Senin, 15 Juli 2013

Lekaslah Sembuh

Dari Musisi Untuk Musisi
Pada 10 Pebruari 2012 diadakan konser amal bertajuk “Dari Musisi Untuk Musisi” di Rolling Stone Cafe, Jakarta. Konser amal ini untuk membantu biaya pengobatan musisi Donny Fattah Gagola yang terkena serangan jantung. Donny Fattah, kelahiran Makassar 24 September 1949 adalah pemain bass band legendaris God Bless dan pernah bergabung dalam proyek Kantata. Saat konser ini diadakan kondisinya sudah semakin membaik.

Pada kesempatan itu Iwan Fals hadir diantara sekian banyak musisi yang tampil. Iwan Fals menyumbangkan sebuah lagu yang dibuatnya sehari sebelum acara  ini berlangsung khusus untuk Donny Fattah. Lagu ‘Lekaslah Sembuh’  dinyanyikan Iwan Fals hanya dengan diiringi gitar akustik yang dimainkan sendiri. Iwan Fals menyanyikan lagu ini dengan menggelegar.. luar biasa!. Lagu 'Lekaslah Sembuh' menambah panjang deretan penampilan live Iwan Fals yang paling hebat..

Berikut dibawah ini lirik lagu Iwan Fals ‘Lekaslah Sembuh’ beserta video amatir dan foto-foto ekslusif penampilan Iwan Fals saat menyanyikannya. (Iwan Fals Mania - sb)

UPDATE : 
Lagu ini akhirnya masuk kedalam album baru Iwan Fals berjudul RAYA, launching 25 Juni 2013

Lekaslah Sembuh
Iwan Fals (2012)

Dedicated for Donny Fatah – Live at Rolling Stone Cafe Indonesia, February 10, 2012

Engkau yang selalu tersenyum
Membuat tenang orang yang ada didekatmu
Tubuhmu meliuk dialunan lagu lagu
Jemari hidupmu mencabik dalam diam

Bertahun sudah engkau lewati
Perjalanan hidup yang penuh pertanyaan ini

Namun kau tetap tegar tak goyah
Terhadap pilihan yang sedang kau jalani
Selalu terngiang terngiang-ngiang
Kata-katamu tentang ketegaran jiwa

Saat aku pernah merasa tergempur
Dan kini aku datang untukmu...

Dihormati kawan tak berlawan
Tuturmu yang lembut tak menyakitkan
Kini kau sedang sakit badanmu yang sakit
Tapi aku yakin ini hanya sementara

Lekaslah sembuh dan kembali manggung..!

Memang badan kan dimakan waktu
Setiap yang hidup begitu adanya
Cahaya jiwamu kian memancar
Menghangati yang beku dan kegelapan

Lekaslah sembuh dan kembali
Mengisi hidup yang sebentar ini...

Reff:
Tetap tegar dalam cobaan...
Sungguh kau tak sendirian...!
Tetap bersyukur sesulit apapun...
Sungguh kau tak sendirian...!

Tetap tegar dalam cobaan...
Sungguh kau tak sendirian...!
Tetap bersyukur sesulit apapun...
Sungguh kau tak sendirian...!

Rekening Gendut


Kangen irama country gaya Iwan Fals?. ‘Rekening Gendut’ jawabannya. Irama lagu dalam track ketigabelas ini mungkin bisa membuat sebagian dari kita loncat-loncat kegirangan, sebagian yang lainnya berbaris main sepur-sepuran keliling kampung atau gulung kuming.. hehehe.. Musiknya asik, liriknya asik, penuh kritikan kepada pemilik rekening yang nilainya tak wajar, mulai wakil rakyat, polisi, jaksa hingga presiden dibungkus kalimat yang kocak. Iwan Fals sudah kembali seperti dulu, lagu ini buktinya. Dan rupanya lagu ini bikin saya jadi inget karya-karya kocak Doel Sumbang.

Lirik Iwan Fals - Rekening Gendut


Rekening gendut
Rekening gendut yang bisa kentut
Kebanyakan ngemil
Daging rakyat dicuil-cuil

Di koran-koran di televisi
Lucu namanya nggak lucu akibatnya
Rekening gendut kentut tak berbunyi
Tapi baunya busuk sekali

Ia cuma kertas
Degan halaman berlembar-lembar
Keluar masuk duit
Sulit terlihat karena dikempit

Angka-angka terus memuai
Entah darimana singgah di mana
Transaksi gelap di dunia perbankan
Rahasia umum atas nama kepentingan umum

PNS muda mungkin juga yang tua
Golongan 3B sampai level menteri
TNI Polri juga tak terkecuali
Entah bagaimana dengan presidennya

Wakil rakyatnya rekening gendut
Jaksa dan hakim rekening gendut
Wartawannya rekening gendut
Kalo yang nyanyi rekeningnya pas-pasan

Rekening gendut gedibal-gedibel
Jembatan roboh kalau dia berjalan
Rekening gendut nasi dan sambel
Sepiring tak cukup lalu ke jamban

Diusut-usut ya tetap gendut
Rekening gendut bak benang kusut
Rekening gendut semakin gendut

Si putri dan si fulan


Goyang badan masih dilanjutkan lagi dengan lagu berirama rock n roll asyik yang berkisah tentang percintaan sesama mahasiswa demonstran. Kalau dalam konser pasti sebagian penonton berjingkrak-jingkrak mendengar lagu ini. Lagu ‘Si Putri Dan Si Fulan’ pada track keempatbelas merupakan pembuktian Iwan Fals kalau dia masih bisa bikin karya menarik seperti masa lalu. Dan suasananya membuat saya teringat karya-karya blues alm. Harry Roesli.


Si putri dan si fulan

Ini kisah cinta demonstran
Si putri dan si fulan jumpa di depan istana
Terkadang di gerbang DPR
Istana dan DPR tempat mereka pacaran
 
Sehabis demo kecapean
Tenggorokan kering perut keroncongan
Es kelapa muda sepiring ketoprak
Mata saling memandang
Akhirnya jadian, bukan jadi-jadian
 
Si putri dan si fulan
Menuntut harga diturunkan
Si putri dan si fulan
Butuh presiden yang negarawan
 
Si putri dan si fulan
Tak punya ambisi politik apalagi jadi pejabat
Yang dia inginkan negeri ini seperti apa yang diajarkan 
 
dosen-dosennya
 
Usai demo usai kuliah
Dapat sarjana mereka menikah
Pulang kampung bangun desa
Seperti yang mereka cita-citakan
Sebab di desa cita-cita jadi nyata
 
Si putri dan si fulan
Membuatdesa sejahtera
Anak-anaknya mulai tumbuh dewasa
Lalu mengikuti jejak orang tuanya
Menjadi demonstran juga
 
Si putri dan si fulan
Lagu cinta para demonstran
Neng geulis akang jagoan
 
Si putri dan si fulan
Lau cinta para demonstran
Semakin geulis
Semakin tampan
 

Bangsat


Puas dengan irama rancak, kembali Iwan Fals menurunkan tensi dengan lagu santai berjudul ‘Bangsat’. Tiupan harmonika khas Iwan menghiasi lagu pada track kelimabelas ini. Lirik kritis tentang koruptor yang dinyanyikan semoga bisa bermanfaat.

Lirik Iwan Fals - Bangsat

Sudahkah kita terbebas dari korupsi
Merdeka tapi koruptor berkeliaran

Hari-hari gelap
Di mana cahaya itu
Hari-hari gelap
Orang miskin tersenyum padamu

Teganya kau beri makan keluargamu
Dengan rejeki dari bangkai saudaramu sendiri

Padahal kita tau hidup hanyalah sesaat
Padahal kita pun tau itu namanya sesaat

Nasehat nasehat tinggallah nasehat
Ingin selamat tapi kelakuan bejat

Kalau begitu aku perlu bertanya lagi
Apakah benar-benar kita sudah merdeka

Aku jadi ragu
Terpaksa ku jilat lagi ludahku
Maafkanlah aku tak mampu
Meraih merdekamu

Lagu untuk rakyat
Yang sudah jadi pejabat
Pejabat yang senangnya menghisap darah rakyat
Bangsat

Bagaimana mungkin kita merdeka
Kalau hutang sini hutang sana
Masih jutaan orang yang hidupnya sengsara
Di zamrud khatulistiwa
Yang tentram raharja
Masukkan ini ke dalam mimpimu

Dajal Net


Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini Iwan Fals aktif dengan internet. Dia juga aktif dengan sosial media di dunia maya. Mungkin itu sebabnya pada track keenambelas muncul lagu ‘Dajal Net’ yang berkisah tentang kecanduan pada internet. Iwan menyanyikan lagu berirama riang ini dengan gaya vocal yang kocak, membuat album ini semakin berwarna.

Dajal Net


Aku kecanduan internet
Twiter facebook dan mbah google
Belum lagi youtube dan you ssst
Lalu situs-situs lainnya
Bangun tidur tidur lagi
Mencet sana mencet sini
Sudah nggak peduli lagi dengan yang lain

Kerjaan berantakan
Kewajiban melayang
Sakit pinggang leher dan mata
Duh kasihan deh aku
Ketawa-ketawa sendiri
Sedih-sedih, sedih sendiri
Marah-marah, marah sendiri, ya sendiri

Gila kok bisa seperti ini ya
Drakula pulsa cekikian
Sambil menyedot darah pelanggan
Dan darahku yang pas-pasan

Memang teman semakin banyak
Teman yang sama-sama gendeng
Internet dekatkan yang jauh
Internet menjauhkan yang dekat
Otakku kutitipkan disitu
Jadi malas mengingat, malas belajar
Toh semuanya ada disitu
Ayo mau tanya apa ayo tinggal klik
Mbah google bisa menjawabnya

Sama seperti yang lain
Hobiku jadi suka nunduk
Di halte di pasar
Di rumah ibadah
Di rumah sakit di sekolah
Bahkan di sidang parlemen
Pun orang-orang pada menunduk
Oh ilmu padi rupanya
Semakin berisi semakin merunduk

Informasi dalam hitungan detik
Berita tinggal pilih aje
Semua orang jadi pandai nyontek
Ya nyontek

Teknologi komunikasi koq jadi tak bisa komunikasi
Lha sudah pada tau semua kan orang jadi malas berbicara
Ketawa-ketawa nggak jelas
Sedih-sedih, sedih nggak jelas
Marah-marah, marah nggak jelas
Nggak jelas

Semua kesedot ke layar itu
Layar peradaban
Yang sudah dijanjikan
Seperti dajal dengan matanya yang satu itu

Semuanya pergi menuju kesitu
  

Pelaut


Lalu track ketujuhbelas terasa mendadak kelam. Lagu ‘Pelaut’ yang mendayu dayu membuat saya drop tiba-tiba. Jadi selanjutnya saya akan loncati atau pindahkan urutan lagu ini agar tidak merusak suasana setelah sebelumnya disuguhi musik-musik berirama riang.

Pelaut


Luasnya tak terhingga
Angin bahkan badai adalah temannya
Gemuruh ombak nyanyiannya
Tuk hidup yang harus diperjuangkan
 
Berhari berbulan dan tahun
Ungkapkan hati pada samudera
Amanah ini sudah suratan
Tidaklah sesal jadi harapan
 
Pelaut-pelaut para pelaut
Inilah nyanyian membiru
Riak ombak di pelabuhan
Adalah secercah harapan
 
Pelaut-pelaut para pelaut
Mengerang di lautan
Laut hidup tak boleh ke laut
Ada ikan yang menemani
 
Terkadang camar mengabarkan
Kisahmu sepanjang jaman
Untuk kebanggaan yang ada
Terpajang di ruang keluarga


 

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ini adalah lagu baru Iwan Fals yang dibuat khusus dan dinyanyikan pada pembukaan “Jakarta Food Security Summit’ di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa, 7 Februari 2012. Lagu berjudul ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’ ini dipesan khusus sesuai dengan tema acara "Feed Indonesia Feed The World".

Mendengar lagu ini saya langsung teringat lagu-lagu lama Iwan Fals yang bergaya country tahun 80-an dengan irama riang. Lagu country ini dibawakan Iwan dengan format full band didepan presiden dan undangan lainnya. Tak lupa juga Iwan ikut memainkan harmonika dalam lagu ini.

Berikut adalah lirik lagu Tak Kenal Maka Tak Sayang beserta cuplikan video penampilan Iwan Fals saat menyanyikannya yang diambil dari Jakcitydotcom

UPDATE : 
Lagu ini akhirnya masuk kedalam album baru Iwan Fals berjudul RAYA, launching 25 Juni 2013

Tak Kenal Maka Tak Sayang
Iwan Fals (2012)


Sudah seharusnya kita harus menghargai
Makanan yang sering disia-siakan
Bahan pangan kita cukup banyak dan enak
Untuk disajikan

Bisa diolah macam-macam
Walau nyatanya masih banyak
Yang belum terolah

Tidak perlu khawatir dengan makanan asing
Yang masuk ke negeri ini
Hanya memang perlu kita waspada
Dan terima perbedaan dengan tenang

Seperti pepatah kuno
Yang sering kita dengar
Tak kenal maka tak sayang

Banggalah dengan yang kita punya
Berkreasilah dengan bahan pangan yang ada
Karena itu adalah karunia
Yang diberikan untuk bangsa ini

Lihatlah daratan yang begitu luas
Lautan terbentang termangu
Mengundang kita tak jemu
Siapkah untuk bercumbu...

Berterima kasihlah pada yang maha kuasa
Akan semua pemberiannya yang melimpah ruah ini
Lalu selaraskanlah dengan perilaku kita

“...Memberi makan Indonesia... Memberi makan dunia...”
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam