Tampilkan postingan dengan label SWAMI (1989). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SWAMI (1989). Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Bento

Inilah lagu yang menjadi puncak karir Iwan Fals. Bersama kelompok Swami, dia menyanyikan lagu Bento yang liriknya ditulis oleh Naniel. Lagu Bento menjadi populer secepat kilat. Hingga sekarang dimanapun Iwan Fals konser, selalu saja ada permintaan untuk menyanyikan lagu Bento ini.
Bento sendiri adalah nama rekaan untuk menggambarkan seorang kaya yang dengan hartanya dia bisa menguasai apa dan siapa saja. Dia suka bicara moral dan keadilan di mimbar umum, namun dibelakangnya dia adalah penipu ulung, penyuap dan pemeras. Bento Bento sampai sekarang masih bergentayangan di negeri ini.




Bento
Naniel/Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya

Asyik

Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang

Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik sekali lagi

Asyik

Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku
Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya

Maling kelas teri bandit kelas coro
Itu kan TONG sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento Bento Bento

Asyik



----------------------------------------

A folk hero to the urban poor in the 1980s, Iwan Fals’ song were widely circulated on cassette and his live concerts attracted huge and sometimes unruly crowds. ‘Bento’, one of his best-protest songs, was co-written with Naniel and first recorded with the group Swami on the album Swami I in 1989.

Bento (Lyric in English)
Naniel/Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


My name is Bento and I’ve got it all
Plenty of cars, a big solid house
People call me the executive boss
Everyone knows I’m the one
Unreal...!

I’m handsome as hell, the women adore me
One glance and they’re mine
Trading’s my business, I’ll cut any throat
As long as I’m happy, as long as I win
To hell with the losers who get in my way
As long as I’m happy, once more
Unreal...!

Sermons about morality and justice
I have them for breakfast
Deceit, lobbying and graft
I’ll show you how it’s done!

Small-time crooks, street-corner bandits
They know nothing
If you want to get serious,
I’m the one to teach you how
Just say may name three times
Bento, Bento, Bento
Unreal...!

Badut

Lagu bertempo cepat dan asik ini dinyanyikan oleh Sawung Jabo. Bertema tentang kelakuan publik figur yang seperti badut. Bicara tanpa sesuai dengan kenyataan. Itulah badut. Lagu ini mengkritik kemapanan yang dipaksakan hanya demi mengejar popularitas belaka. Bergaya alim di mimbar publik, berbuat bejat dibelakang meja. Itulah badut jaman sekarang.



Badut
Iwan Fals & Sawung Jabo (Album SWAMI I 1989)


Dut badut badut badut badut badut badut
Jaman sekarang
Mong omong omong omong omong omong omong omong
Sembarang

Ditelevisi
Dikoran koran
Didalam radio
Diatas mimbar

Nggut manggut manggut manggut manggut manggut manggut
Seperti badut
Ya iya iya iya iya iya iya
Ya iya iya

Ho ho ho!
Ho ho ho ho ho ho ho
Ho ho ho!
Ho ho ho ho ho ho ho

Peragawati peragawan
Senyam senyum seperti badut
Penyanyi dan pemusik
Bintang film nampang seperti badut

Ditelevisi
Dikoran koran
Didalam radio
Diatas mimbar

Ku aku aku aku aku aku aku
Seperti kamu
Mu kamu kamu kamu kamu kamu kamu
Seperti badut

Ho ho ho!
Ho ho ho ho ho ho ho
Ho ho ho!
Ho ho ho ho ho ho ho
Ho ho ho!

Dut badut badut badut badut badut badut
Jaman sekarang
Mong omong omong omong omong omong omong omong
Sembarang

Ditelevisi
Dikoran koran
Didalam radio
Diatas mimbar

Para pengaku intelek
Tingkah polahnya lebihi badut
Kaum pencuri tikus
Politikus palsu saingi badut

Ho ho ho!
Ho ho ho ho ho ho ho
Ho ho ho!

Bunga Trotoar


Ini bukan bunga beneran yang tumbuh di trotoar jalan. Bunga Trotoar adalah istilah yang digunakan untuk pedagang kaki lima. Pemandangan seperti ini lazim kita jumpai di kota besar, terutama di jalan yang ramai lalu lalang kendaraan bermotor. Keberadaan mereka memang untuk mencari uang dengan berjualan makanan atau barang yang dibutuhkan masyarakat. Namun kerap kali mereka membuat kotor jalanan dan menjadi pemandangan yang tidak rapi.
Maka banyak keberadaan Bunga Trotoar ini yang ditertibkan alias digusur, karena fungsi trotoar adalah untuk pejalan kaki bukan untuk berjualan.






Bunga Trotoar
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Bunga bunga kehidupan
Tumbuh subur di trotoar
Mekar liar dimana mana

Langkah langkah garang datang
Hancurkan wanginya kembang
Engkau diam tak berdaya

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Menggelar aneka barang
Menggelar mimpi yang panjang
Kaki lima menggelar resah

Diemperan toko besar
Koar mulutmu berkobar
Kaki lima makin menjalar

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Bagai jutaan srigala
Menyerbu kota besar
Tempat asal adalah neraka

Tolong beri tahu aku
Bagaimana caranya ?
Nasib tak pernah berpihak

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Bungaku
Bunga liar
Bungaku
Bunga trotoar

Ya liar
Bunga trotoar
Liar liar liar liar

Bungaku bungaku bungaku
Bunga trotoar

Bunga liar
Bunga liar
Bunga liar

Para kurcaci diinjak mati
Para kurcaca nyanyi tralala
Para kurcaci bersedih hati
Para kurcaca ha ha ha ha ha ha

Para kurcaci diinjak mati
Para kurcaca nyanyi tralala
Para kurcaci bersedih hati
Para kurcaca ha ha ha ha ha ha

Bongkar

Salah satu lagu karya Iwan Fals bersama kelompok SWAMI yang menjadi fenomenal sepanjang masa. Lagu ini bahkan pernah dinobatkan menjadi lagu terbaik sepanjang jaman versi majalah Rolling Stone Indonesia. Lagu ini juga pernah dijiplak oleh musisi India persis musiknya hanya beda lirik saja. 
Lirik lagu ini begitu keras dan tajam. Yang pernah saya baca, versi asli lirik lagu ini bercerita tentang penenggelaman sebuah desa untuk kepentingan pembuatan waduk di Kedung Ombo. Warga desa dipaksa pindah untuk proyek itu. Namun lirik asli dari lagu ini tidak jadi direkam dengan banyak pertimbangan, mungkin karena terlalu keras kuatir nanti malah tidak boleh beredar. Maka lirik lagu Bongkar dirubah agar menjadi sedikit halus. Dan hasilnya tetap saja lagu yang kritis bagi berbagai pihak.




Bongkar
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Oh oh

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Kok bisa?
Bisa kok!

Oh Ya!


Dalam lagu ini Iwan Fals bernyanyi duet bersama Sawung Jabo. Lagu dengan musik yang enak didengar ini lagi-lagi bertema tentang kesenjangan sosial. Sebuah tema yang tidak akan pernah usang ditelan jaman.

Dan pada akhir lagu dikabarkan nasibmu jelas bukan nasibku. Inilah kenyataannya yang tidak bisa dipungkiri.




Oh Ya!
Iwan Fals & Sawung Jabo (Album SWAMI I 1989)


Andaikata aku di mobil itu
Tentu tidak di bus ini
Seandainya aku rumah itu
Tentu tidak di gubuk ini

A a a andaikata
Se se se seandainya
Oh ya!

Kalau saja aku jadi direktur
Tentu tidak jadi penganggur
Umpamanya aku dapat lotere
Tentu saja aku tidak kere

Ka ka ka kalau saja
U u u umpamanya
Oh ya!

Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku

Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku

Aku bosan

A a a andaikata
Se se se seandainya
Ka ka ka kalau saja
U u u umpamanya
Oh ya!

Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku

Oh ya! Ya nasib
Nasibmu jelas bukan nasibku
Oh ya! Ya takdir
Takdirmu jelas bukan takdirku

La la la
La la la
La la la la la la la la la la la la la

La la la
La la la
La la la la la la la la la la la la la

Eseks Eseks Udug Udug (Nyanyian Ujung Gang)

Sebuah lagu keren dalam album Swami tentang kondisi sebuah kota yang sakit. Dimana tidak ada bagian yang tak luput dari pembangunan membabi buta sehingga menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi penghuninya. Pencemaran udara dimana-mana sampai warganya harus memaka topeng pelindung saat keluar rumah. Sungai sungai yang kotor sehingga hanya tampak plastik yang mengambang menghilangkan airnya. Tak ada pohon yang tumbuh, semua tegantikan dengan belantara batu.



Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang)
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Menangis embun pagi yang tak lagi bersih
Jubahnya yang putih tak berseri ternoda
Daun daun mulai segan menerima
Apa daya tetes embun terus berjatuhan

Mengalir sungai sungai plastik jantung kota
Menjadi hiasan yang harusnya tak ada
Udara penuh dengan serbuk tembaga
Topeng topeng pelindung harus dikenakan

Ini desaku
Ini kotaku
Ini negeriku
Ya

Robot robot bernyawa tersenyum menyapaku
Selamat datang kawan di belantara batu
Kulanjutkan melangkah antara bising malam
Mencari tempat mencari harapan

Aku melihat
Aku bertanya
Aku terluka
Ya

Wahai kawan hei kawan bangunlah dari tidurmu
Masih ada waktu untuk kita berbuat
Luka di bumi ini milik bersama
Buanglah mimpi mimpi
Buanglah mimpi mimpi

Buanglah mimpi mimpi
Buanglah mimpi mimpi
Buanglah mimpi mimpi
Buanglah mimpi mimpi

Cinta

Ini bukan lagu cinta seperti kebanyakan. Meski judulnya Cinta namun tema yang diusung berbeda tergantung penafsiran masing-masing pendengar. Kalau saya mengartikan ini cinta kepada Tuhan. Namun cinta yang dilakukan kerap dianggap keliru. Warna dasar rock menyelimuti lagu ini sampai bagian akhirnya.


Cinta
Iwan Fals & Sawung Jabo (Album SWAMI I 1989)


Orang bicara cinta
Atas nama Tuhannya
Sambil menyiksa membunuh
Berdasarkan keyakinan mereka

Orang bicara cinta
Atas nama Tuhannya
Sambil menyiksa membunuh
Berdasarkan keyakinan mereka

Air mengalir
Angin berhembus
Hening
Hening
Hening

Doa doa bergema
Mata menetes darah
Satu lagi korban jatuh
Tradisi lenyap dihisap marah

Tuhan ya Tuhan
Namamu disebutkan
Disaat hidup
Waktu sengsara
Dipintu mati

Tuhan ya Tuhan
Tuhan ya Tuhan
Tuhan ya Tuhan
Tuhan ya Tuhan
Tuhan ya Tuhan
Tuhan ya Tuhan
Cinta

Cinta ya cinta
Namamu diagungkan
Disaat hidup
Waktu sengsara
Dipintu mati

Cinta ya cinta
Cinta ya cinta
Cinta ya cinta
Cinta ya cinta
Cinta ya cinta
Cinta ya cinta
Tuhan

Condet

Condet adalah nama sebuah wilayah di Jakarta. Iwan Fals pernah tinggal di daerah Condet sebelum sekarang pindah ke desa Leuwinanggung Depok. Lagu ini sepertinya bercerita tentang keseharian Iwan Fals saat tinggal di Condet, dimana dia sudah merasa sumpek dengan lingkungan tempat tinggalnya yang tidak nyaman lagi. Dia membandingkan dengan suasana yang bersahabat dimasa lalu. 



Condet
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Kubuka jendela
Sapa angin pagi
Ringan kau melangkah
Songsong hidup ini

Hela lenguh lembu
Halau burung burung
Bocah tawa riang
Canda di kali yang jernih

Bila malam
Tembang di purnama
Yang memberi semangat
Hidup esok hari

Kubuka jendela
Maki angin pagi
Berat kau melangkah
Tuk dapatkan kesempatan

Roda teknologi
Enyahkan pedati
Bias rumah kaca
Lubangi paru bumi

Syair Ronggowarsito
Jerit dan keringat
Gemuruhnya Rolling Stones

Api revolusi
Haruskah padam
Digantikan figur yang tak pasti

Potret

Sebuah penolakan terhadap nasehat yang sering diberikan tanpa menyertakan sesuatu yang nyata. Mungkin lagu ini mengkritik para motifator-motifator yang kerap tampil. Mereka menyemangati orang untuk sukses, tapi hanya sebatas omongan. Merek mejual nasehat untuk memperkaya dirinya saja. Peduli orang berhasil menjalankan nasehatnya itu atau tidak.



Potret
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Orang orang resah
Berlomba kejar nafkah
Demi anak bini
Demi sesuap nasi

Kuno kuno memang
Memang memang kuno
Namun kenyataan
Kita butuh soal itu

Uang dimana uang?
Nasi dimana nasi?
Uang dimana uang?
Nasi dimana nasi?

Seperti binatang
Bila lapar menerjang
Seperti kereta
Nafasnya terdengar

Lidahnya terjulur
Syahwatnya siap lentur
Soal harga diri
Sudah tak berarti

Uang dimana uang?
Nasi dimana nasi?
Uang dimana uang?
Nasi dimana nasi?

Pergi kau!
Jangan nasehati aku oh ya!
Pergi kau!
Aku mau uangmu oh ya!
Pergi kau!
Jangan menggurui aku oh ya!
Pergi kau!
Aku mau nasimu oh!

Anak anak kecil tengadahkan tangan
Mainkan tamborin gapai masa depan
Tanah lahirku aku cinta kau
Bumi darahku aku cium engkau
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam