Tampilkan postingan dengan label SWAMI II (1991). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SWAMI II (1991). Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Nyanyian Jiwa


Ini adalah lagu yang dianggap merupakan jeritan jiwa seorang Iwan Fals. Setiawan Djody pernah mengatakan ketika dia sedang sakit keras, dia paling suka mendengarkan lagu ini, karena memberi semangat pada dirinya untuk tetap berjuang hidup.








Nyanyian Jiwa
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Iwan Fals, Sawung Jabo
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik
Sawung Jabo : Gitar Akustik, Backing Vocal
Innisisri : Drums, Cup Cymbals, Gong, Krincingan, Bell, Kenthongan, Kluwak, Backing Vocal
Naniel K. Yakin : Flute, Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Keyboard, Backing Vocal
Totok Tewel : Gitar Electric, Backing Vocal

Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri oh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

Menjeritlah
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah
Jika itu dianggap penyelesaian

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri ohoh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hari haruslah diasah

Kebaya Merah

Inilah lagu yang bercerita tentang ibu. Untuk kesekian kalinya Iwan Fals menyanyikan lagu bertema Ibu. Memang ibu sangat pantas mendapat kehormatan dalam bentuk sebuah lagu. Dalam lagu ini sosok ibu digambarkan sedang berduka. Maka muncul banyak pertanyaan apa yang menyebabkan ibu berduka, padahal kursi tempat duduknya dilapisi beludru (maksudnya nyaman).



Kebaya Merah / Ibuku
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Iwan Fals
Lagu : Iwan Fals
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik
Sawung Jabo : Backing Vocal
Innisisri : Timpani, Bass Drum, Cymbals, Mojo, Backing Vocal
Naniel K. Yakin : Flute, Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Keyboard, Backing Vocal
Totok Tewel : Gitar Akustik, Backing Vocal

Kebaya merah kau kenakan
Anggun walau nampak kusam
Kerudung putih terurai
Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

Wajahmu seperti menyimpan duka
Padahal kursimu dilapisi beludru
Ada apakah?
Ibu

Ceritalah seperti dulu
Duka suka yang terasa
Percaya pada anakmu
Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

Ibuku, darahku, tanah airku
Tak rela kulihat kau seperti itu
Ada apakah?
Ibu

Na Na Na Na

Lagu dalam album Swami II ini memiliki warna yang hampir mirip dengan lagu Esek Esek Udug Udug dalam album Swami I. Namun lagu ini bercerita tentang kehidupan didalam desa yang sudah tersentuh kemajuan teknologi. Anak-anak disana sudah tidak lagi asik bermain dilapangan, mereka sibuk menonton televisi sebagai ganti dongengan. Inilah kenyataan yang tidak dapat dihindari.




Na Na Na Na 
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Innisisri, Iwan Fals
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Tom-Tom, Vocal
Sawung Jabo : Gitar Akustik, Rebana, Temple Block, Saron, Vocal
Innisisri : Rebana, Tom-Tom, Timbalis, Tambo, Vocal
Naniel K. Yakin : Bedug, Vocal
Nanoe : Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Gondang Batak, Timpani, Vocal
Totok Tewel : Gendang Batak, Vocal

Desaku
Kampungku
Telah lama menghilang
Tenggelam dalam air
Telah lama terkubur
Tergusur kemajuan

Dengarlah
Belalang nyanyi bersahutan
Menari dibalik alang alang
Terdengar sangat menyedihkan
Rumah merekapun terancam

Nyanyian
Harapan
Anak anak didesa
Bermain dengan alam
Bermain bayang bayang
Dibawah sinar bulan

Lihatlah
Dilorong perkampungan kota
Anak anak kecil bermain
Imajinasi dikebiri
Surga mereka telah pergi

Saat senja perlahan mendekati
Mereka duduk didalam ruangan
Televisi gantikan dongengan
Tidak pernah tahu masa lalu

Oh ya oh ya
Nyanyian desa

Oh ya oh ya
Nyanyian kota

Oh ya oh ya
Jauh berbeda

Oh ya oh ya
Memang berbeda

Na na na na
Na na na
Na na na na

Na na na na
Na na na
Na na na na

Sangkala

Sebuah pertanyaan apa yang akan terjadi menjelang hari kiamat tiba. Ketika sosok sangkala ditiupkan oleh malaikat pertanda kehancuran alam semesta seisinya, tak ada lagi kebanggaan yang bisa dibanggakan. Semua sibuk mencari selamat, pintu pintu taubat telah ditutup dan hari pembalasan didepan mata.



Sangkala
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Naniel
Lagu : Innisisri
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik, Snare Drum, Klonthongan Sapi
Sawung Jabo : Snare Drum, Backing Vocal
Innisisri : Gendang Jawa, Xylophone, Chime, Snare Drum, Triangle, Glockenspiec, Vibraphone, Marimba, Kempul, Gong, Backing Vocal
Totok Tewel : Gitar Akustik, Electric Gitar, Asbak, Backing Vocal
Naniel K. Yakin : Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Keyboard, Timpani, Glockenspel, Backing Vocal

Apa yang kan terjadi?
Ketika sosok sangkala
Diberi ruang tuk berkuasa

Kebanggaan nan semu
Kemegahan dalam penantian
Rusaknya tata kehidupan bumi

Bayi bayi menjerit
Menerawang maki kerakusan
Akal tanpa nurani

Apa yang kan terjadi?
Apa yang terjadi nanti?

Waktu kian meranggas
Arus berbalik menghantam
Awan hitam kematian

Mata saling memandang
Semua bertanya tanya
Berkata kata tanpa suara

Apa yang kan terjadi?
Apa yang terjadi kini?

Sangkala menyeringai
Menelan bumi ini

Hio

Belakangan dalam setiap konser-konser Iwan Fals, dia sering diminta untuk menyanyikan lagu ini. Lagu yang mengabarkan bahwa kita hidup harus penuh kewajaran agar tidak menipu diri sendiri. Dan jangan sampai mengingkari hati nurani. 
Lagu-lagu penuh pesan moral semacam ini sangat saya sukai. Sebab lagu ini seperti menasehati pendengarnya agar tidak terlena pada kerakusan dunia.



Hio
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Sawung Jabo
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Gitar Akustik, Backing Vocal
Sawung Jabo : Vocal, Gitar Akustik, Drums, Backing Vocal
Naniel K. Yakin : Cowbell, Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Keyboard, Gondang Batak, Backing Vocal
Totok Tewel : Electric Gitar, Backing Vocal

Aku tak mau terlibat segala macam tipu menipu
Aku tak mau terlibat segala macam omong kosong
Aku wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau terlibat persekutuan manipulasi
Aku tak mau terlibat pengingkaran keadilan
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

“Mulane dulur ayo dijogo
Omongane lan kelakuane”

Aku tak mau bicara yang tentang aku sendiri tidak tahu
Aku tak mau mengerti kenapa orang saling mencaci
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Aku tak mau kehilangan akal sehat dipikiranku
Aku tak mau menyaksikan ada orang yang dihinakan
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo
Hoo hoo hoo

Aku mau wajar wajar saja
Aku mau apa adanya
Aku mau jujur jujur saja
Bicara apa adanya
Aku mau sederhana
Mau baik baik saja
Aku hanya tahu
Bahwa orang hidup
Agar jangan mengingkari hati nurani

Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio
Hio hio hio hio hio

Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani
Aku tak mau mengingkari hati nurani

Kuda Lumping

Mengambil tema tentang budaya khas Indonesia yang bernama tarian Kuda Lumping. Dalam tarian itu seringkali para penarinya seperti kerasukan atau kesurupan dan bisa berbuat berbagai hal yang tidak mungkin dilakukan dalam kondisi normal. Semerti memakan beling, menusukkan paku ke tubuh dan sebagainya tanpa rasa sakit. Namun budaya ini seperti kurang dilestarikan sehingga dalam liriknya tertulis kuda lumpung nasibnya nungging.
Dalam lagu ini juga diselipkan sindiran kepada orang orang yang suka menipu.




Kuda Lumping 
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Sawung Jabo
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Gitar Akustik, Backing Vocal
Sawung Jabo : Vocal, Gitar Akustik
Innisisri : Drums, Tambo, Cup Cymbals, Bells, Temple Block, Backing Vocal
Naniel K.Yakin : Cowbell, Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Perkusi Keyboard, Backing Vocal, Trompet Reog
Totok Tewel : Gitar Akustik, Backing Vocal, Electric G

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Berputar putar dalam lingkaran
Menari tak sadarkan diri
Mata terpejam mengunyah beling
Mempertahankan hidup yang sulit

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Mulutnya berbusa
Nasibnya berbusa
Tradisi berbusa
Tradisi amblas

Nyanyi
Penari bernyanyi
Sebelum
Tergilas mati
Sunyi
Hati sang penari
Sebab
Hidup mereka telah tersisih

Berbaju sutra pandai menipu
Membabi buta cari mangsa
Mulut penipu berbau busuk
Mempertahankan hidup yang busuk

Para penipu berkeliaran
Makan tanah memperkosa fakta
Saling menipu sesama penipu
Tidak menipu jadinya tertipu

Mulutnya berbusa
Nasibnya berbusa
Tradisi berbusa
Tradisi amblas

Nyanyi
Penipu menyanyi
Sebelum
Mereka mati
Sunyi
Hati sang penipu
Sebab
Tak bisa menipu diri sendiri

Kuda lumping megap megap
Pelan pelan ditelan jaman
Para penipu tunggu saatmu
Kuda lumping menginjak mulutmu

Kuda lumping nasibnya nungging
Mencari makan terpontang panting
Aku juga dianggap sinting
Sebenarnya siapa yang sinting?

Para penipu berkeliaran
Makan tanah memperkosa fakta
Saling menipu sesama penipu
Tidak menipu jadinya tertipu

Kuda lumping megap megap
Pelan pelan ditelan jaman
Para penipu tunggu saatmu
Kuda lumping menginjak mulutmu

Amblas

Robot Bernyawa

Ini lagu yang mengisahkan kehidupan buruh. Buruh disini sering dijadikan sapi perahan pengusaha. Diperas tenaganya namun hanya dibayar murah. Mereka diibaratkan sebagai robot bernyawa yang harus patuh pada perintah kapan saja dan dmana saja. Maka pantaslah kalau kaum buruh melakukan unjuk rasa agar perlakuan seperti itu tidak terjadi lagi. Namun sudah berulang kali unjuk rasa mulai dari yang kecil hingga skala nasional tetap saja masih ada buruh yang ditindas diperlakukan semena-mena oleh perusahaan tempat bekerjanya.



Robot Bernyawa 
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Sawung Jabo
Lagu : Nanoe
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Vocal, Gitar Akustik
Sawung Jabo : Gitar Akustik
Innisisri : Drums, Backing Vocal
Naniel K. Yakin : Backing Vocal
Nanoe : Bass, Backing Vocal
Jocky Soeryoprayogo : Piano, Backing Vocal
Totok Tewel : Gitar Electric, Backing Vocal

Lihatlah itu ya disana
Orang berkumpul bising suaranya
Wajahnya merah dibakar marah
Sang dewa nasib sedang berduka

Didepan pabrik minta keadilan
Hanyalah janji membumbung tinggi
Tuntutan mereka membentur baja
Terus bekerja atau di PHK

Inilah lagu orang tak berdaya
Mencoba mempertanyakan haknya
Dituduh pengacau kerja
Dianggap pahlawan kesiangan
Bisa berbahaya

Jangan bertanya jangan bertingkah
Robot bernyawa teruslah bekerja
Sapi perahan dijaman moderen
Mulut dikunci tak boleh bicara

Didepan pabrik minta keadilan
Hanyalah janji membumbung tinggi
Tuntutan mereka membentur baja
Terus bekerja atau di PHK

Inilah lagu orang tak berdaya
Mencoba mempertanyakan haknya
Dituduh pengacau kerja
Dianggap pahlawan kesiangan
Bisa berbahaya

Inilah nasib orang orang bawah
Tidur berjajar menciptakan mimpi indah
Bekerja terus bekerja
Mencoba membalik nasib
Ternyata susah
<

Rog-Rog Asem

Saya tidak mengerti lagu yang dinyanyikan oleh Sawung Jabo ini. Rog Rog Asem sendiri dari informasi yang saya dapatkan adalah sebuah ilmu pukulan dalam bela diri Pencak Silat. Pukulan dengan teknik menggoyang. Rog/ngerog adalah menggoyang atau mengguncang, dan Asem adalah pohon asem. Maksudnya adalah pukulan seperti mengguncang pohon asem yang kemudian buah asem itu jatuh karena guncangan itu.

Namun makna lainnya dari Rog Rog Asem adalah suatu kejadian atau perilaku yang datang tiba-tiba dan menghebohkan, namun hanya sesaat saja kemudian dilupakan begitu saja. Seperti guncangan pada pohon asem tadi, setelah buah asemnya jatuh karena guncangan yang mendadak itu... ya sudah... selesai...




