Kamis, 10 Oktober 2013

Iwan Fals Enggan Jadi Presiden

Iwan Fals Enggan Jadi Presiden
Liputan6.com, Jakarta, Indonesia : Musisi senior Iwan Fals mengaku enggan bila kelak dicalonkan menjadi Presiden Republik Indonesia. Dikutip dari akun Twitter miliknya, penyanyi yang baru saja merilis album terbaru bertajuk 'Raya' tersebut sudah merasa terlalu tua untuk menjadi Pemimpin Negeri.

"Saya nyapres eit nggak mungkin wong di Oi saja kalah telak, suara saya cuma satu, tahu dirilah." tulis iwan melalui akun @Iwanfals, Senin (7/10/2013).
"lagipula umur sudah 52, ngejar bis saja ngos-ngosan apalagi lari dari Sabang-Merauke, Miangas-Rote, wah itu urusan empat puluhanlah" lanjutnya menambahkan.
Uniknya, di luar pembahasannya mengenai capres, Iwan ternyata masih menyimpan harapan besar pada pemilu 2014 nanti. Dikabarkan, memiliki impian untuk menghelat sebuah konser akbar di Indonesia, pelantun lagu 'Bongkar' tersebut pun berharap akan ada pihak promotor yang mau mewujudkan niatnya itu.
"Saya ada mimpi, mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi. Kalau ada promotor gila untuk mengundang teman-teman menonton pertunjukan musik, 'Nyanyian Raya' namanya," ujar Iwan Fals dalam wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).
Jika benar-benar terjadi, Iwan berharap bukan hanya mewujudkan sebuah konser musik saja. Namun juga memperkenalkan kuliner Indonesia serta menjaga lingkungan hidup yang kian memprihatinkan.
"Suasananya di situ nanti kuliner Indonesia keluar. Isunya kasih sayang, lingkungan hidup, sampah masih menjadi masalah ya. Dengan kita berkumpul bareng, kesadaran akan kasih sayang, nggak terprovokasi seperti di Mesir dan Suriah. Idealnya pas Pemilu 2014 nanti," papar pemilik nama Virgiawan Listanto tersebut.
Pria 52 tahun ini juga berhasrat agar dapat memecahkan rekor penonton terbanyak seperti di negara lain. Apalagi, Iwan melihat adanya potensi besar yang dimiliki Indonesia.
"Tujuannya memecahkan rekor penonton, kayak satu juta penonton Rolling Stone di Brazil. Kalau kita bisa mendatangkan 4 juta saja, mudah-mudahan mimpi ini menumbuhkan rasa nasionalisme. Ini baru mimpi saja," pungkasnya.

Kamis, 12 September 2013

Ingin Pecahkan Rekor, Iwan Fals Impikan Konser Nyanyian Raya

Liputan6.com, Jakarta : Legenda hidup musik Tanah Air, Iwan Fals, ternyata masih menyimpan harapan besar untuk menghelat sebuah konser akbar di Indonesia. Pelantun lagu Bongkar ini berharap ada pihak promotor yang rela mewujudkan impiannya tersebut.

"Saya ada mimpi, mudah-mudahan tahun depan bisa terrealisasi. Kalau ada promotor gila untuk mengundang teman-teman menonton pertunjukan musik, 'nyanyian raya' namanya," ujar Iwan Fals dalam wawancara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).
Jika benar-benar terjadi, Iwan berharap bukan hanya mewujudkan sebuah konser musik saja. Namun juga memperkenalkan kuliner Indonesia serta menjaga lingkungan hidup yang kian memprihatinkan.
"Suasananya di situ nanti kuliner Indonesia keluar. Isunya kasih sayang, lingkungan hidup, sampah masih menjadi masalah ya. Dengan kita berkumpul bareng, kesadaran akan kasih sayang, nggak terprovokasi seperti di Mesir dan Suriah. Idealnya pas Pemilu 2014 nanti," papar pemilik nama Virgiawan Listanto tersebut.
Pria 52 tahun ini juga berhasrat agar dapat memecahkan rekor penonton terbanyak seperti di negara lain. Apalagi, Iwan melihat adanya potensi besar yang dimiliki Indonesia.
"Tujuannya memecahkan rekor penonton, kayak satu juta penonton Rolling Stone di Brazil. Kalau kita bisa mendatangkan 4 juta saja, mudah-mudahan mimpi ini menumbuhkan rasa nasionalisme. Ini baru mimpi saja," pungkasnya.

Artikel Terkait :
Iwan Fals Dalam “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII

Iwan Fals Dalam “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgBXybJ-GDWmavPEgZ5Q1JxwpsYSMIWh_HNGyAaPobXG2Kk7eZQZwnvq0UWAt0OXeA_5OAQv2dgzXeuZUtBhMSvAaJJO7cx2RFy-X0PVt1UKyfzYReqNlfvIZVvfFivnwdona9BEK18ro/s1600/Oghie+Art+-+Canon+EOS+650D+September+11,+2013-290.JPGFilm Soekarno; Indonesia Merdeka akan memulai promosinya lewat acara bertajuk “Konser Panggung Bung Karno” di Teater Tanah Airku, TMII, Jaktim, Rabu (11/9/2013). Acara yang juga akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi SCTV mulai pukul 22.00 WIB ini menampilkan sederet musisi kenamaan tanah air seperti Iwan Fals, Slank, Rossa, Kikan, hingga Maudy Ayunda.

Sutradara Hanung Bramantyo rupanya bekerja amat keras dalam penggarapan film "Soekarno: Indonesia Merdeka".Dalam film tersebut, Hanung berkisah bahwa ia ingin menggambarkan kehidupan Soekarno sebagaimana seorang manusia biasa . "Saya bikin film ini untuk mengingatkan kembali kepada anak muda kalau dulu ada orang bernama Soekarno yang saat berusia 21 tahun sudah berteriak ingin Indonesia merdeka. Tapi sekarang, saat media sosial sudah semakin banyak dan berkembang, mana ada anak muda yang berani berkata seperti itu," ujar Hanung.
Hanung menjelaskan, momentum kelahiran Soekarno hingga terjun ke politik, saat menikah dengan Inggit Ganarsih, pembentukan Pancasila atau saat dibuang ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi kisah tersendiri.
Untuk memenuhi gambar kolosal, Hanung melibatkan 3 ribu talent, mulai dari anak-anak remaja hingga dewasa dari berbagai kalangan yang berbeda. "Selain para selebritis ada sekitar 2.500-3000 pemeran," kata Hanung.
Suami Zaskia Mecca itu mengaku, ada tiga buku utama yang jadi bahan referensinya sejak dua tahun penggarapan, yakni Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia"(Cindy Adams), Soekarno: Nederlandsch Onderdaan - Een Biografie 1901-1950 (Lambert J. Giebels) dan Soekarno: Founding Father of Indonesia (Bob Hering)
"Yang utama ada tiga, yaitu buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, bukunya Lambert J. Giebels dan buku Bob Hering," kata Hanung.
Selain itu, seri dari majalah Tempo edisi khusus, buku Tan Malaka, buku Inggit Garnasih juga buku Oemar Said Tjokroaminoto menjadi santapan untuk menambah referensinya.
"Termasuk bukunya Guruh Sukarno Putra untuk mendalami hubungan kesehariannya Bung Karno," katanya.
Dalam film tersebut, Hanung berkisah bahwa ia ingin menggambarkan kehidupan Soekarno sebagaimana seorang manusia.
"Karena angkat sisi manusianya, ada kisah cintanya dengan Bu Fatmawati, cara dia mencintai rakyat, juga bagaimana cara dia menghadapi Jepang. Tampak politis, tapi sebenarnya juga humanis," jelasnya.
 Film yang berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka rencananya akan dirilis pada Desember mendatang. Tokoh Bung Karno dalam film ini diperankan oleh aktor Ario Bayu sementara tokoh Bung Hatta diperankan oleh aktor Lukman Sardi
Acara “Konser Panggung Bung Karno” juga di hadiri oleh Ibu Mari Elka Pengestu selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, beliau memberi sebuah apresiasi positif atas film garapan Hanung tersebut  “Ini merupakan sebuah film yang  mengangkat nasionalisme, dan mampu merangsang hasrat warga Indonesia agar lebih mengenal sejarah bangsanya“
Launching produksi Film Soekarno selain di hadiri oleh para pemain dan pelaksana juga dihadiri oleh beberapa Tokoh dari Badan Pengurus Pusat Ormas Oi diantaranya  Ibu Rosana Listanto (Ketum Ormas Oi), Bapak Ainu Rofiq (Sekjen Ormas Oi), Bapak Sonny Teguh Laksono (Mantan Ketum Ormas Oi), Soedik Purnomo( Ketua Dept.Organisasi dan Aparatur Ormas Oi), Neo Hamzah (Sekertaris Dept.Organisasi dan Aparatur Ormas Oi), Kubais (Ketua Dept.Bidang Pendidikan Ormas Oi), dan Chaerudin (Sekertaris Dept.Bidang Pendidikan Ormas Oi).
Iwan Fals Menyanyikan tiga buah lagu dalam acara yang bertajuk nasional tersebut , diantaranya “ Kebaya Merah “ , “Negeri Memang Kaya (bung Karno)” Dan lagu terakhir “ Bangunlah Putra Putri Ibu Pertiwi “ .
Ada sedikit kekecewaan dari para penggemar Iwan Fals yang tidak dapat menyaksikan langsung konser panggung Bung Karno di TMII, di karenakan  hanya para undangan dan media yang bisa menyaksikan berjalanya acara dari dalam bangunan gedung Theater TMII , namun hal tersebut tidak menyusutkan ambisi para penggemar Iwan Fals yang sudah datang jauh-jauh, bahkan ada yang dari Tanggerang dan Bogor  hanya untuk menyaksikan musisi idola mereka tampil.
Demi terciptanya keadaan yang aman dan kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dari para penonton yang kecewa karena tidak dapat masuk kedalam gedung  Theater TMII, panitia menyiapkan sebuah layar berukuran sedang, dimana layar tersebut berfungsi untuk merekam secara langsung berjalan nya acara saat di dalam gedung.

Minggu, 01 September 2013

Konser Iwan Fals Guncang Yogyakarta


Jogjanews.com - Menakjubkan. Kata-kata inilah yang mampu menggambarkan konser Top Coffee bersama  Iwan Fals yang digelar di Stadion Kridosono Jogjakarta hari Sabtu malam (31/8). Pemandangan khas dari setiap konser Iwan Fals adalah banyaknya bendera Orang Indonesia (OI sebutan fans Iwan Fals) pun menghiasi pentas malam itu.

Konser ini merupakan serangkaian konser Top Coffee with Iwan Fals di 15 kota besar di Indonesia. Yogyakarta menjadi kota ke-12 yang dijadikan konser.  Kelompok seni Ludruk Turangga Arum mengawali konser Iwan Fals.

Iwan Fals yang tampil mengenakan kaos hitam dipadu dengan celana jeans dan ikat kepala membuka konser dengan lagunya yang berjudul Untuk Yuli  tampil apik dan garang. Meski sudah memasuki usia senja namun tak terlihat suara memudar, justru semakin matang dalam menyanyikan lirik-lirik kritisnya.

Dalam konser tersebut penampilan Iwan Fals semakin istimewa karena tata panggung yang apik dan tata suara yang membahana. Semakin lengkap ketika kemampuan berinteraksi Iwan Fals dengan penonton mampu membangkitakan suasana.

Jape mete piye kabare dab, tidak terasa sudah bisa manggung di sini lagi untuk yang ketiga belas kalinya. Kota ini selalu menyimpan banyak kenangan, pantas jika menyandang predikat Istimewa,” kata musisi kelahiran Jakarta 3 September 1961 ini.

Penampilan Iwan Fals di Jogja semakin lengkap dengan hadirnya salah satu dewa gitar Indonesia, Toto Tewel. Permainan distorsi gitar Toto tewel mampu menambah kuat aura lagu yang dinyanyikan Iwan Fals.

Dalam konser ini belasan lagu andalan dibawakan Iwan Fals. Komposisi musik balada berulang kali menyapa ribuan OI sehingga mampu membuat mereka bernyanyi bersama. Suasana pementasan ini layakanya paduan suara karena antara Iwan Fals dengan OI saling berbalas nyanyian.

Iwan Fals sempat membawakan lagu yang berjudul Lagu Buat Penyaksi yang terinspirasi dari kasus wartawan Udin. Iwan Fals pun berharap kasus yang sudah mengendap belasan tahun ini cepat dirampungkan. "Semoga cepat selesai kasus ini, kita semua pasti berharap kebenaran ditegakan," kata Iwan.

Dalam konser di Jogja kali ini,  Iwan Fals juga melakukan promosikan album terbarunya yang berjudul Raya. Album ini dijual dengan harga promo yaitu Rp.100 ribu lengkap dengan paketan majalah Rolling Stone.

Senin, 15 Juli 2013

Bagaimana kualitas Album Raya ini..?


Mari kita mulai dari cover album. Dalam bayangan saya sebelumnya, cover album ini akan berdesain ceria karena anak umur 10 tahun yang jadi bintangnya. Kenyataannya cover album ini terasa lebih mewakili usia Iwan Fals. Desainnya ekslusif, mewah. Didalamnya berisi lirik dan foto-foto ekslusif.

 





Itu baru bungkusnya, bagaimana jerohannya...?

Mari kita intip Disc A
  • Dibuka dengan lagu berjudul ‘Raya’, lagu yang bercerita tentang anak terakhir Iwan Fals. Musik sederhana yang cuma diiringi gitar akustik. Dua senjata yang cukup untuk mengguncang pendengar. Lagu ini bercerita anak bungsu Iwan Fals, Raya. Iwan Fals berdo’a dan mengharap yang terbaik untuk anak lelekinya. Sebagai sesame laki-laki. Iwan Fals berpesan untuk Raya “Suka dan dika itu tergantung engkau sendiri, Waspadalah selalu dalam melangkah, tetap gagh berdiri lewati badai sendiri”

  • Masuk track kedua, mata saya mendadak fokus ke satu titik diruangan. Intro lagu ‘Aku Ada’ memaksa untuk mengeraskan volume stereo set. Ada suara-suara bening disepanjang lagu. Wow... Itu adalah suara penyanyi perempuan bernama Lea Simanjuntak, dia menjadi backing vocal dalam lagu ini namun tidak bernyanyi dengan bahasa manusia, tetapi ber- heyy yeiii yeiii.. entah apa istilahnya :). Pada lagu inilah saya merasakan karakter vocal Iwan Fals menjadi hidup. Sepanjang lagu ini saya diam mematung terpesona.

  • Lanjut track ketiga. Ini adalah salah satu lagu ghoib yang pernah saya ulas sebelumnya disini. Lagu ‘Negeri Kaya’. Lagu berlirik mantab ini sejak tahun 2010 sudah cukup sering dinyanyikan dalam konser dan kali ini di albumkan. Lirik kritis lagu ini seakan menjawab pertanyaan ‘mana Iwan yang dulu’.

  • Lirik kritis Iwan muncul lagi pada track keempat lagu ‘Katanya’. Dan suara bening Lea Simanjuntak ikut menyelimuti lagu ini, kali ini dia bernyanyi dengan bahasa manusia :). Lagu yang menjadi megah dan tidak membosankan. Ini adalah lagu dengan durasi terpanjang dalam album Raya, sekitar 7 menit lebih.

  • Dan sponsor album ini sudah pasti dibuatkan lagu. Lagu ‘Kopi Top’ dalam track kelima ini belakangan selalu dinyanyikan Iwan Fals dalam konsernya yang disponsori produk tersebut. Apalagi saat ini Iwan Fals menjadi bintang iklan produk ini.

  • Lagu ‘Sampah’ menempati track keenam. Lagu ini juga kerap dinyanyikan dalam konser sebelum di albumkan. Lagu dengan pesan positif untuk kelestarian alam ini dinyanyikan Iwan Fals dengan gaya yang unik. Tidak biasanya Iwan bernyanyi dengan gaya seperti ini. Sayang telinga saya tidak begitu asik mendengar track ini.

  • Track ketujuh membuat badan saya bergoyang mengikuti irama menghentak. Diimbangi dengan lirik keras membuat lagu ‘Tangan Kosong’ ini menjadi waah. Disini saya menjumpai Iwan Fals seperti dijaman album Mata Dewa. Karakter vocal yang ‘ngamuk’ ditambah teriakan-teriakan dalam nada tinggi yang tak dijumpai dalam album sebelumnya. Iwan begitu lepas berteriak pada lagu yang sepertinya berkisah mengenai bela diri ini.

  • Setelah telinga dipanaskan dengan irama rock. Kini giliran lagu bertempo lambat dengan tema cinta mendinginkan suasana. Track kedelapan ini berisi lagu ‘Cinta Itu’. Kalau urutan track seperti ini semacam kita menonton konser-konser Iwan, lagu ini tentu membuat sebagian penonton memilih duduk. Dan ada kejutan di penghujung lagu, Yos, istri Iwan Fals ikut bernyanyi disini.

  • Berlanjut dengan lagu ‘Adalah’ pada track kesembilan. Kalau dalam konser, tentu penonton masih tetap duduk menikmati lagu cinta bertempo lambat ini. Bahkan sebagian mungkin ngobrol sendiri sedang yang lainnya sibuk sms-an :) . Lagu ini liriknya ditulis oleh Rosana Listanto alias Mbak Yos istri Iwan Fals.

Mari kita lanjutkan dengan Disc B
  • Inget lagu Doa dari album Suara Hati? Yup, lagu ‘Api Unggun’ pada track kesepuluh ini hampir serupa dengan itu. Hanya saja dalam lagu ini alat musik sederhana ikut main. Konsepnya dibuat seperti kita duduk didepan api unggun dan nyanyi rame-rame diiringi alat musik seadanya. Menarik.

  • Iwan Fals masih memasukkan suasana alam dalam album ini. Lagu ‘Gadis Tani’ mengisi track kesebelas dengan lirik sederhana yang mengingatkan saya pada lagu-lagu Franky and Jane. Memory saya melayang ke masa lalu gara-gara lagu ini.

  • Track keduabelas, ‘Lekaslah Sembuh’. Adalah lagu yang didedikasikan Iwan Fals untuk pemain bass Donny Fattah yang sedang sakit ketika lagu ini dibuat tahun 2012. Lagu yang pernah dinyanyikan dalam konser amal menggalang dana untuk biaya pengobatan Donny saat itu, kali ini direkam dan dialbumkan. Tiupan harmonika dengan gaya seperti era Iwan di tahun 80-an menjadi intro lagu ini. Selengkapnya mengenai lagu ini pernah kita ulas pada artikel Lekaslah Sembuh - Lagu Iwan Fals Untuk Donny Fattah.

  • Kangen irama country gaya Iwan Fals?. ‘Rekening Gendut’ jawabannya. Irama lagu dalam track ketigabelas ini mungkin bisa membuat sebagian dari kita loncat-loncat kegirangan, sebagian yang lainnya berbaris main sepur-sepuran keliling kampung atau gulung kuming.. hehehe.. Musiknya asik, liriknya asik, penuh kritikan kepada pemilik rekening yang nilainya tak wajar, mulai wakil rakyat, polisi, jaksa hingga presiden dibungkus kalimat yang kocak. Iwan Fals sudah kembali seperti dulu, lagu ini buktinya. Dan rupanya lagu ini bikin saya jadi inget karya-karya kocak Doel Sumbang.

  • Goyang badan masih dilanjutkan lagi dengan lagu berirama rock n roll asyik yang berkisah tentang percintaan sesama mahasiswa demonstran. Kalau dalam konser pasti sebagian penonton berjingkrak-jingkrak mendengar lagu ini. Lagu ‘Si Putri Dan Si Fulan’ pada track keempatbelas merupakan pembuktian Iwan Fals kalau dia masih bisa bikin karya menarik seperti masa lalu. Dan suasananya membuat saya teringat karya-karya blues alm. Harry Roesli.

  • Puas dengan irama rancak, kembali Iwan Fals menurunkan tensi dengan lagu santai berjudul ‘Bangsat’. Tiupan harmonika khas Iwan menghiasi lagu pada track kelimabelas ini. Lirik kritis tentang koruptor yang dinyanyikan semoga bisa bermanfaat.

  • Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini Iwan Fals aktif dengan internet. Dia juga aktif dengan sosial media di dunia maya. Mungkin itu sebabnya pada track keenambelas muncul lagu ‘Dajal Net’ yang berkisah tentang kecanduan pada internet. Iwan menyanyikan lagu berirama riang ini dengan gaya vocal yang kocak, membuat album ini semakin berwarna.

  • Lalu track ketujuhbelas terasa mendadak kelam. Lagu ‘Pelaut’ yang mendayu dayu membuat saya drop tiba-tiba. Jadi selanjutnya saya akan loncati atau pindahkan urutan lagu ini agar tidak merusak suasana setelah sebelumnya disuguhi musik-musik berirama riang.

  • Dan sebagai penutup dihadirkan lagu ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, melengkapi delapanbelas track. Lagu ini juga sudah pernah dinyanyikan dalam konser pada tahun 2012. Lagu pesanan khusus yang berirama country ini sudah pernah saya ulas dalam artikel Tak Kenal Maka Tak Sayang - Lagu Iwan Fals.

Raya


Dibuka dengan lagu berjudul ‘Raya’, lagu yang bercerita tentang anak terakhir Iwan Fals. Musik sederhana yang cuma diiringi gitar akustik. Dua senjata yang cukup untuk mengguncang pendengar. Lagu ini bercerita anak bungsu Iwan Fals, Raya. Iwan Fals berdo’a dan mengharap yang terbaik untuk anak lelekinya. Sebagai sesame laki-laki. Iwan Fals berpesan untuk Raya “Suka dan dika itu tergantung engkau sendiri, Waspadalah selalu dalam melangkah, tetap gagh berdiri lewati badai sendiri”


Raya – Album Raya (2013)

22 januari dua ribu tiga
Raya rambu abbani anak yang ketiga
22 januari anak nomer tiga
Tanggal dan bulan sakti janjian kita
Entah kenapa januari menjadi cerita
Mas galang dan mbak cikal lahir januari juga
Padahal papa mama-mu virgo dan libra
Yang jelas itu rejeki keluarga kita
Raya rambu rabbani anak yang ketiga
Lahir di desa sepi yang menjadi kota
Gemuru doa-doa menjaga dirimu
Bersyukur selalu jangan sampai lupa
Tak terasa sudah tahun-tahun berlalu
Tumbulah-tumbuh menjadi yang kau mau
Janganlah sombong jangan jadi penipu
Bergembira selalu tolong orang yang tak mampu

Raya-rayalah hati, pikiran juga badan
Raya rambu rabbani, anak desa
Yang memikul beban yang riang(tenang)
Lihatlah ia sedang menyapa dunia
22 januari rayalah rabbani
Rambu-rambu dunia juga surgawi
Kau dating tak terduga menjadi tenaga
Dihidup sementara yang penuh makna
Jangan sesali smua sudah terjadi
Suka dan duka tergantung engkau sendiri
Waspadalah selalu dalam memnjalani
Tetap gagah berdiri melawati badai sendiri

Aku Ada


Lagu dengan arasemen yang mega. Iwan Falsa melibatkan Lea Simanjuntak menjadi backinh vocal yang member warna magis untuk lagu ini. Iwan Fals mengatakan “Hidup ini sekedar mampir, saying kalau tidak dimanfaatkan. Tentuk untuk kebaikan dan siapa tahubisa member inspirasi bagi yang lain.
Bahwa keberanian berkata dan melaksanakan kata-kata ‘Aku Ada’ ini memang tak semudah membalikan telapak tangan, tetapi bagaimanapun kita sudah hidup, walau sekedar hanya tapi bukanlah ”Hanya.” Selamat berjuang”.

Aku Ada -Album Raya (2013)
(Feat  Lea  Simanjuntak)

Begitu banyak yang berharap
Berbondong-bondong orang kesana
Demi saat yang tersesat
Walau begitu tetap pergi kesana

Haru-buru mengharu
Wajah-wajah baru selalu lahir
Memandang dan memanggil-manggil
Inilah kenyataannya

Aku berdiri dikaki langit
Berusaha untuk menghampirimu
Wajah yang polos senyum yang tulus
Aku menjadi penuh dosa rasanya

Kamu memanggul bebanmu
Aku pun begitu
Untuk kita angkat ke bukit
Hanya untuk berkata aku ada

Ya hanya tetapi bukan sekedar hanya
Ya hanya-hanya yang bermakna
Ya hanya walaulah hanya
Ya hanya untuk  berkata aku ada
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam