Sabtu, 02 Februari 2013

Tak Biru Lagi Lautku

Satu lagi bentuk kepedulian Iwan Fals pada kelestarian alam. Bahkan kerusakan alam laut bagi Iwan Fals menjadikannya air laut tak lagi berwarna biru. Penangkapan ikan-ikan laut dengan cara yang tidak benar sungguh merusak keseimbangan ekosistem di laut. Mungkin itulah yang dimaksud. Juga dengan pencemaran air laut seperti pabrik-pabrik yang membuang limbah berbahanyanya begitu saja ke laut. Padahal laut juga sebagai sumber kehidupan, apabila rusak dan tercemar, maka ikan-ikan akan enggan hidup disitu.. dan dampaknya akan berlanjut kemana-mana....


Tak Biru Lagi Lautku
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Hamparan pasir
Tampak putih berbuih
Kala sisa ombak merayap

Hamparan pasir
Terasa panas menyengat
Di telapak kaki yang berkeringat

Camar camar hitam
Terbang rendah melayang
Di sekitar perahu nelayan

Daun kelapa
Elok saat melambai
Mengikuti arah angin

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Gurau mereka
Oh memang akrab dengan alam
Kudengar dari kejauhan

Dan batu batu karang
Tertawa ramah bersahabat
Memaksa aku tuk bernyanyi

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Itu dahulu
Berapa tahun yang lalu
Cerita orang tuaku

Sangat berbeda
Dengan apa yang ada

Tak biru lagi lautku
Tak riuh lagi camarku
Tak rapat lagi jalamu
Tak kokoh lagi karangku
Tak buas lagi ombakmu
Tak elok lagi daun kelapaku
Tak senyum lagi nelayanku
Tak senyum lagi nelayanku

Opiniku

Manusia seperti binatang? dalam beberapa sifatnya memang sama. Sama-sama perlu makan dan sebagainya. Tetapi caranya berbeda. Inilah yang digambarkan Iwan Fals pada lagu ini, Iwan membandingkan manusia dengan binatang. Pada satu sisi ada persamaan, disisi lain tentu jelas perbedaannya.

Tetapi Iwan mengatakan ada manusia seperti binantang. Dan itu bukan rahasia lagi. Kita dapat dengan mudah menjumpai manusia seperti ini. Yaitu manusia-manusia serakah yang menumpuk harta secara membabibuta tanpa pedulikan cara mendapatkannya. Manusia-manusia seperti ini kerap bertingkah lebih keji dari binatang. Kalau perlu menyakiti atau bahkan membunuh manusia lain hanya untuk memperbanyak harta... kejam....


Opiniku
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan
Padahal disekitarnya petani berjalan pincang

Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang ( kok bisa ? )
Bahkan lebih keji
Dari binatang macan

Tampar kiri kanan alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupan
Intip kiri kanan lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan

Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan

Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang
Bahkan manusia lebih keji
Dari binatang

Obat Awet Muda

Lucu, nakal dan kasar... itulah yang pertama kali saya rasakan ketika membaca lirik lagu Iwan Fals yang ini. Berkisah tentang tante-tante yang kesepian. Rupanya profesi seperti ini selalu ada sepanjang masa. Mereka mencari kenesangan duniawi belaka melupakan akhirat. Melupakan dosa-dosa dan meremehkannya.

Usia sudah tua bukannya semakin mendekatkan diri pada sang pencipta, namun malah menumpuk maksiat. Jangan ditiru ya, ini tidak baik dan dilaknat. Orang-orang semacam inilah yang akan memenuhi neraka akibat perbuatan maksiat didunia. Iwan Fals menceritakan dengan detail perilaku busuk mereka, dan kitapun masih bisa menyaksikan hal serupa disekitar kita...... kasihan...



Obat Awet Muda
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Tante tante yang kesepian
Bertingkah seperti perawan
Berlomba lomba mencari pasangan
Persis oplet tua yang cari omprengan
Di ujung jalan
Saling berebut cari muatan

Slop dasi gaun model Paris
Eye shadow parfum impor
Duduk dibelakang stir mobil Mercedes
Pasangannya seorang pemuda
Yang jimatnya melebihi dosis
Sebesar burung belibis
Hey aku mendesis

Tuan yang merasa hidung belang
Keranjingan main perempuan
Tak peduli itu istri orang
Yang penting bisa ngasah pedang
Warisan dari nenek moyang
Pedang tajam wanita ditendang

Jangan nyonya ingat dong suami
Jangan tuan ingat anak istri
Jawab mereka apa ?
Justru itu harus kami lakukan
Mengapa harus dilakukan ?
Ndak tau ?
Karena itu karena itu

Obat awet muda

Ambisi


Apakah Iwan Fals seorang motivator? Kalau membaca lirik lagu ini bisa dibilang iya. Lagu ini seakan memotifasi banyak orang untuk tidak patah semangat menjalani kehidupan walau dengan kondisi yang serba terbatas. Lagu ini dibuat untuk memberi semangat yang mulai pudar. 
Kalau saya mendengarkan lagu ini, kadang malu pada diri sendiri. Saya yang dalam kondisi normal sering kali bermalas-malasan menghadapi kenyataan. Lalu diseberang sana banyak orang yang tidak seberuntung saya masih bekerja keras untuk meraih sukses dengan penuh keringat.... Setidaknya lagu ini memberi pelajaran kepada saya sekaligus mengingatkan saya bahawa dimana ada kemauan disitu ada harapan....



Ambisi
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Langkahmu pelan tertatih
Dengan denyut nadi nyaris terhenti
Namun jangan padam ambisi

Rambutmu kusut tak rapi
Melekat di tubuh sejuta daki
Namun jangan padam ambisi
Namun jangan padam ambisi

Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

Sinar terang lampu merkuri
Pasti akan engkau dapati
Tentu berbekal ambisi
Tentu tak tinggal ambisi

Tak bermata
Pandang dunia dengan jiwa
Tak bertelinga
Jangan cepat kecewa

Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi

Iwan Fals begitu perhatian pada masalah kelestarian alam. Pada lagu ini yang muncul tahun 1982, dia sudah menyuarakan ketidaksetujuannya pada perusakan alam dengan sengaja. Seperti pembalakan liar hutan-hutan. Sebab kerusakan alam dengan sengaja ini akan mendatangkan malapetaka besar bagi kehidupan. Banjir, erosi, kekeringan  dan segala macam masalah akan muncul sebagai akibatnya.
Maka dari itu berbuatlah yang wajar jangan hanya demi meraup keuntungan sebanyak mungkin lalu berbuat membabat habis pohon-pohon dihutan. Ambillah seperlunya dan tanam lagi yang baru untuk warisan kepada anak cucu. .....


Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
Karya : Iwan Fals ( Album Opini 1982 )


Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut badut serakah
Tanpa HPH berbuat semaunya

Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu
Oh mengapa

Oh jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu
Saja

Oh jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti

Sapuku Sapumu Sapu Sapu

Berikut ini Iwan Fals mengangkat tema profesi tukang sapu sebagai lagunya. Pekerja kecil ini kadang luput dari perhatian kita, padahal jasa mereka sangat besar untuk kebersihan lingkungan yang kerap kita lewati. Pekerjaan kasar dengan gaji yang kecil tentu bukan harapan semua orang, namun kalau ikhlas dikerjakan insyaAllah mendapat barokah. 
Meskipun kadang kebutuhan hidup memang selalu menggoda untuk dimiliki. Semoga siapa saja yang berada dalam posisi seperti ini tidak terbujuk untuk berbuat hal yang keliru. Tetap mensyukuri berapapun nikmat yang diberikanNya, niscaya hidup kita akan selalu bahagia bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat...


Sapuku Sapumu Sapu Sapu
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )

Tukang sapu kuli PU besar jasamu
Oh kawan
Dengan sapu ganyang sampah dan debu
Tuk sesuap makan

Hari panas hari hujan memang tantangan
Siapa bilang bukan
Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang
Maklum kuli harian

Pernahkah tuan pikirkan
Jasa mereka
Pernahkah tuan renungkan
Harga keringatnya

Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor
Bersihkan yang kotor
Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor
Awas kena sensor

Tukang sapu bawa sapu juga disapu
Kok bisa begitu
Istri iri lihat tetangga punya barang baru
Akupun begitu

Inilah manusia
Dengan segala macam warna hidupnya
Tuk mencapai bahagia
Semua jalan ditempuhnya

Jumat, 01 Februari 2013

Piringan Hitam Iwan Falls - Sarjana Muda

Piringan Hitam Iwan Falls - Sarjana Muda
Musica Studio's 1981
MSC 7160
Music - Willy Sumantri
Sarjana Muda adalah salah satu judul album Masterpiece dari seorang Iwan Fals. Tak dapat dielakkan lagi kemunculan album tersebut membuat si empunya album mendadak dikenal. Salah satu lagu dalam album ini yang sangat populer sampai sekarang adalah Guru Umar Bakrie. Gw gak akan mengulas tentang lagu-lagu didalamnya, sudah banyak yg ngebahas. (silahkan googling :). Tapi ada yang unik dalam versi piringan hitam ini.

Pada masa itu (tahun 80-an) album berbentuk Piringan Hitam (PH) muncul sebelum rekaman diedarkan kepasaran dalam bentuk kaset full album dan bercover. PH ini hanya untuk keperluan broadcasting. Tentunya lagu Iwan Fals di PH ini lebih sedikit karena berjumlah 7 lagu dari 10 lagu dalam bentuk rekaman kaset. Sebab PH memiliki kapasitas yang terbatas.
Doa Pengobral Dosa
Dalam versi PH ini nama Iwan Fals masih memakai ejaan 'Iwan Falls'. Yang cukup mengejutkan ada judul lagu yang begitu panjang dari yang pernah kita kenal selama ini yaitu lagu berjudul " Doa Pengobral Dosa Disudut Dekat Gerbong Butut ". Dalam versi kaset yang sudah kita kenal judulnya hanya ditulis "Doa Pengobral Dosa". Tak tau ini kesalahan cetak atau memang sebenarnya Iwan Fals memberi judul yang panjang lalu dipangkas oleh pihak rekaman untuk efisiensi.
Side 1 :
1. Sarjana Muda
2. Umar Bakrie
3. Doa Pengobral Dosa Disudut Dekat Gerbong Butut
4. Ambulance Zig Zag
Side 2 :
1. Hatta
2. Puing
3. Yang terlupakan
------------------------------------------------
Piringan Hitam Iwan Falls - Single
Musica Studio's 1981
MSC 7160
Music - Willy Sumantri
Ada lagi Piringan Hitam Iwan Fals lainnya yang merupakan sambungan dari PH Sarjana Muda sebelumnya dimana tidak semua lagu bisa dimuat. Dan lagu di PH ini malah lebih sedikit karena berjumlah 2 lagu dari 10 lagu dalam bentuk rekaman di kaset.

Single dari Album Sarjana Muda

Side 1 :
1. Bangunlah Putra - Putri Pertiwi

Side 2 :
1. Si Tua Sais Pedati
Biasanya jika tidak muat dalam satu keping maka sisa lagu akan di copy pada keping PH yang lain. Coba perhatikan, apa yang nanggung dalam kedua PH diatas. Ya, lagu "22 Januari" tidak ada. Kenapa lagu 22 Januari yang sepaket dalam Album Sarjana Muda tidak dimasukkan sekalian dalam PH lanjutan ini ya, padahal cuma satu lagu dan rasanya kapasitas PH masih bisa memuatnya? Apa dianggap lagu itu kurang menjual atau menghemat biaya produksi? entahlah....
Nah supaya gak penasaran klik gambar aja untuk memperbesar... nanti dikira gw berkomplotan dengan sotosop.....hahahaha
Semoga info yang ditulis bisa bermanfaat, lalalalalalli..lilili..... lala...
salam tempel, dOeL,-
Artikel dari jamesdoel.multiply.com untuk iwanfalsmania.blogspot.com dengan sedikit perbaikan. :P
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Entri Terfals

Like

 

Kalender

Total Pengunjung

follow Me

Followers

 

Footer

Oi Pagar Alam