Rog-Rog Asem
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Naniel K. Yakin
Lagu : Naniel K. Yakin
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Gitar, Kecrekan
Sawung Jabo : Vocal, Gitar Akustik, Temple Block
Innisisri : Drums, Xylophone
Naniel K. Yakin : Backing Vocal
Nanoe : Bass
Jocky Soeryoprayogo : Keyboard, Gambang Dolanan, Timpani, Backing Vocal
Totok Tewel : Gitar Akustik, Gitar Electric, Kecrek

Malam kusam tanpa rembulan
Hanya janji pupus harapan

Gerombolan burung terbang rendah
Tinggalkan tanah yang hitam

Serang
Terkam
Maut turun tanpa darah

Sumpah
Serapah
Ini semua salah siapa ?

Hari hari semakin letih
Nilai moral entah dimana

Geram
Seram
Tangan tangan melempar kembang

Sunyi
Bisu
Raut wajah berbaris keluh

Siapa menang semua kalah
Semua benar siapa yang salah ?

Koran - Koranku

Cerita tentang media massa berbnetuk koran yang kadang suka memutar balikkan fakta. Koran kadang memberitakan sesuatu yang tidak benar atau mengarang berita bohong hanya demi mendapat keuntungan penjualan. 



Koran - Koranku
(Album SWAMI II 1991)

Lirik : Jocky
Lagu : Jocky
Aransemen : SWAMI
Iwan Fals : Gitar Akustik, Snare Drum, Backing Vocal
Sawung Jabo : Tom-Tom, Timbalis, Cowbell, Kulit Drum, Backing Vocal
Innisisri : Tom-Tom, Cymbals, Gong, Xylophone, Temple Block, Tambo, Snare Drum, Bass Drum, Gondang Batak, Mojo, Krincingan
Naniel K. Yakin : Flute, Backing Vocal

Aku baca koran ada dalang mainkan wayang
Didalam koran banyak wayang ingin jadi bintang
Ku baca koran belum juga selesai persoalan
Didalam koran semakin jernih kaca kehidupan
Engkau koranku

Sementara kehidupan masih harus berputar
Sementara masih banyak orang terpaksa bertahan
Menunggu mendengar melihat apa yang kan terjadi
Koran koran berikanlah kami jawaban yang pasti
Engkau koranku

Seharusnya kau buka pintu pintu dunia
Menceritakan apa saja yang sebenarnya
Jadilah engkau api penyadaran
Kehidupan
Jadilah engkau api penyadaran
Sang kebenaran haruslah dijaga dan dikabarkan

Jangan putar balikkan cerita
Jangan jungkir balikkan berita

Jangan putar balikkan cerita
Jangan jungkir balikkan berita

Jangan putar balikkan cerita
Jangan jungkir balikkan berita

Jangan putar balikkan cerita
Jangan jungkir balikkan berita

Bohong

Pantun Koruptor

Ini adalah salah satu puisi populer karya Rendra. Puisi ini kali pertama dibacakan WS Rendra didepan publik yaitu ditengah Iwan Fals dan kawan-kawan menyanyikan lagu HIO dalam konser Merdeka yang berlangsung di Leuwinanggung 16 Agustus 2008.









Pantun Koruptor
WS Rendra

Kalau ada sumur di ladang
Jangan diintip gadis yang mandi
Koruptor akalnya panjang
Jaksa dan hakim diajak kompromi

Berburu ke padang datar
Mendapat janda belang di kaki
Koruptor sakit diijinkan pesiar
Uang rakyat dibawa lari

Berakit rakit ke hulu
Berenangnya kapan kapan
Maling kecil sakit melulu
Maling besar dimuliakan

Ur… Ur… Ur… Ur… Bada Ur…
Selendang sutra jingga
Aturan negara ngalor ngidul
Lantaran wakil rakyat korupsi juga

Hio… Hio… Hio… Hio…

Kura kura dalam perahu
Buaya darat didalam sedan
Wakil rakyat jangan ditiru
Korupsinya edan edanan

Si tukang riba disebut lintah darat
Si hidung belang disebut buaya darat
Pedagang banyak hutang itulah konglomerat
Mereka yang berhutang yang bayar lha kok rakyat?

Binatang bego itu kura kura
Binatang lamban juga kura kura
BBM naik rakyat sengsara
Uang bea cukai ditilep juga

Aduh aduh cantiknya si janda kembang
Sedang menyanyi si Jali Jali
Hujan emas di rantau orang
Hujan babu di negeri sendiri

Hio… Hio… Hio…
Ale… Ale… Ale…
Bakso… Bakso… Bakso…
Onde… Onde… Onde…

Mikul duwur mendem jero
Itu apa artinye?
Artinye…
Kalau ente jadi presiden
Berdosa boleh aje…..
Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam