Rabu, 17 April 2013

Hijau


Potret kegelisahan Iwan Fals akan kerusakan lingkungan hidup karena ulah manusia. Dia menjadikan kegelisahan ini menjadi sebuah lagu yang sedrhana tanpa iringan musik yang jelas. Semuanya serba sederhana, hanya diselingi teriakan ngaco tanpa arti...










Hijau
Iwan Fals ( Album Hijau 1992 )


Hutanku,
Rusak !

Langitku,
Bocor !

Udara yang aku hisap,
Tercemar !

Makanan yang aku makan,
Racun !

Hijau Hijauku Hijau
Hijau Hijau Dunia

Hijau Hijauku Hijau
Hijau Dunia

Hijau Hijauku Hijau
Hijau Dunia

Hijau Hijauku Hijau
Hijau Dunia

Hijau

Lagu Satu

Ini adalah lagu Iwan Fals yang memberi semangat kepada setiap orang agar tenang dalam menjalani hidup yang penuh dengan rintangan. Semua masalah kehidupan tidak bisa kita hindari, maka solusinya adalah hadapilah dan selesaikanlah masalah itu. Jangan kabur dari masalah. Mungkin itu pesan yang ingin disampaikan Iwan Fals dalam lagu ini



Lagu Satu
Iwan Fals ( Album Hijau 1992 )


Jalani hidup
Tenang tenang tenanglah seperti karang
Sebab persoalan bagai gelombang
Tenanglah tenang tenanglah sayang

Tek pernah malas
Persoalan yang datang hantam kita
Dan kita tak mungkin untuk menghindar
Semuanya sudah suratan

Oh matahari
Masih setia
Menyinari rumah kita

Tak kan berhenti
Tak kan berhenti
Menghangati hati kita

Sampai tanah ini inginkan kita kembali
Sampai kejenuhan mampu merobek robek hati ini

Sebentar saja
Aku pergi meninggalkan
Membelah langit punguti bintang
Untuk kita jadikan hiasan

Tenang tenang tenanglah sayang
Semuanya sudah suratan
Tenang tenang seperti karang
Bintang bintang jadikan hiasan

Berlomba kita dengan sang waktu
Jenuhkah kita jawab sang waktu
Bangkitlah kita tunggu sang waktu
Tenanglah kita menjawab waktu

Seperti karang
Tenanglah
Seperti karang
Tenanglah

Lagu Dua

Inilah lagu tentang kota Jakarta yang sudah habis menurut Iwan Fals. Musim kemarau sering terjadi kebakaran, di musim hujan malah terjadi banjir. Itulah akibat salah menata kota besar. Semua maunya membangun hanya karena nafsu duniawi mencari untung sebanyak-banyaknya. Jakarta adalah contoh kota yang salah urus dan salah kelola. Semoga kota kota lainnya di Indonesia tidak begitu.



Lagu Dua
Iwan Fals ( Album Hijau 1992 )


Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis
Diatasnya berdiri bangunan bangunan industri
Disekitar bangunan bangunan itu
Bangunin bangunin memproduksi belatung

Jakarta sudah habis
Warna tanahnya merah kecoklat coklatan
Mirip dengan darah
Mirip dengan api
Mirip dengan air mata

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta sudah habis
Dijalan jalan marah ( Dijalan )
Dijalan marah marah
Dirumah rumah marah ( Dirumah )
Dirumah marah marah
Apa enaknya ?

Jakarta sudah habis
Empat puluh persen rakyatnya
Beli air dari PAM
Sisanya gali sendiri

Persoalannya gali pakai apa ?
Tentu saja gali pakai duit
Duitnya terbuat dari air mata asli

Jakarta sudah habis

Sebentar lagi kita akan menjual
Air mata kita sendiri
Karena air mata kita
Adalah air kehidupan

Jakarta sudah habis
Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta

Jakarta
Jakarta

Cuma enak buat cari duit
Nah kalau duit sudah punya
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta
Jakarta
Jakarta
Hijrah saja

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis

Jakarta sudah habis

Lagu Tiga

Ini lagu yang asik, iramanya riang musiknya menarik. Sayang saya tidak begitu paham makna liriknya. Yang saya suka pada bait terakhirnya yaitu, 'kita harus mulai bekerja persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku'



Lagu Tiga
Iwan Fals ( Album Hijau 1992 )


Aku tunggu kamu di tempat ini
Di puncak bukit yang sepi dan dingin
Aku percaya kamu pasti sampai
Rasa dan akal sehatku mengatakan itu
Saudaraku

Singkatnya hari yang kita punya
Begitu banyak memberi makna
Sudah saatnya aku kembali
Sudah waktunya kamu mulai
Saudaraku

Disini
Aku sendiri
Datanglah

Bukit yang sepi
Bukit yang dingin
Tak kan membuatmu tersiksa
Saudaraku
Aku percaya

Kita harus mulai bekerja
Persoalan begitu menantang
Satu niat satulah darah kita
Kamu adalah kamu
Aku adalah aku

Kita harus mulai bekerja
Persoalan begitu menantang
Satu niat satulah darah kita
Kamu adalah kamu
Aku adalah aku

Lagu Empat

Kalau yang ini adalah lagu yang menyindir tentang para pemburu kemenangan. Apa saja akan ditempuh asal kemenangan dapat diraihnya. Dalam pertandingan olahraga saja untuk mendapat kemenangan ada banyak peraturan yang harus dilakukan.  Tetapi disini berbeda, banyak pejabat yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah seringkali berbuat curang untuk meraih kemenangan-kemenangan itu. Maka Iwan Fals bernyanyi: aku tidak ingin menang, aku hanya ingin benar....


Lagu Empat
Iwan Fals/Fajar Budiman ( Album Hijau 1992 )


Kenapa banyak orang ingin menang ?
Apakah itu hasil akhir kehidupan ?
Kenapa kekalahan menjadi aib ?
Apakah itu kesalahan manusia ?

Demi kemenangan rela membunuh
Demi kemenangan rela memperkosa
Apa saja akan kamu tempuh
Agar kemenangan dapat diraihnya

Kenapa kebenaran tak lagi dicari ?
Sudah tak pentingkah bagi manusia ?
Apakah kebenaran tinggal kata kata ?
Dari bibir pemenang pemenang semu

Aku menjadi lelah dan sangsi
Terhadap kemenangan kemenangan itu
Biarlah aku kalah asal tak memperkosa
Biar saja aku tak menang
Asalkan tak menginjak nuraninya

Aku tidak ingin menang
Aku hanya ingin benar
Walau harus menggali sukma bumi
Merenangi gelombang samudera

Aku tidak ingin menang
Aku hanya ingin benar
Walau harus menggali sukma bumi
Merenangi gelombang samudera

Lagu Lima

Kisah tentang seekor anjing yang terluka sebab ditabrak tank. Kaki nya pincang, pungkungnya luka luka. Anjing itu protes pada keadaan ini, dia protes pada tank yang menabraknya tanpa tanggung jawab. Tapi dia hanya bisa protes, dia hanya bisa melolong.. tanpa ada yang mau peduli...

Lagu Lima
Iwan Fals ( Album Hijau 1992 )


Anjing hitam kepala dan kakinya kuning
Sendiri tertidur
Luka luka di punggungnya
Melebam menunggu lalat

Anjing hitam kepala dan kakinya kuning
Kawini ibunya dan beranak lagi
Seperti sebagian manusia
Seperti sebagian manusia

Anjing hitam anaknya hitam
Menunggu seperti kita
Lukanya yang melebam
Memberi kesaksian bagi kehidupan

Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan
Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan

Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan
Kaki depan kanannya pincang
Ditabrak tank ketika latihan didepan

Anjingku menggonggong
Protes pada situasi
Hatiku melolong
Protes pada kamu

Anjingku menggonggong
Protes pada situasi
Hatiku melolong
Protes pada kamu

Anjingku menggonggong
Hatiku melolong

Anjingku menggonggong

Anjingku menggonggong
Anjingku menggonggong
Anjingku menggonggong
Anjingku menggonggong
Anjingku menggonggong

Lagu Enam

Kerinduan pada mainan tradisonal jaman dahulu saat masih anak-anak. Mainan yang dibuat dari bahan seadanya namun mengajarkan kreatifitas tinggi. Iwan Fals membandingkan dengan mainan masa kini yang harganya luar biasa mahal, dan bentuknya yang susah dibedakan mana mainan mana sungguhan.



Lagu Enam
Iwan Fals/Fajar Budiman ( Album Hijau 1992 )


Kemana perginya mainanku ?
Mobil mobilan dari kulit jeruk
Kuda kudaan dari pelepah pisang
Entah kemana perginya

Sekarang sulit membedakan
Mana mainan mana sungguhan
Semua mahal
Semua harus dibeli di toko toko penggoda hati

Minta ampun harga mainan kini
Ada yang seharga gaji menteri
Terbuat dari plastik maupun besi
Hanya untuk gengsi anak bayi

Tak ada lagi bocah berkreasi
Semua sudah tersedia
Mereka menjadi cengeng dan manja
Kejernihan otaknya pun sirna

Mana mainanku yang dulu ?
Aku ingin melihat bentuknya
Aku ingin mengingat nama namanya
Yang pernah akrab dengan kehidupan ini
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam