Kamis, 09 Mei 2013

Suhu

Lagu ini pertama dinyanyikan Iwan Fals dalam konser di Sabuga ITB, 1999. Ini adalah lagu yang dahsyat..!
-------------------
UPDATE: Pada tahun 2010, lagu ini direkam dan dimasukkan dalam album Keseimbangan.

Lirik dibawah ini adalah yang lirik versi awal sebelum direkam dalam album. Lirik lagu 'Suhu' dalam album Keseimbangan ada sedikit penyesuaian kalimat.

Suhu
Lagu: Iwan Fals
Syair: Alm. Subur Raharja dari PGB
(beliau adalah sesepuh/suhu perguruan Bangau Putih, sebuah perguruan silat di daerah Bogor)

Kekerasan ada batasnya
Keluwesan tak ada batasnya
Tak ada kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan
Karena itu geseran lebih utama

Keunggulan geseran terletak pada keseimbangan
Rahasia keseimbangan adalah kewajaran
Wajar itu kosong

Membentur dapat diukur
Menempel sukar dikira
Mundur satu langkah maju delapan langkah 

("mundur selangkah maju kedelapan penjuru" : versi Album Keseimbangan)
Kosong dan isi bergantian
Menuruti keadaan

Pohon Untuk Kehidupan


Lagu ini adalah lagu yang dipesan untuk kampanye Indonesia menanam. Ini bukan satu-satunya lagu yang dipesan pemerintah. Ada beberapa lagu lainnya yang juga direkam dan dinyanyikan Iwan Fals untuk kampanye ini. Yaitu lagu Tanam Siram dan Hutanku.
--------------------
Update 20 Februari 2010: Akhirnya lagu ini direkam ulang dan masuk kedalam album Keseimbangan 2010
-------------------






Pohon Untuk Kehidupan
Lirik : Muh Ma'mun
Lagu : Iwan Fals

(Kampanye Indonesia Menanam 2006)

Hari baru telah datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak berhenti

Bukalah hatimu
Rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang

Satukan hati
Tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan

Dihatiku ada pohon
Dihatimu ada pohon
Pohon untuk kehidupan

Tentram dan damai
Hidup rukun saling percaya
Hijau rindang sekitar kita

Andai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan ditunda
Terus tanam jangan berhenti

Alam lestari
Hidup tak bakal berhenti

Perempuan Keumala / Laksamana Malahayati

UPDATE 20 Februari 2010
Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk kedalam album Iwan Fals 'Keseimbangan' yang dirilis pada 20 Februari 2010.
------------------------------------

Perempuan Keumala
Lirik : Endang "Geunta Keumala" Moerdopo

Pertama kali dinyanyikan Iwan Fals pada konser ‘Hikayat Rindu Tiga Maestro’ (Iwan Fals, Sawung Jabo dan WS Rendra) pada 21 April 2007 di Banda Aceh.


Malahayati
Lirik: Endang Moerdopo
Lagu: Iwan Fals

Ketika semua tangan terpaku didagu
Ragu untuk memulai segala yang baru
Lirih terdengar suara ibu
Memanggil jiwa untuk maju

Dari tanahmu hei Aceh
Lahir perempuan perkasa
Bukan hanya untuk dikenang
Tapi dia panglima laksamana jaya
Memanggil kembali untuk berjuang

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri

Tinggal kubur kini hening sepi menanti
Langkah langkah baru tunas pengganti
Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri
Ditanganmu kini jiwa anak negeri

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri




Sebuah lagu mengenang keperkasaan Laksamana Malahayati



Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Pada tahun 1585-1604 dia memegang jabatan sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana, Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.


Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman (seorang Belanda pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara) dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, dan mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Jendral Tua

UPDATE 20 Februari 2010
Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk kedalam album Iwan Fals 'Keseimbangan' yang dirilis pada 20 Februari 2010.
------------------------------------
Pada versi dalam album Keseimbangantahun 2010, lagu ini direkam dengan irama keroncong modern. Asik kan. Jendral tua dalam lagu ini bisa siapa saja, tetapi kalau Anda menyimak baik-baik liriknya, Jendral Tua yang dimaksudkan oleh Iwan Fals ini adalah Soeharto. Mantan presiden Indonesia yang digulingkan oleh rakyat dalam demonstrasi besar-besaran tahun 1996 yang lampau.


Jendral Tua
Iwan Fals 2008
(Dinyanyikan pada konser ‘Untukmu Negeri’ 15 Maret 2008 di Leuwinanggung)

Jendral tua foto ditengah keluarga
Tersenyum dingin memandang kamera
Istrinya mati, anak dan adiknya dipenjara
Apa jadinya dan apa isi hatinya

Jendral tua masih tampan dan perkasa
Tersebar kabar banyak yang jatuh cinta
Oh medan laga, menganga minta digoda
Oh kuru setra, pada perang saudara

Jendral tua bererot jasa didadanya
Menagih janji pada ibu pertiwi
Mungkinkah ia seorang prajurit sejati
Kalaulah iya, wah sungguh celaka

Jendral tua legenda hidup nyata
Ahli strategi jago sudah teruji
Melahap sepi, didalam kamarnya sendiri
Masihkah ia, tergoda oleh dunia

Jendral tua semoga kuat imanmu
Tetaplah begitu dan tetap disitu
Cahaya itu, ingatkan aku pada bapakku
Tetap begitu, tetap di pertapaan sucimu

(bait dibawah ini ditambahkan setelah "Jendral Tua" wafat)

Jendral tua kini tinggal cerita
Diperut Lawu rumah abadimu
Janjikan madu, dan racun bagi anak cucumu
Bagai sembilu, perihkan tulang sumsumku
Tinggalkan soal, yang rumit bagi para begundal
Semoga saja, yang ditinggal tak jadi sundal
Sundal...!

“...penginnya berpanjang-panjang, tapi yah kenyataan hidup seperti ini ya?...” (diucapkan Iwan Fals setelah selesai menyanyikan lagu ini)

Terima kasih untuk Unggul
Lirik ini telah direvisi oleh feri_ifm pada tanggal 10-12-2008, makasih ya.

Tanam Siram Tanam

UPDATE 20 Februari 2010
Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk kedalam album Iwan Fals Keseimbangan yang dirilis pada 20 Februari 2010
---------------------------------
Ini lagu yang musiknya asik didengarkan sambil bergoyang. Lagu tentang pentingnya menanam pohon untuk kelangsungan hidup anak cucu kita kelak. Tapi jangan asal menanam, kata Iwan Fals jangan lupa menyiraminya agar tumbuh subur dan bisa kita rasakan manfaatnya kelak.


Tanam Siram Tanam
Iwan Fals

(Kampanye Indonesia Menanam 2006)

Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan

Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam

Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram

Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan

Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan

Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam ... oi
Tanam tanam tanam ... siram
Tanam tanam tanam

Kuda Coklatku

UPDATE | 20 Februari 2010 
Lagu Kuda Coklat ini akhirnya direkam ulang dan masuk kedalam album Iwan Fals KESEIMBANGAN yang dirilis 20 Februari 2010. Sesuai dengan harapan saya saat pertama kali melakukan post tulisan dan lirik lagu ini pada 29 Maret 2009. 

----------------------------------------- 
Berikut ini adalah lirik lagu Iwan Fals yang termasuk baru. Pada tahun 2008 sejak dia dikontrak menjadi duta sebuah merk sepeda motor, lagu ini menjadi icon produk tersebut. Lagu ini rencananya dijadikan jingle iklan produk tersebut yang juga dibintangi Iwan Fals. Namun karena lagunya terlalu panjang, maka dalam iklan yang kerap kita saksikan di TV hanya sekian detik bagian lagu ini yang tampil. 

Bagian lagu yang jelas terdengar pada iklan itu adalah saat Iwan Fals bersiul. Lalu dalam setiap kunjungan ke dealer-dealer sepeda motor buatan India ini, Iwan Fals selalu menyanyikan lagu Kuda Coklat. Jadi saya yakin beberapa kawan penggemar sudah tidak asing dengan lagu ini. 
Bagi saya pribadi, lagu ini cukup enak didengar. Liriknya yang berkisah tentang persahabatan seseorang dengan sepeda motornya juga pas dengan musik yang santai, serta gaya bernyanyi Iwan Fals yang tenang namun semangatnya tidak berkurang sedikitpun. Saya coba menyanyikan ulang dengan gitar akustik, dan lagu ini membawa lamunan saya ke masa lalu saat lagu-lagu ‘jalanan’ Iwan Fals kerap menemani petualangan saya diatas motor. 
Ada bagian lirik lagu ini yang sedikit mengobati kerinduan saya pada sosok seorang Iwan Fals yang kritis. Saat ini lagu Kuda Coklat belum di publish secara resmi. Namun saya berharap pada album barunya kelak, lagu ini masuk didalamnya. Apakah kalian setuju?.(SB) 
Kuda Coklatku 
(Iwan Fals - 2008) 
Di atas punggungmu pasrahkan diri 
Berlari menembus hari 
Kupercaya hidup bernilai 
Untuk saling melayani 
Temanku… kuda coklatku
Aku butuh kaupun butuh aku
Temanku… kuat tubuhmu
Matamu ramah menyapa setiap orang

Hidup memang sementara
Tapi karya selamanya
Yo berpacu mengisi waktu
Meraih cita-cita

Temanku… kuda besiku
Panas dan hujan bukan halangan
Temanku… seperjalanan
Menjawab pertanyaan yang panjang

Bersama angin mendekap ingin
Tidak berlebih tidak berkurang
Walau terkadang masuk kelubang
Lubang jalanan aah, memang sialan!

Temanku… kuda coklatku
Aku butuh kaupun butuh aku
Kuda coklatku… kuda besiku
Temani aku diperjalanan

Temanku… kuda coklatku
Menjawab pertanyaan yang panjang
Kuda coklatku… kuda besiku
Panas dan hujan bukan halangan

Temanku… kuda coklatku
Ayo berlari sepanjang musim
Kuda coklatku… kuda besiku
Matamu ramah menyapa setiap orang

Ayolah Mulai

UPDATE 20 Februari 2009
Lagu ini akhirnya direkam ulang dan masuk ke dalam album Keseimbangan yang rilis pada 20 Februari 2010
---------------------------
Lagu ini dinyanyikan Iwan Fals pada konser bulanan “Damai Kami Sepanjang Hari” 31 Januari 2009 di Leuwinanggung. Sebelumnya juga pernah dinyanyikan dengan versi akustik pada acara Diskusi dan Renungan ‘Menyibak Kabut Kelam Palestina’ pada tanggal 24 Januari 2009 ditempat yang sama.

Ayolah Mulai
Iwan Fals (2009)


Kita satu daratan, kita satu lautan, kita satu udara
Kita satu kebutuhan
Utara, selatan, timur dan barat adalah arah
Kenapa bumi harus dipecah? Kenapa langit dibelah-belah?
Harus ada yang menyatukan, harus ada kesadaran tuk bersatu
Hidup ini sementara, kenapa mesti saling menyakiti

Dari kebudayaan bisa saja kita berbeda
Dari agama dan warna kulit bisa juga berbeda
Seharusnya perbedaan ini tak membuat jadi berbeda
Kenyataan sudah membuktikan soal kita sama

Bahwa ada yang bilang kita ini turunan monyet
Turunan dewa, turunan setan sekalipun
Buatku bukan menjadi alasan untuk bermusuhan
Apalagi saling membunuh

Karena ulah sendiri kita terancam dari mana-mana
Karena ulah kita sendiri kita menderita
Kalau perang bukan penyelesaian kenapa tidak berdamai saja
Kenapa kita tidak bisa saling percaya

Sekarang juga kita harus mulai
Tak ada istilah terlambat untuk mulai
Mulai dari diri kita sendiri
Biarkan cahayanya membangunkan orang yang tidur

Memang bukan hal yang mudah untuk mulai
Tetapi kita harus mulai
Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup
Ayolah kita mulai
Ayolah kita mulai

foto dari : iwanfals.co.id
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam