Tampilkan postingan dengan label Orang Gila (1994). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Gila (1994). Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Orang Gila


Inilah kondisi yang pasti mudah kita jumpai dimana saja. Kehadirang orang gila di jalanan yang tidak diurus oleh negara. Mereka dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha merawat atau menyembuhkannya. Lagu ini seperti sebuah pengalama pribadi Iwan Fals ketika pulang menuju rumahnya waktu masih dini hari. Dia menjumpai orang gila di pinggir sedang menyeberangi jalan. Tapi bagusnya adalah, orang gila itu menyeberang pada zebra cross yang memang dibuat untuk menyeberangi jalan. Berbeda dengan orang waras yang kadang menyeberang jalan sembarangan bukan pada tempatnya. 
Nah kalau melihat kelakuan orang gila tadi yang masih bisa melakukan hal yang benar, maka pantaskah dia disebut orang gila? Lalu orang normal yang sengaja berbuat salah bukannya harus disebut Gila?



Orang Gila 
Iwan Fals (Album Orang Gila 1994) 

Waktu pulang
Malam malam
Sendiri Sendiri

Orang gila di lampu penyeberangan
Jam dua malam
Lewat pada saat lampu sedang merah
Tepat ditengah tengah zebra cross

Irama langkahnya tidak berubah
Seperti lagu lama
Yang aku dengar menuju pulang
Sendirian

Orang gila di lampu penyeberangan
Rambutnya gimbal
Kumis dan jenggotnya jarang jarang
Membawa gembolan
Entah gombalan
Atau makanan

Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan

Orang gila di lampu penyeberangan
Apa kabar?
Siapa yang menyapa kamu diam
Tersenyum tidak menangis tidak

Kamu sapa siapa saja
Selamat malam
Selamat malam

Orang gila di lampu penyeberangan
Orang gila di lampu penyeberangan
Melangkah terus lurus kedepan
Melangkah terus lurus kedepan
Kamu sapa siapa saja
Selamat malam
Selamat malam

Satu Satu


Ini salah satu lagu indah dari Iwan Fals. Musiknya enak didengar dan liriknya... luar biasa. Lagu ini berkisah mengenai kehidupan. Ada yang lahir pasti ada yang mati. Ada yang tua ada yang masih muda. Semua itu adalah siklus kehidupan yang setiap makhluk hidup pasti akan merasakan dan pasti menjalaninya.







Satu Satu
Karya : Iwan Fals (Album Orang Gila 1994)


Satu satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Satu satu tunas muda bersemi
Mengisi hidup gantikan yang tua
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi

Satu satu daun jatuh kebumi
Satu satu tunas muda bersemi
Tak guna menangis tak guna tertawa
Redalah reda

Waktu terus bergulir
Kita akan pergi dan ditinggal pergi
Redalah tangis redalah tawa
Tunas tunas muda bersemi

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun daun berguguran
Tunas tunas muda bersemi

Lagu Cinta

Bahkan kondisi kesulitan mendapat inspirasi untuk menulis lagu cinta, justru bisa menjadi lagu. Seperti yang Iwan Fals buat ini. Lagu ini ceritanya Iwan sedang tidak mendapatkan ide untuk menulis lagu bertema cinta. Kondisi ini malah menjadi sebuah lagu yang enak musiknya meski liriknya terasa dipaksakan.



Lagu Cinta
Iwan Fals (Album Orang Gila 1994)


Aku tak tahu harus mulai dari mana?
Aku tak tahu harus menulis apa?

Ditanganku duka
Ditanganku suka

Lagu cinta ingin kunyanyikan
Namun lidahku kaku hatiku beku

Aku rindu
Aku tak tahu
Lagu cinta dimana kamu?

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

Dari mana kamu datang?
Aku tak mendengar langkahmu

Lagu cinta
Pelan pelan bangunkan aku

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

( Mencari apa yang dicari )

Mencari apa yang dicari
Menunggu apa yang ditunggu
Aku merasa dikejar waktu

Menunggu Ditimbang Malah Muntah


Kisah tentang kehidupan sehari hari Iwan Fals dia terjemahkan dalam lirik lagu ini. Suasana kehidupan dirumah Iwan Fals ketika dia sedang bernyanyi didalam kamar mandi lalu membaca majalah mingguan dengan beragam berita yang menyesakkan pikiran. Lalu anak-anaknya pulang sekolah. 
Iwan menggambarkan dengan detail kondisi didepannya, seperti lampu empat puluh watt dengan hiasan topi berbentuk seperti topi pendekar Cina yang berada disamping asbak yang melindas kartu nama seorang kawannya. Hal yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.




Menunggu Ditimbang Malah Muntah
Karya : Iwan Fals (Album Orang Gila 1994)


Aku bernyanyi di dalam kamar mandi
Seorang diri
Disamping wastafel di samping kaca
Sambil menghisap kejenuhan

Majalah mingguan tergeletak
Di keranjang cucian
Gambar dua orang menteri
Sedang jabat tangan sambil tersenyum

Di atas kakus aku terus menulis
Menulis lagu lagu seimbang
Timbang menimbang ditimbang timbang
Timbang menimbang dibuang sayang

Yang paling besar pulang sekolah
Si bapak asyik sendiri
Suara mesin buyarkan maksud
Maksud siapa aku tak tahu

Adzan terdengar gemericik hujan
Mencari teman orang tertawa
Tunggu menunggu ditunggu tunggu
Tunggu menunggu dibuang sayang

Pelan pelan sayang
Kalau mulai bosan
Jangan marah marah
Nanti cepat mati
Santai sajalah

Pelan pelan sayang
Kalau mulai bosan
Jangan marah marah
Nanti cepat mati
Santai sajalah

Seekor nyamuk terbang diatas majalah
Kadang hinggap lalu terbang lagi
Mengitari wajah politikus
Yang entah tersenyum atau sakit gigi

Lampu empat puluh watt
Bertopi pendekar Cina
Tetap saja merendah tidak berubah
Kartu nama seorang teman terlindas asbak

Yos tidur
Galang Cikal tidur

Hari ini ada berita
Polisi mati
Hari ini ada berita
Pembantu dibantai majikannya
Hari ini ada berita
Anak anak membunuh orang tuanya
Hari ini ada berita
Orang tua memperkosa anak anaknya
Hari ini ada berita
Guru guru banyak yang sakit jiwa
Hari ini ada berita
Orang orang kaya takut bangkrut
Hari ini ada berita
Mahasiswa protes
Merah putih cemang cemong
Mau insaf susah
Desa sudah menjadi kota

Burung hantu liar berbunyi terus
Yos bangun
Galang Cikal tidur
Yos tidur lagi

Jangkrik tidak berhenti
Belalang masih bernyanyi
Detik jam belum berhenti
Suara mobil sewenang wenang
Suara pabrik sama saja

Yos tidur
Galang Cikal tidur

Pelan pelan sayang
Kalau mulai bosan
Jangan marah marah
Nanti cepat mati
Santai sajalah

Doa Dalam Sunyi

Lagu mengenai pendaki gunung, setidaknya itu yang saya tangkap dari lirik lagu ini. Kisah pendaki gunung yang memuaskan hobinya dengan menjelajahi alam pegunungan. Suasana itu digambarkan dalam lagu karya Jabo ini. Lalu doa-doa dipanjatkan dalam kesunyian alam pegunungan merebak memberi semangat hidup mereka.


Doa Dalam Sunyi
Iwan Fals & Jabo (Album Orang Gila 1994)


Angin datang dari mana ?
Merayapi lembah gunung
Ada luka dalam duka
Dilempar kedalam kawah

Memanjat tebing tebing sunyi
Memasuki pintu misteri
Menggores batu batu
Dengan kata sederhana
Dengan doa sederhana

Merenung seperti gunung
Mengurai hidup dari langit
Jejak jejak yang tertinggal
Menyimpan rahasia hidup

Selamat jalan saudaraku
Pergilah bersama nasibmu
Pertemuan dan perpisahan
Dimana awal akhirnya ?
Dimana bedanya ?
Dimana bedanya ?

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Doa doa terdengar dalam sunyi
Doa doa terdengar dalam sepi

Awang-Awang

Awang Awang seperti sesuatu yang tanpa batas sejauh mata memandang dan sejauh hati merasakan. Judul ini dipilih sebagai lagu Iwan Fals yang sarat dengan muatan pesan yang bagus. Seperti pesan jika omongan tidak lagi ada yang mau mendengarkan, lebih baik diam saja. Jika tindakan tidak mendapat respon baik, jangan berputus asa, introspeksi, perbaiki kekurangan dan terus berjuang. 
Setidaknya lagu ini liriknya memberi semangat kepada kita untuk terus berbuat baik apapun yang terjadi. Setidaknya lirik lagu ini memaksa kita untuk menyampaikan kebenaran meskipun tidak ada yang peduli.. sudahkah kita melakukan itu..?




Awang-Awang
Iwan Fals & Sawung Jabo (Album Orang Gila 1994)


Jika kata tak lagi bermakna
Lebih baik diam saja
Jika langkah tak lagi bermata
Langkah buta terjang saja

Melayang terbang melayang
Melayang di awang-awang
Melayang terbang melayang
Di atas samudera terbentang

Berlari aku berlari
Menembus hari
Berlari aku berlari
Menembus hari

Bagaimana bisa berhenti ?
Sedang kita belum melangkah
Bagaimana bisa kembali ?
Sedang kita tak tahu sampai dimana

Berlari aku berlari
Menembus hari
Berlari aku berlari
Menembus hari

Bagaimana bisa mengerti ?
Sedang kita belum berpikir
Bagaimana bisa dianggap diam ?
Sedang kita belum bicara

Melayang terbang melayang
Melayang melayang
Melayang melayang

Bagaimana bisa mengerti ?
Sedang kita belum berpikir
Bagaimana bisa dianggap diam ?
Sedang kita belum bicara

Melayang terbang melayang
Melayang di awang-awang
Melayang terbang melayang
Di atas samudera terbentang

Puisi Gelap

Ini adalah puisi karya Sawung Jabo yang dibacakan Iwan Fals. Puisi gelap judulnya segelap kalimat-kalimat yang dituangkan didalamnya. Iwan Fals hanya membacanya dengan nada kesdihan dan diiringi sayup-sayup musik yang terdengar angker dan menakutkan. Puisi tentang kematian atau akhir kehidupan dari tingkah laku buruk manusia...




Puisi Gelap
Iwan Fals & Jabo (Album Orang Gila 1994)


Langit gelap
Jutaan gagak hitam memenuhi langit
Datang dari goa goa yang gelap dan lembab
Dari padang yang kering tandus
Merentang sayap berputar putar mengerikan

Suaranya melengking menyayat
Amarah yang terpendam amarah tertahan
Gentayangan bagai mayat bangun dari kuburan
Karena mereka pun tak mau menerima

Gerhana matahari gerhana hidup
Mereka menutupi cahaya matahari
Memakan bangkai dari apa saja yang tersisa
Hinggap diatas tanah diatap rumah
Di dahan dahan pohon yang mati kering
Mengintai mangsa
Menanti bangkai temannya sendiri yang mati kelaparan

Bau bangkai menyengat dimana mana
Saling menerkam diantara mereka sendiri
Sekedar bertahan dari kematian yang segera datang menjemput

Tak ada cahaya matahari
Tak ada cahaya kehidupan
Tak ada apa apa
Hanya ada ketegangan dan keganasan
Ketegangan yang mengandung bencana

Gagak gagak terus berputar semakin banyak
Marah pada apa ?
Marah pada siapa ?
Marah pada marah yang tak terlampiaskan

Sampai pada saatnya nanti
Mereka jatuh terkapar dan mati

Tapi dimana cahaya kehidupan ?
Tak ada yang tahu

Hanya ada jutaan bangkai gagak
Berserakan berbau amis dan busuk

Ah
Bau busuk kehidupan
Menyusup menebar ke sudut sudut kota
Dan kita menghisapnya

Lingkaran Hening

Susah memaknai lagu ini, namun setidaknya ada sedikit point yang bisa ditangkap. Yaitu tentang keheningan. Dalam kondisi hening seakan tidak ada batasan waktu. Semuanya seperti melayang tak tentu arah. Jabo menulis lirik ini yang dinyanyikan Iwan Fals dengan sempurna. Musik yang indah, karakter vocal yang kuat.




Lingkaran Hening
Iwan Fals & Jabo (Album Orang Gila 1994)


Di lingkaran keheningan
Tak ada lagi batasan waktu
Nyala api dalam hening
Menyentuh dinding jiwa yang luka

Satu satu wajah datang
Satu persatu menghilang lagi
Batas langit batas hidup
Kita melayang tak tentu arah

Sayap sayap jiwa yang terluka
Darah menetes basahi senja
Untuk apa mengasingkan diri ?
Lingkaran hening

Telah tumbuh pohon baru
Diatas tanah yang pernah kering
Air hujan air hidup
Mengalir dari jiwa yang hening

Bayang bayang tarian jiwaku
Memenuhi ruangan dunia
Pintu langit makin terbuka
Lingkaran hening

Lingkaran hening
Jiwa yang hening
Lingkaran hening

Lingkaran hening
Jiwa yang hening
Lingkaran hening
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam