
Aha aha
Ditonton orang
Sunatan massal berjubal jubal
Banyak tercecer sepatu dan sandal

Nyanyianmu

Ini adalah salah satu lagu cinta yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu yang bagus dengan cara bernyanyi yang mantab. Lagu ini diciptakan oleh Yosi. Nama Yosi memang cukup misterius dan hampir tidak ada yang mengenalnya. Namun sebenarnya nama Yosi adalah Yos, alias Rossana istri Iwan Fals. Istri Iwan Fals memang akrab dipanggil dengan Yos. Pada lagu ini dia menggunakan nama 'samaran' Yosi.


Nyanyianmu
Iwan Fals / Yosi ( Album Barang Antik 1984 )


Kau petik gitar nyanyikan lagu
Perlahan usap hatiku
Terucap janji ku untukmu
Tenggelam ku di tembangmu

Tulikanlah kedua telingaku
Butakanlah kedua bola mataku
Agar tak kulihat dan kudengar
Kedengkian yang mungkin benam

Memang aku jatuh
Dalam cengkeramanmu
Sunggu aku minta

Teruskanlah kau bernyanyi
Kan ku dengar itu pasti
Teruskanlah kau bernyanyi
Dan jangan lagumu terhenti

Asmara Dan Pancaroba

Lagu yang ini ciptaan Jaya Susanto. Bercerita tentang perubahan cuaca dan asmara. Irama dalam lagu ini cukup bisa membuat kita bergoyang. Asik didengarkan saat suasanan hati sedang gembira, apalagi ditemani minuman segar dan kue buatan istri tercinta...  hehehe..




Asmara dan Pancaroba
Iwan Fals / Jaya Susanto ( Album Barang Antik 1984 )


Awan hitam semakin legam
Hujan panas silih berganti
Gelombang panas menyengat bumi
Insan merintih tak berhenti

Rintih tangis di malam hari
Jerit pilu menyayat kalbu
Wajah sendu menanti pagi
Hujan badai berhenti

Kicau burung ramai bernyanyi
Tanda musim berganti
Kasihku kan datang berlari
Menjemput hatiku yang sepi

Kini ku bersama kembali
Seperti dahulu berseri
Asmaraku yang telah pergi
Kini bersemi lagi

Tante Lisa

Ini lagu karya Dama yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu nakal yang menyentil kehidupan sosial di kota besar. Seorang perempuan yang berselingkuh dan mata keranjang. Lagu berirama country ini asik didengar meski liriknya membuat kita mengerenyitkan dahi...



Tante Lisa
Iwan Fals / Dama ( Album Barang Antik 1984 )


Dirumah megah ada seorang nyonya
Ramping bodinya
Lagaknya centil dan tak mau kalah
Dengan gadis remaja

Melirik matanya
Bila melihat pemuda
Yang gagak perkasa
Apalagi dia orang kaya

Hei tante Lisa
Wajahmu kini semakin mempesona
Hei tante Lisa
Setahun sudah kau jadi janda

Perceraian terjadi
Gara gara sang suami
Tak tahan melihat
Tante Lisa bercumbu dengan tetangga

Hei tante Lisa
Wajahmu kini semakin mempesona
Hei tante Lisa
Setahun sudah kau jadi janda

Hei tante Lisa
Banyak tuan tuan berkencan bersamamu
Hei tante Lisa
Lihat usiamu yang semakin tua

Jangan Bicara

Bagi Iwan Fals mending diam saja alias jangan bicara tentang hal yang tidak dipahami atau tidak asik dibicarakan, ketimbang malah menjadi beban baru dipundak. Lagu ini membahas itu semua dimana banyak orang seakan menjadi ahli pidato, ahli ceramah soal moral dan sebagainya tetapi mereka lupa masih banyak kesenjangan yang terjadi disana-sini tanpa pernah bisa memberikan jalan keluar mengatasi persoalan itu.

 
Jangan Bicara
Karya : Iwan Fals ( Album Barang Antik 1984 )

Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang dikantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani

Jangan bicara soal nasionalisme
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri
Atau tentang kita yang buta
Bisul tumbuh subur diujung hidung yang memang tak mancung

Jangan perdebatkan soal keadilan
Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan
Jangan cerita soal kemakmuran
Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si tuan Polan

Lihat disana
Si Urip meratap
Di teras marmer direktur murtad

Lihat disana
Si Icih sedih
Diranjang empuk waktu majikannya menindih

Lihat disana
Parade penganggur
Yang tampak murung ditepi kubur

Lihat disana
Antrian pencuri
Yang timbul sebab nasinya dicuri

Jangan bicara soal runtuhnya moral
Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti
Atau tentang tanggung jawab
Yang kini dianggap sepi
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam